Suara.com - Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono menegaskan sikap Indonesia bila memang diminta ikut aktif menjadi juru damai dalam perang India dan Pakistan yang saat ini sedang berkecamuk.
Sejauh ini, Sugiono menegaskan bahwa langkah yang dilakukan Pemerintah Indonesia dalam menyikapi perang kedua negara di Asia Selatan tersebut sesuai dengan konstitusi.
"Apapun yang kita lakukan, ya sesuai dengan konstitusi. Kita juga jika diminta apapun yang sifatnya menciptakan perdamaian dunia kita ikut aktif," kata Sugiono di Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, Kamis 15 Mei 2025.
Sementara itu mengenai perang India dan Pakistan yang masih berlangsung, Sugiono berharap agar konflik yang terjadi antara kedua negara tersebut dapat segera mereda.
"Karena perang di mana pun oleh siapa pun itu tidak akan membawa manfaat," ucap Sugiono.
Senada dengan yang disampaikan Presiden Prabowo, Sugiono mengemukakan perlu mencari titik temu dalam konteks ketegangan India-Pakistan.
"Saya kira seperti yang juga disampaikan oleh pak presiden di beberapa kesempatan, di tengah situasi global yang seperti ini yang harus kita lakukan adalah mencari titik-titik temu."
"Kemudian bekerja sama dan berkolaborasi demi kesejahteraan masyarakat di masing-masing negara tersebut," kata Sugiono.
Sebelumnya diberitakan, Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk menjadikan Indonesia sebagai 'tetangga yang baik' tidak hanya bagi negara-negara Asia Tenggara, tetapi juga bagi dunia internasional.
Baca Juga: Tak Cuma Palestina, Sidang Komite PUIC Usung Misi Perdamaian India-Pakistan dan Ukraina-Rusia
Kebijakan ini telah disuarakannya sejak masa kampanye, dan kini menjadi pilar utama diplomasi luar negeri Indonesia di bawah kepemimpinannya.
Selain itu, Presiden Prabowo juga berkomitmen melanjutkan prinsip politik luar negeri bebas aktif serta semangat Gerakan Non-Blok.
Indonesia sendiri dikenal sebagai negara dengan sejarah diplomasi damai yang panjang.
Salah satu peran pentingnya adalah saat menjadi tuan rumah Konferensi Asia-Afrika di Bandung tahun 1955, yang menghasilkan semangat solidaritas negara-negara dunia ketiga dalam menolak kolonialisme dan menjunjung perdamaian.
Sementara itu, India dan Pakistan menyepakati untuk melakukan gencatan senjata setelah kedua negara itu saling melakukan serangan.
Dilansir dari Sputnik, gencatan senjata antara India dan Pakistan telah dimulai sejak Sabtu 10 Mei 2025 mulai jam 17.00 waktu setempat atau jam 18.30 WIB.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
Terkini
-
Predator di Balik Tembok Pesantren: Mengapa Kasus Kekerasan Seksual Sulit Diungkap?
-
Bakal Bertemu Prabowo-Gibran? Djarot Beri Sinyal Megawati Hadiri Peringatan Hari Lahir Pancasila
-
3 Kali ke Prancis dalam 5 Bulan, Elite PDIP Pertanyakan Urgensi Kunjungan Presiden Prabowo
-
Sumber Teror Api Misterius di Seyegan Mulai Terkuak, Tim UPN Soroti Gas Metana dari Bekas Rawa
-
Bukan Mistis! Misteri Barang Terbakar Sendiri di Sleman Terungkap, Pakar UGM Bongkar Biang Keroknya
-
Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
-
Prof Uceng: Negara Bukan Takut Film Pesta Babi, Tapi Takut Narasi Alternatif
-
Sebut Film 'Pesta Babi' Aman Secara Hukum, Uceng UGM: Jangan-Jangan Ada Unsur Politik?
-
Ribuan Lansia Jalan Sehat Meriahkan Puncak HLUN 2026 di NTT
-
Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi