PT Bumi Mineral Sulawesi merupakan perusahaan pengolahan mineral yang mengoperasikan smelter di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.
Pembangunan smelter dimulai pada Januari 2022 dan mulai beroperasi secara penuh pada April 2024.
Saat ini, BMS telah mengoperasikan satu Line SKEF Ferronickel (FeNi) di pabrik pertama.
Berikut adalah detail kapasitas produksi smelter BMS berdasarkan lini pengolahan:
1.SKEF Line 1 – Ferronickel (FeNi)
Kapasitas: 100 ton/hari atau 33.000 ton/tahun
2.RKEF Line 2 – High Nickel Matte
Kapasitas: 30 ton/hari atau 10.100 ton/tahun
3.RKEF Line 2 – Nickel Sulfate (NiSO)
Baca Juga: Bos Antam "Happy" di Tengah Ketidakpastian Ekonomi, Naiknya Harga Komoditas Jadi Berkah
Kapasitas: 95 ton/hari atau 31.400 ton/tahun
4.OESBF Line 3 – High Nickel Matte
Kapasitas: 30 ton/hari atau 10.100 ton/tahun
5.OESBF Line 4 – High Nickel Matte
Kapasitas: 30 ton/hari atau 10.100 ton/tahun
Produk-produk turunan dari smelter BMS meliputi Ferronickel (FeNi), Nickel Matte, dan Nickel Sulfate (NiSO).
Merupakan bahan baku penting dalam industri logam, baterai kendaraan listrik, dan sektor energi baru terbarukan.
Riwayat Kerja Sama Ekspor Produk BMS
Selain dengan Sumitomo Corporation, PT BMS juga telah menjalin kerja sama ekspor dengan sejumlah perusahaan internasional.
Berikut adalah daftar mitra dan nilai kontrak ekspor produk nikel BMS:
-Trafigura – Total kontrak sebesar USD 222.590
-Anhui Wanxin – Total kontrak sebesar USD 9.600.000
-Yieh United Steel Corp – Total kontrak sebesar USD 1.872.000
-Mitsui – Total kontrak sebesar USD 2.455.000
Kerja sama ini menunjukkan kepercayaan pasar global terhadap kualitas produk BMS serta peran strategis perusahaan dalam rantai pasok industri nikel internasional.
Rencana Produksi Bahan Baku Baterai Kendaraan Listrik
Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, PT Bumi Mineral Sulawesi juga berencana untuk memproduksi bahan baku baterai kendaraan listrik, khususnya Nickel Sulfate (NiSO).
Meski saat ini belum ada penjualan resmi, pengembangan lini produksi untuk kebutuhan energi masa depan telah menjadi prioritas perusahaan.
Dengan meningkatnya permintaan global terhadap kendaraan listrik (EV), produksi bahan baku baterai seperti Nickel Sulfate.
Akan memberikan kontribusi besar terhadap nilai tambah ekspor nasional dan mendukung program transisi energi bersih di Indonesia.
Komitmen terhadap Pembangunan Berkelanjutan dan Energi Terbarukan
BMS tidak hanya berfokus pada aspek komersial, tetapi juga menaruh perhatian besar pada prinsip keberlanjutan dan lingkungan.
Dalam proses produksinya, BMS berupaya untuk menggunakan energi terbarukan seperti energi air, serta menerapkan standar operasional ramah lingkungan dan memperhatikan aspek sosial di sekitar wilayah operasi.
“Tujuan kami bukan hanya menghasilkan produk berkualitas ekspor, tetapi juga menjadi bagian dari pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dan bertanggung jawab terhadap lingkungan,” ungkap perwakilan manajemen BMS.
Kerja sama antara PT Bumi Mineral Sulawesi dan Sumitomo Corporation menjadi contoh sinergi strategis antara perusahaan nasional dan mitra global.
MoU ini tak hanya memperluas pasar ekspor Indonesia, tetapi juga memperkuat posisi nikel sebagai komoditas unggulan dalam industri global.
Dengan kapasitas produksi yang terus berkembang, produk turunan berkualitas tinggi, serta dukungan terhadap hilirisasi dan keberlanjutan, BMS siap menjadi pemain utama dalam industri nikel nasional dan internasional.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Timnas Indonesia Lolos Semifinal Piala AFF U-19 2026 Usai Kalahkan Vietnam
Pilihan
-
Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Mozambik di FIFA Matchday Malam Ini
-
Menkes Budi Gunadi Sadikin Susul Chatib Basri dan Luhut ke Istana
-
Bupati Muara Enim Resmi Pakai Rompi Oranye KPK
-
Luhut Bawa Chatib Basri ke Istana, Ini Tujuannya
-
Di Mana Menkeu Purbaya saat Chatib Basri Dipanggil Prabowo ke Istana
Terkini
-
Bukan Cuma Megathrust, Sesar Misterius Ini Membentang dari Jakarta ke Surabaya, Seberapa Bahaya?
-
Kejar Quick Wins! Prabowo Boyong Menkes ke Lampung Besok demi Resmikan RSUD Baru
-
Narrative Backlash! Pakar: Unggahan Lama Prabowo Soal Rupiah Kini Jadi Senjata Makan Tuan
-
Polisi Sita Dokumen dari Lantai 12 WIKA Tower, Buntut Kasus Korupsi Pabrik Gula
-
DKI-Depok Kompak, Jalan Berlubang di Bawah Flyover UI Akhirnya Rata Aspal
-
Biar Serentak ke Meja Hijau, KPK Tambah 30 Hari Masa Tahanan Gus Yaqut di Kasus Haji
-
Otto Hasibuan Digugat Warga, Prabowo Didesak Nonaktifkan Sang Wamenko
-
Saran Mitigasi Korupsi Diabaikan, Ombudsman Bongkar Celah Maladministrasi di BGN dan Imipas
-
Korupsi CSR PT PJU Mandek, Boyamin Saiman Ancam Seret Kejari Banyuwangi ke Jalur Hukum
-
Keluar Istana, Budi Gunadi Jawab Isu Jadi Menkeu Baru