News / Nasional
Senin, 02 Juni 2025 | 16:42 WIB
Afifuddin Kalla (Direktur BMS) - Akbar Buchari (ketua umum BPP HIPMI) - Nami Katagiri (General Manager, Non Ferrous Metals Strategic Business Unit Sumitomo Corporation). PT Bumi Mineral Sulawesi (BMS) menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) strategis dengan Sumitomo Corporation di Osaka, Jepang [Suara.com/Istimewa]

PT Bumi Mineral Sulawesi merupakan perusahaan pengolahan mineral yang mengoperasikan smelter di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.

Pembangunan smelter dimulai pada Januari 2022 dan mulai beroperasi secara penuh pada April 2024.

Saat ini, BMS telah mengoperasikan satu Line SKEF Ferronickel (FeNi) di pabrik pertama.

Berikut adalah detail kapasitas produksi smelter BMS berdasarkan lini pengolahan:

1.SKEF Line 1 – Ferronickel (FeNi)

Kapasitas: 100 ton/hari atau 33.000 ton/tahun

2.RKEF Line 2 – High Nickel Matte

Kapasitas: 30 ton/hari atau 10.100 ton/tahun

3.RKEF Line 2 – Nickel Sulfate (NiSO)

Baca Juga: Bos Antam "Happy" di Tengah Ketidakpastian Ekonomi, Naiknya Harga Komoditas Jadi Berkah

Kapasitas: 95 ton/hari atau 31.400 ton/tahun

4.OESBF Line 3 – High Nickel Matte

Kapasitas: 30 ton/hari atau 10.100 ton/tahun

5.OESBF Line 4 – High Nickel Matte

Kapasitas: 30 ton/hari atau 10.100 ton/tahun

Produk-produk turunan dari smelter BMS meliputi Ferronickel (FeNi), Nickel Matte, dan Nickel Sulfate (NiSO).

Merupakan bahan baku penting dalam industri logam, baterai kendaraan listrik, dan sektor energi baru terbarukan.

Riwayat Kerja Sama Ekspor Produk BMS

Selain dengan Sumitomo Corporation, PT BMS juga telah menjalin kerja sama ekspor dengan sejumlah perusahaan internasional.

Berikut adalah daftar mitra dan nilai kontrak ekspor produk nikel BMS:

-Trafigura – Total kontrak sebesar USD 222.590

-Anhui Wanxin – Total kontrak sebesar USD 9.600.000

-Yieh United Steel Corp – Total kontrak sebesar USD 1.872.000

-Mitsui – Total kontrak sebesar USD 2.455.000

Kerja sama ini menunjukkan kepercayaan pasar global terhadap kualitas produk BMS serta peran strategis perusahaan dalam rantai pasok industri nikel internasional.

Rencana Produksi Bahan Baku Baterai Kendaraan Listrik

Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, PT Bumi Mineral Sulawesi juga berencana untuk memproduksi bahan baku baterai kendaraan listrik, khususnya Nickel Sulfate (NiSO).

Meski saat ini belum ada penjualan resmi, pengembangan lini produksi untuk kebutuhan energi masa depan telah menjadi prioritas perusahaan.

Dengan meningkatnya permintaan global terhadap kendaraan listrik (EV), produksi bahan baku baterai seperti Nickel Sulfate.

Akan memberikan kontribusi besar terhadap nilai tambah ekspor nasional dan mendukung program transisi energi bersih di Indonesia.

Komitmen terhadap Pembangunan Berkelanjutan dan Energi Terbarukan

BMS tidak hanya berfokus pada aspek komersial, tetapi juga menaruh perhatian besar pada prinsip keberlanjutan dan lingkungan.

Dalam proses produksinya, BMS berupaya untuk menggunakan energi terbarukan seperti energi air, serta menerapkan standar operasional ramah lingkungan dan memperhatikan aspek sosial di sekitar wilayah operasi.

“Tujuan kami bukan hanya menghasilkan produk berkualitas ekspor, tetapi juga menjadi bagian dari pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dan bertanggung jawab terhadap lingkungan,” ungkap perwakilan manajemen BMS.

Kerja sama antara PT Bumi Mineral Sulawesi dan Sumitomo Corporation menjadi contoh sinergi strategis antara perusahaan nasional dan mitra global.

MoU ini tak hanya memperluas pasar ekspor Indonesia, tetapi juga memperkuat posisi nikel sebagai komoditas unggulan dalam industri global.

Dengan kapasitas produksi yang terus berkembang, produk turunan berkualitas tinggi, serta dukungan terhadap hilirisasi dan keberlanjutan, BMS siap menjadi pemain utama dalam industri nikel nasional dan internasional.

Load More