- Wamenaker Afriansyah Noor menegaskan pemerintah berupaya mencegah kenaikan angka PHK akibat dampak tekanan ekonomi dari konflik global.
- Pemerintah menargetkan penambahan kuota Program Magang Nasional tahun 2026 menjadi 150 ribu peserta untuk menekan angka pengangguran.
- Pemerintah membuka 70 ribu pelatihan vokasi gratis bagi lulusan SMA dan SMK melalui aplikasi SIAPKerja disertai pemberian insentif.
Suara.com - Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor memastikan pemerintah terus melakukan langkah antisipasi untuk mencegah meningkatnya pemutusan hubungan kerja (PHK) di tengah tekanan ekonomi global akibat konflik Timur Tengah.
Menurut Afriansyah, situasi geopolitik internasional yang memanas berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi berbagai negara, termasuk Indonesia, sehingga pemerintah harus bergerak cepat menjaga kondisi ketenagakerjaan nasional.
"Nah, kita segera mengantisipasi terjadinya PHK yang bisa membuat banyaknya pengangguran yang ada di Indonesia," kata Afriansyah di Jakarta, Minggu.
Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan Patriot Move 2026 yang digelar Kementerian Transmigrasi dan dirangkaikan dengan lari bersama peserta Ekspedisi Patriot dalam momentum Car Free Day di kawasan Bundaran HI.
Ia mengatakan kondisi perang dan ketidakpastian global saat ini memberi tekanan besar terhadap perekonomian dunia.
"Kita juga sekarang pada tahap kondisi global dunia, perang, ini berdampak kepada semua negara termasuk Indonesia," ujarnya.
Pemerintah, lanjut Afriansyah, terus memantau perkembangan kondisi global agar dampaknya terhadap sektor industri dan tenaga kerja nasional dapat ditekan semaksimal mungkin.
"Tingkat pengangguran sekarang ini setara dengan 7,4 juta orang, sekitar 4,3 persen dari jumlah penduduk Indonesia," bebernya.
Sebagai langkah konkret, pemerintah memperluas program ketenagakerjaan, termasuk menaikkan kuota Program Magang Nasional pada 2026 dari sebelumnya 100 ribu menjadi 150 ribu peserta.
Baca Juga: Hilirisasi Nikel Dinilai Ganjil: Modal Asing Diduga Dimanja, Pengusaha Lokal Berdarah-darah
"Jadi untuk tahun 2026, Bapak Presiden (Prabowo Subianto) melalui Kementerian Ketenagakerjaan juga membuka insya Allah lowongan sekitar 150 ribu, jadi dari 100 ribu naik menjadi 150 ribu," jelasnya.
Program tersebut ditujukan untuk membantu lulusan baru memperoleh pengalaman kerja sekaligus meningkatkan keterampilan agar lebih siap menghadapi kebutuhan industri yang semakin kompetitif.
Selain magang, pemerintah juga memperluas pelatihan vokasi nasional bagi lulusan SMA dan SMK melalui balai pelatihan kerja di berbagai daerah.
"Itu membuka (kuota) 70 ribu pelatihan, silakan mendaftar dan mengikuti. Pendaftarannya di aplikasi SIAPKerja. Di situlah nanti teman-teman bisa ikut mendaftar di magang hub, kemudian juga ikut di vokasi nasional atau pelatihan vokasi nasional," katanya.
Afriansyah menambahkan peserta pelatihan juga akan mendapatkan bantuan uang saku selama mengikuti program.
"Di situ nanti diberikan insentif itu per hari untuk uang sakunya Rp20.000, terus pelatihannya gratis selama bisa mengikuti dengan baik dan mendapatkan sertifikasi dari negara," tambah Wamenaker.
Pemerintah meyakini penguatan pelatihan kerja, vokasi, dan penempatan tenaga kerja menjadi salah satu fondasi penting untuk menjaga daya tahan ekonomi masyarakat di tengah ketidakpastian global yang terus berkembang.
Berita Terkait
-
Hilirisasi Nikel Dinilai Ganjil: Modal Asing Diduga Dimanja, Pengusaha Lokal Berdarah-darah
-
Tersiar Kabar PPPK Kena PHK Massal Setelah APBD Dipotong, Apa Kata Pemerintah?
-
Pembiaran Impor Baja China Akan Picu Gelombang PHK di Indonesia
-
Hak Jawab Kemenperin untuk Berita tentang Komentar Menperin soal PHK di Industri Tekstil dan Plastik
-
Tutup Pabrik, Krakatau Osaka Steel Apakah Sama dengan Krakatau Steel?
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
iPhone X dan MacBook Pro 2018 Dipensiunkan Apple
-
Dari Maryamah Karpov ke Maryam Mah Kapok Garapan Asma Nadia dkk
-
KSP Dudung Sebut Kericuhan Hari Damai Aceh Ulah Segelintir Oknum: Rakyat Aceh Tetap NKRI
-
Menko Yusril Buka Suara Soal Kericuhan Bendera Bulan Bintang di Aceh
-
Kontak Tembak dengan OPM Saat HUT ke-81 RI, 1 Prajurit TNI Gugur-2 Terluka
-
Usai Kericuhan Penurunan Merah Putih, Kapolri Pastikan Aceh Terkendali
-
7 Kuliner Musim Panas di Turkiye yang Wajib Dicoba, dari Sup Dingin hingga Es Krim Maras
-
Sudah Seperti Bestie, Istana Ungkap Rahasia di Balik Posisi Duduk Jokowi-Prabowo-Gibran
-
7 Cara Mencuci Sepatu Canvas di Rumah agar Bersih dan Tidak Cepat Rusak
-
HUT ke-81 RI: BRI Perluas Akses Keuangan Hingga Pelosok dan Mancanegara