- Serangan militer Israel pada Sabtu (28/2/2026) di Iran memicu ketegangan geopolitik dan potensi guncangan ekonomi global.
- TB Hasanuddin menilai Trump dan Netanyahu tidak berniat damai karena konflik meluas, mencederai kepercayaan misi perdamaian BoP.
- Eskalasi ini mengancam krisis energi melalui potensi penutupan Selat Hormuz, menekan harga minyak dunia.
Suara.com - Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin, menyoroti serangan militer Israel ke wilayah Iran yang memicu ketegangan hebat di Timur Tengah pada Sabtu (28/2/2026).
Politisi senior ini menilai aksi militer tersebut bakal membawa konsekuensi serius bagi stabilitas geopolitik serta potensi guncangan ekonomi di tingkat global.
"Serangan terbuka Israel, dan kemudian disusul pernyataan Presiden Donald Trump yang menyatakan AS bergabung dalam operasi militer baru-baru ini, memunculkan sebuah pandangan bahwa ada kepentingan yang sangat besar untuk penguasaan Iran secara de facto oleh Israel dan sekutunya Amerika Serikat. Situasi ini tentu akan berdampak pada stabilitas kawasan, termasuk juga negara-negara di kawasan lain, tentunya memantau situasi di Iran dalam suasana was-was yang berpotensi kontraproduktif," ujar TB Hasanuddin dalam keterangan tertulis.
TB Hasanuddin juga menyangsikan niat perdamaian di tanah Palestina setelah melihat eskalasi konflik yang justru semakin meluas ke negara lain.
"Dari kejadian ini, kita harus menyimpulkan bahwa tidak mungkin Donald Trump dan Benjamin Netanyahu memiliki niat sungguh-sungguh untuk mendamaikan Palestina. Fakta di lapangan justru menunjukkan eskalasi konflik yang semakin meluas," tegasnya.
Eskalasi militer ini pun dianggap telah mencederai kepercayaan publik terhadap misi perdamaian yang selama ini diklaim melalui mekanisme BoP.
"Kita menjadi semakin tidak percaya bahwa BoP benar-benar memiliki misi tulus untuk perdamaian, jika yang terjadi justru perluasan konflik dan serangan militer ke negara lain," lanjutnya.
Selain masalah keamanan, TB Hasanuddin menaruh perhatian khusus pada ancaman krisis energi yang bisa berimbas langsung pada ekonomi dalam negeri.
"Bukan tidak mungkin Iran akan kembali menutup Selat Hormuz atau wilayah tersebut menjadi kawasan konflik bersenjata. Jika itu terjadi, harga minyak dunia bisa melonjak tajam. Ini akan berdampak serius bagi Indonesia yang masih mengimpor minyak," jelasnya.
Baca Juga: Ancaman Iran ke AS-Israel Usai Serangan: Siapkan 'Pelajaran Bersejarah'!
Melihat situasi yang semakin genting, ia mendesak Pemerintah Indonesia segera mengambil posisi diplomatik yang lugas sesuai amanat konstitusi.
"Presiden atau Menteri Luar Negeri harus segera menyampaikan posisi resmi Indonesia. Apalagi pemerintah kita sudah berpartisipasi jauh dalam isu Timur Tengah melalui partisipasi BoP. Sudah saatnya aktivisme diplomasi kita yang aktif beberapa bulan terakhir ini menunjukkan hasil, apakah benar kita dipandang dan memiliki posisi strategis secara global, atau masih jauh panggang dari api," pungkasnya.
Sebagaimana diketahui, serangan udara Israel telah menyasar beberapa titik di ibu kota Iran sejak Sabtu pagi waktu setempat.
Dua suara ledakan keras yang diikuti kepulan asap tebal dilaporkan terlihat membubung tinggi di langit wilayah pusat dan timur Teheran.
Kantor berita setempat, Fars, melaporkan bahwa serangkaian ledakan dahsyat tersebut dipicu oleh serangan rudal yang menghantam wilayah kedaulatan Iran.
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
Terkini
-
Ironi Menteng: Kawasan Elite Jantung Jakarta Paling Banyak Butuh Toren Air Gratis
-
Ngeri! Selain Rakit Bom, Pelajar MAN 3 Padang Juga Simpan Panah dan Pisau di Sekolah
-
Rumah Digeledah, Peran Anggota BPK Bobby Rizaldi di Skandal Suap Muara Enim Mulai Dikuliti!
-
Cuma Dalih? Pembunuh Ojol di Kosambi Ngaku Tertekan Disuruh Orang Tua Cepat Nikah
-
EASA Keluarkan Peringatan Penerbangan Komersil di Udara Bahrain, Qatar, Kuwait, dan UEA
-
Usut Gurita Pemerasan Silmy Karim, KPK Mapping Kantor Imigrasi di Wilayah 'Kantong' WNA
-
Donald Trump Ancam Ratakan Iran: Bikin Kesepakatan Atau Anda Tidak Miliki Apapun yang Tersisa
-
Xi Jinping Bersih-Bersih Elite Partai, Anggota Politbiro Alami Nasib Nahas karena Korupsi
-
Susul Korut, Amerika Serikat Membekukan Aset Kripto Terkait Iran Senilai Rp 2,3 Triliun
-
JPO Tendean Selesai Dievakuasi, Akses ke Blok M dan Kemang Kembali Dibuka