Ketika Menteri ESDM tiba di Sorong, aksi unjuk rasa menyambutnya. Tapi tidak semua masyarakat menolak tambang. Ketua Badan Musyawarah Kampung (Bamuskam) Gag, Waju Husein, menyatakan bahwa penolakan justru banyak datang dari luar.
“Kalau ada yang merugikan, kami yang pertama akan menolak,” ujar Waju. Ia menekankan bahwa selama ini, kehadiran tambang justru membantu warga. Sekitar 200 dari 700–900 warga bekerja di sana.
Waju, seorang petani, juga menerima bantuan bibit dan pupuk dari perusahaan. Hasil panennya dibeli oleh GAG Nikel. Nelayan seperti Fataha Banofo juga menjual hasil tangkapannya ke perusahaan.
Hal serupa disampaikan oleh Hulafa Umpsipyat dan Lukman Harun. Keduanya menggambarkan hubungan yang saling menguntungkan antara masyarakat dan perusahaan tambang.
Namun demikian, keberlangsungan operasi tambang tidak bisa hanya bergantung pada manfaat ekonomi jangka pendek.
Pulau Gag memang tidak termasuk dalam kawasan Geopark Raja Ampat. Tapi bukan berarti bebas dari tanggung jawab pelestarian lingkungan. GAG Nikel punya kewajiban menjaga ekosistem Pulau Gag. Menjaga kepercayaan warga. Dan menjaga masa depan.
Karena bagi masyarakat yang hidup bergantung pada tanah dan laut, keberlanjutan jauh lebih penting daripada keuntungan sesaat.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Are You Afraid of the Dark? Ketika Ambisi Berubah Jadi Konspirasi Mematikan
-
Sequis Life Dorong Masyarakat Mengevaluasi Kebutuhan Perlindungan
-
Ternyata Rutinitas Commuting ke SCBD Ikut Menyelamatkan Bumi
-
KPK Tuntut Eks Dirut PGN Hendi Prio Santoso 5 Tahun Penjara di Kasus Jual Beli Gas
-
Amnesty International: Kejahatan Harus Dilawan dengan Hukum, Bukan Penghakiman Massa
-
APBN Biayai Gaji Manajer Koperasi Merah Putih Selama Dua Tahun
-
Menghidupkan Kembali Nilai Sampah Lewat Filosofi Hamemayu Hayuning Bawono, Bagaimana Praktiknya?
-
Goldfinches, Buku Cantik tentang Kebahagiaan dalam Hal-Hal Sederhana
-
Dialami Penjaga Rumah Febrie Adriansyah, Pakar Farmakologi Ungkap Sebab Mulut Bisa Berbusa
-
Macet Jakarta Tak Berujung, Dishub DKI Akui Kekurangan 'Senjata' Hadapi Truk Besar Mogok