Suara.com - Fenomena pernikahan dini kembali mencuat ke permukaan setelah viralnya video pasangan pengantin remaja asal Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.
Dalam video yang beredar luas di media sosial, terlihat seorang siswi SMP berinisial YL (15) dan seorang siswa SMK berinisial RN (16) menjalani prosesi pernikahan.
Ironisnya, si pengantin perempuan tampak belum siap secara mental.
Ia bahkan terlihat emosional dan berteriak-teriak memanggil ayahnya saat duduk di pelaminan.
Kasus ini bukanlah yang pertama terjadi, dan sayangnya, mungkin bukan yang terakhir.
Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram menyatakan keprihatinan mendalam atas kejadian tersebut.
Joko Jumadi, Ketua LPA Kota Mataram, mengatakan pihaknya akan melaporkan para pihak yang membiarkan pernikahan dini itu terjadi, termasuk orangtua anak. “Harus ada efek jera,” tegasnya.
Namun lebih dari sekadar pelanggaran aturan atau etika sosial, pernikahan dini adalah bom waktu yang mengancam masa depan anak, baik secara psikologis maupun kesehatan.
Berikut penjelasan mendalam mengapa pernikahan anak merupakan masalah serius yang harus dihentikan.
Baca Juga: 8 Tips Cegah Anak Jadi Korban Kejahatan Seksual, Termasuk dari Orang Terdekat
1. Ketidaksiapan Psikologis Anak
Pernikahan adalah ikatan sosial, emosional, dan tanggung jawab hukum yang menuntut kedewasaan dalam berpikir dan bertindak.
Anak usia 15 atau 16 tahun masih berada dalam tahap perkembangan emosional yang belum stabil.
Mereka masih belajar mengenal diri, mengatur emosi, dan membangun hubungan yang sehat dengan orang lain.
Contoh nyata tampak dari video pengantin perempuan YL yang berteriak, dan tidak mampu mengendalikan emosinya.
Hal ini mencerminkan bahwa ia belum siap menghadapi tekanan dan ekspektasi dalam kehidupan pernikahan.
Berita Terkait
-
8 Tips Cegah Anak Jadi Korban Kejahatan Seksual, Termasuk dari Orang Terdekat
-
7 Ciri-Ciri Anak Cerdas yang Jarang Diketahui Orang Tua, Tak Hanya soal Angka dan Nilai
-
Tangis Pecah, Dedi Mulyadi Jadikan Siswa Yatim Piatu di Barak Militer Sebagai Anak Angkat
-
5 Tabungan Anak Terbaik di Bank dengan Setoran Ringan
-
Pernikahan Impian Gagal Terwujud, Kini Al Ghazali Malah Dituding Tak Tegas
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
Terkini
-
KPK Ungkap Akal Bulus Korupsi Pajak PT Wanatiara Persada, Negara Dibobol Rp59 M
-
5 Fakta OTT Kepala Pajak Jakut: Suap Rp6 Miliar Lenyapkan Pajak Rp59 Miliar
-
Megawati Tiba di Rakernas PDIP, Siapkan Arahan Tertutup Usai Disambut Prananda Prabowo
-
Gus Yaqut Tersangka Skandal Haji, Tambah Daftar Panjang Eks Menteri Jokowi Terjerat Korupsi
-
Konsisten Tolak Pilkada Lewat DPRD, PDIP: Masa Hak Rakyat Bersuara 5 Tahunan Mau Diambil?
-
Pakar Klarifikasi: Bongkar Tiang Monorel Rasuna Said Hanya Rp300 Juta, Bukan Rp100 Miliar
-
Selamat Tinggal Rompi Oranye? KPK Tak Akan Lagi Pamerkan Tersangka Korupsi di Depan Kamera
-
PDIP: Kami Penyeimbang, Bukan Mendua, Terungkap Alasan Ogah Jadi Oposisi Prabowo
-
Subuh Mencekam di Tambora: Api Amuk 15 Bangunan, Kerugian Tembus Rp1,7 Miliar
-
Trump Dikabarkan Kirim Operasi Khusus Militer AS untuk 'Caplok' Greenland