Suara.com - Sebanyak 1.562 personel gabungan dikerahkan untuk mengamankan pertandingan Liga 1 yang bakal dilaksanakan di Jakarta Internasional Stadium (JIS).
Adapun pertandingan tersebut mempertemukan Persija Jakarta selalu tuan rumah, menjamu Maluku Utara United, pada Jumat, pukul 19.00 WIB, malam nanti.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, kombes Pol Ade Ary Syam Indradi mengatakan dari ribuan personel yang dikerahkan, 1.200 merupakan personel dari Polda Metro Jaya.
Sementara 212 personel merupakan bantuan dari pihak TNI, Satpol PP, Pemadam Kebakaran, Dinas Perhubungan, dan Dinas Kesehatan.
“Satgasres Polres Jakarta Timur dan Jakarta Pusat sebanyak 150 personel,” kata Ade Ary, usai dikonfirmasi, Jumat.
Ade Ary mengatakan, pihaknya mengerahkan ribuan personel guna menjamin keamanan dan kelancaran jalannya pertandingan.
“Menjaga situasi Kamtibmas dan Kamseltibcarlantas di sekitar lokasi. Serta memberikan rasa aman kepada pemain, ofisial, panitia, dan penonton,” jelasnya.
Ade Ary juga meminta agar masyarakat atau suporter yang ingin menyaksikan jalannya pertandingan secara langsung bisa tertib, damai, dan sportif.
Para penonton juga diminta untuk tidak membawa senjata tajam, dalam menyaksikan jalannya pertandingan.
Baca Juga: BRI Liga 1: PSBS Biak Siap Ladeni Dewa United dengan Motivasi Berlipat
Petugas juga meminta agar penonton tidak mengkonsumsi minuman keras, atau membawa barang terlarang lainnya.
“Ikuti arahan petugas keamanan di lapangan. Datang lebih awal untuk menghindari kemacetan dan pemeriksaan berlapis,” jelasnya
“Hormati aturan stadion dan jaga nama baik klub serta supporter masing-masing,” kata dia.
Diketahui bersama, Persija bakal melakoni laga pamungkas musim ini.
Bermain di hadapan penonton melawan Maluku Utara United, merupakan momen penting bagi Persija untuk menutup kemenangan musim ini.
Berdasarkan statistik, Persija berada di urutan 7, dengan total poin 50, sama dengan PSM Makasar.
Berita Terkait
-
Daftar 7 Pemain yang Dilepas Bhayangkara FC Jelang Musim Baru, Hargianto hingga Ruben Sanadi
-
Sikap Mengejutkan Persija soal Rencana Liga 1 Pakai 11 Pemain Asing Musim Depan
-
MU Segera Datangkan 4 Pemain usai Gagal Juara, Termasuk Dua Striker Brasil!
-
Breakingnews! Eliano Reijnders Batal Gabung Klub Malaysia, Jadi ke Liga 1 Indonesia?
-
BRI Liga 1: PSBS Biak Siap Ladeni Dewa United dengan Motivasi Berlipat
Terpopuler
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- 5 Rekomendasi Parfum di Indomaret yang Tahan Lama untuk Salat Id
Pilihan
-
Dulu Nostalgia, Sekarang Pamer Karir: Mengapa Gen Z Pilih Skip Bukber Alumni?
-
Tutorial S3 Marketing Jalur Asbun: Cara Aldi Taher Jualan Burger Sampe Masuk Trending Topic
-
Dilema Window Shopping: Ketika Mal Cuma Jadi Katalog Fisik Buat Belanja Online
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
Terkini
-
Viral Lele Mentah, SPPG di Pamekasan Boleh Beroperasi Kembali jika Sudah Ada Perbaikan
-
Wajib Vaksin Sebelum Mudik Lebaran! IDAI Ingatkan Risiko Campak Meningkat Saat Libur Panjang
-
Pemerintah Bangun Ratusan Toilet dan Revitalisasi Sekolah di Kawasan Transmigrasi
-
Polda Metro Jaya Buka Posko Khusus, Cari Saksi Teror Air Keras Aktivis KontraS
-
Prabowo Instruksikan Kapolri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus
-
PVRI Kritik Pernyataan 'Antikritik' Prabowo Usai Insiden Penyiraman Air Keras: Ini Sinyal Represif!
-
Pulang Basamo 2026: Ribuan Perantau Minang Mudik Gelombang Kedua, Dari Bali hingga Samarinda
-
Pemudik Mulai Padati Terminal Kampung Rambutan, Puncak Arus Mudik Diprediksi H-3 Lebaran
-
Negara Janji Tanggung Biaya Pengobatan Aktivis KontraS Korban Teror Air Keras
-
Mencekam! Israel Bak Neraka, Api di Mana-mana Setelah Dirudal Kiamat Iran