Suara.com - Seorang nenek di kota Makassar, Sulawesi Selatan, bernama Fauziah Dunggio bikin warganet iri.
Bagamana tidak. Sang nenek memperlihatkan surat cinta yang dikirimkan kekasihnya, Djafar Syam, pada tahun 1977 silam.
Surat itu kemudian diupload di akun media sosialnya dan mengundang reaksi dari banyak orang.
Surat cinta tersebut kini berusia 48 tahun. Namun terlihat masih tersimpan rapi dan jelas terbaca.
Pada foto yang dibagikan Fauziah, diketahui surat itu ditulis saat keduanya masih sepasang kekasih yang terpisah jarak. Djafar di Makassar dan Fauziah di Manado.
Namun cinta mereka tak terhalang oleh jarak. Djafar menulis itu dengan mesin ketik, rapi, puitis, dan jujur. Seperti seorang pujangga yang sedang jatuh cinta.
Surat itu pun masih tersimpan baik hingga hari ini. Tak ada noda atau luntur sedikit pun, persis seperti cinta mereka.
"Awalnya mau cari suatu berkas, alhasil ketemu dengan surat cinta pertama. Opa baca ini sambil nangis terharu," tulis nenek Fauziah di akun facebooknya.
Keduanya bertemu pertama kali di ajang Musabaqoh Tilawatil Qur'an atau MTQ Nasional ke-10 di Manado. Dari sana, benih-benih cinta mereka mulai tumbuh.
Baca Juga: Maxime Bouttier Ternyata Berjodoh dengan Luna Maya Gara-Gara Video Klip Ariel NOAH
Djafar kemudian menuangkan perasaannya pada selembar kertas yang ditujukan kepada "Fauziah Dunggio di peraduan malam".
Begini isi lengkap surat cinta itu:
"Dengan hormat,
Berhubung tidak adanya waktu untuk bercerita kepada Fauziah, maka melalui surat ini saya curahkan segala perasaan hatiku.
Dan sebagai pembuka, kuucapkan maaf beribu maaf atas segala kelancanganku mengirimkan selembar surat yang tanpa diundang sondor dipersilahkan tiba ke pangkuanmu.
Adapun ini kulakukan atas dasar dorongan daripada hati sanubariku, serta perasaanku akhir-akhir ini yang sudah tidak dapat kubendung lagi.
Kini kurasakan, sejak pertama kali berkunjung ke rumahmu. Untuk selanjutnya, aku ingin mengenal peribadimu lebih dekat. Demikian pula engkau mengenal akan peribadiku.
Pandanganmu, kerlinganmu, senyumanmu serta pembawaanmu yang begitu riang, manja dan lucu. Sehingga, aku selalu berada di dalam hayal.
Olehnya itu aku datang, memberanikan diri dengan perantaraan surat ini untuk menyatakan Love me for you—cintaku hanya untukmu.
Adapun nasib dan affairnya, itu kepada Fauziahlah seorang. Diterima of nyanda.
Semoga kiranya Fauziah tidak sampai hati mengecewakan harapanku, sehingga Tuhan dapat mengabulkan cita-cita serta niat baikku ini".
Di ujung surat cintanya, Djafar menyelipkan pesan yang tulus dan penuh kerendahan hati. Ia tidak memaksa cintanya harus berbalas, tetapi berharap hubungan mereka tetap berteman baik meski perasaannya ditolak.
"Saya minta dengan sangat kepada Fauziah, kalau pun tidak diterima, ya apa boleh buat. Kita kembali berteman seperti biasa, teman yang baik," tulis Djafar dalam surat yang diketik itu.
Namun, Tuhan tampaknya merestui langkah keberanian Djafar.
Surat itu tak hanya dibaca, tapi juga menyentuh hati Fauziah. Cintanya tak bertepuk sebelah tangan.
Fauziah menerima perasaan Djafar, dan dari situlah kisah cinta mereka berlanjut hingga ke pelaminan.
Dua tahun setelah surat itu dikirim, Djafar dan Fauziah kemudian menikah di Manado pada September 1979.
Kini, mereka telah menjadi nenek dan kakek yang bahagia. Keduanya membuktikan bahwa cinta yang tulus memang tak lekang oleh waktu.
Kisah mereka kini viral di media sosial dan membuat banyak warganet baper.
"Ini definisi cinta habis di satu orang," tulis salah satu warganet di komentar.
"Lelaki tidak bercerita, tapi langsung kirim surat cinta untuk datang melamar secara halal," ucap yang lainnya.
"Ini arsip nasional yang harus dimuseumkan," canda warganet.
Usia pernikahan mereka kini sudah berjalan 46 tahun. Namun, cinta Djafar dan Fauziah seolah tak menua.
Kisah mereka bukan hanya manis untuk dikenang, tapi juga menjadi pengingat bahwa kisah cinta sejati dan ketulusan hati pasangan memang benar-benar ada.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Mobil Bekas 60 Jutaan Kapasitas Penumpang di Atas Innova, Keluarga Pasti Suka!
- 5 Sepatu Lokal Senyaman Skechers, Tanpa Tali untuk Jalan Kaki Lansia
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- Cek Fakta: Viral Ferdy Sambo Ditemukan Meninggal di Penjara, Benarkah?
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
Pilihan
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
-
In This Economy: Banyolan Gen Z Hadapi Anomali Biaya Hidup di Sepanjang 2025
-
Ramalan Menkeu Purbaya soal IHSG Tembus 9.000 di Akhir Tahun Gagal Total
-
Tor Monitor! Ini Daftar Saham IPO Paling Gacor di 2025
-
Daftar Saham IPO Paling Boncos di 2025
Terkini
-
Tahanan Demo Agustus 2025 Meninggal di Rutan Medaeng, Mantan Napol Desak Investigasi Independen!
-
Kebakaran Rumah Kosong di Jagakarsa Saat Warga Sambut Tahun Baru 2026
-
Kemdiktisaintek Rilis Aturan Baru No 52 2025, Jamin Gaji Dosen Non-ASN
-
Pasukan Orange Tuntaskan Bersih-Bersih Sisa Perayaan Tahun Baru Sebelum Subuh
-
Banjir dan Longsor Lumpuhkan Kehidupan Anak di Tapanuli Tengah
-
Pendidikan Pascabencana di Sumatra: Ketika Sekolah Dibuka Kembali, Siapkah Anak-Anak Belajar?
-
Tragedi di Labuan Bajo, Mengapa Kapal Pinisi Mudah Tenggelam saat Cuaca Ekstrem?
-
Kejar Target 3 Juta Hunian, Presiden Prabowo Siapkan Lembaga Percepatan Pembangunan Perumahan
-
Masyarakat Apresiasi Gerak Cepat Bina Marga Pulihkan Jembatan Lawe Mengkudu 1
-
Komitmen Dukung Konektivitas, Bina Marga Telah Pulihkan 10 Titik Jembatan Terdampak di Aceh