- Sebagai Pemimpin Tertinggi sejak 1989, Khamenei memegang kendali penuh atas kebijakan pertahanan dan program nuklir Iran.
- Khamenei dilaporkan telah dipindahkan ke instalasi rahasia guna mengantisipasi upaya eliminasi kepemimpinan oleh kekuatan asing.
- Pemimpin AS dan Israel secara terbuka menyuarakan urgensi perubahan rezim guna menghapus pengaruh dominan Khamenei di Timur Tengah.
Suara.com - Eskalasi militer di Timur Tengah memasuki babak baru yang krusial setelah serangkaian serangan udara yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel menyasar titik-titik strategis di ibu kota Iran, Tehran.
Fokus utama dari operasi ini diduga kuat bukan sekadar melumpuhkan infrastruktur militer, melainkan upaya "dekapitasi" atau penargetan langsung terhadap struktur kepemimpinan tertinggi Republik Islam Iran, khususnya sang Pemimpin Tertinggi, Ayatollah Ali Khamenei.
Laporan dari kantor berita Tasnim menyebutkan bahwa setidaknya tujuh rudal menghantam area di sekitar istana kepresidenan di Shemiran serta kompleks perkantoran Khamenei.
Meskipun demikian, keberadaan pasti ulama berusia 86 tahun tersebut masih menjadi teka-teki. Laporan intelijen yang dimuat Al Jazeera, Khamenei kemungkinan besar telah dipindahkan ke lokasi rahasia yang lebih aman sebelum serangan terjadi.
Sosok di Balik Kemudi Revolusi
Ayatollah Ali Khamenei bukanlah sekadar kepala negara seremonial. Sejak memegang tampuk kekuasaan pada tahun 1989 menggantikan pendiri revolusi, Ayatollah Ruhollah Khomeini, ia merupakan otoritas tertinggi yang mengendalikan seluruh cabang pemerintahan, militer, dan yudikatif.
Sebagai Pemimpin Tertinggi, ia memegang kata akhir dalam setiap kebijakan strategis negara.
Kekuatan politik Khamenei berakar pada loyalitas penuh dua institusi keamanan utama: Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dan pasukan paramiliter Basij.
Dukungan ini memungkinkannya bertahan dari berbagai gelombang sanksi ekonomi internasional dan protes domestik yang kerap mengguncang stabilitas negara dalam beberapa dekade terakhir.
Baca Juga: Iran Hancurkan Radar FP132 AS di Qatar, Amerika Kini 'Buta' dari Serangan Rudal Balistik?
Narasi Nuklir dan Ancaman Eksistensial
Amerika Serikat dan Israel terus menekan Iran terkait program nuklirnya, meski Khamenei secara konsisten menegaskan bahwa pengembangan tersebut murni untuk tujuan sipil.
Namun, retorika dari pihak lawan telah bergeser dari sekadar diplomasi menjadi ancaman fisik secara terbuka terhadap figur utama Iran tersebut.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dan Menteri Pertahanan Israel Katz sebelumnya telah mengeluarkan pernyataan keras yang mengisyaratkan bahwa eksistensi Khamenei dianggap sebagai hambatan utama perdamaian regional.
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump dalam berbagai kesempatan menyebut Khamenei sebagai "target yang mudah" dan secara terbuka mendorong perubahan rezim di Iran melalui tekanan militer langsung.
Upaya "Dekapitasi" Politik
Analis senior Al Jazeera, Ali Hashem, menilai bahwa pola serangan terbaru ini menunjukkan ambisi untuk melumpuhkan elit politik Iran secara total.
Penargetan kantor pusat kepemimpinan di Tehran menandakan bahwa konflik ini telah melampaui perang proksi konvensional dan bergerak menuju konfrontasi langsung terhadap simbol kedaulatan tertinggi Iran.
Bagi para profesional dan pengamat internasional, situasi ini menandai titik nadir dalam diplomasi nuklir yang selama ini diupayakan.
Dengan target yang kini diarahkan langsung kepada Pemimpin Tertinggi, masa depan stabilitas politik di Teluk Persia kini berada di ambang ketidakpastian yang sangat tinggi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Nenek Suhaena Ditemukan Hangus Terbakar di Ladang Sunyi Sumenep
-
7 Cara Membersihkan Inner Pot Keramik Rice Cooker agar Awet, Jangan Asal Cuci
-
Sabtu Pagi Berselimut Polusi, Jakarta Kembali Masuk Daftar Kota dengan Udara Terburuk Dunia
-
Saatnya Ganti Provider agar Dunia dalam Genggaman
-
20 Kode Redeem FF Terbaru 29 Agustus 2026: Klaim Skin Langka dan Diamond Gratis
-
Pasca-Penggerudukan, Pihak Yayasan SDI Pembangunan Pamulang Laporkan Rektor UIN Jakarta ke Polisi
-
Feng Shui Meja Kerja Membelakangi Pintu, Apakah Bikin Rezeki Seret? Cek Faktanya di Sini
-
Harry Styles Bongkar Rutinitas Rahasia Usai Konser, Beneran Langsung Telanjang?
-
4 Shio yang Makin Beruntung Setelah 29 Agustus 2026, Rencana Lebih Mudah Terwujud
-
Dari Marie Curie hingga Dinosaurus: Bagaimana Buku Ini Membuka Pintu Dunia Sains untuk Anak-Anak?