Representasi Demokrat: Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)
Nama lain yang sangat kuat adalah Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Masuknya Demokrat ke dalam KIM pada menit-menit akhir Pilpres 2024 terbukti menjadi langkah krusial.
Memberikan kursi Wapres kepada AHY akan menjadi "hadiah" politik yang setimpal sekaligus mengikat Demokrat lebih erat dalam barisan pendukung pemerintah. Latar belakang militer AHY juga dinilai sebagian kalangan akan menciptakan chemistry yang solid dengan Presiden Prabowo.
"Presiden tentu akan mempertimbangkan faktor keseimbangan koalisi. Memberikan posisi penting pada ketua umum partai seperti Demokrat adalah cara paling efektif untuk merawat soliditas," ungkap seorang politisi senior di lingkaran parlemen.
Kuda Hitam dan Alternatif Lain
Di luar dua nama tersebut, beberapa figur lain juga patut diperhitungkan. Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, yang juga menjabat Menteri Perdagangan, memiliki pengalaman panjang di legislatif dan eksekutif.
Selain itu, Presiden Prabowo bisa saja melirik figur profesional atau teknokrat yang dianggap mampu mendongkrak kinerja kabinet tanpa menimbulkan gejolak politik yang besar, meskipun opsi ini dinilai berisiko karena dapat memicu kecemburuan di antara partai koalisi.
Pada akhirnya, pilihan akan sangat bergantung pada pertimbangan strategis Presiden Prabowo.
Apakah ia akan memprioritaskan kekuatan politik dengan memilih ketua umum partai besar untuk menjamin stabilitas, atau memilih figur yang dianggap mampu memberikan nilai tambah dari sisi kapabilitas dan keahlian di bidang tertentu.
Baca Juga: Mahasiswa Pengkritik Gibran di Blitar Dipiting Paspampres, Guntur Romli PDIP: Berlebihan...
Keputusan ini tidak hanya akan menentukan siapa pendampingnya, tetapi juga akan membentuk wajah dan arah baru bagi sisa periode pemerintahannya.
Tag
Berita Terkait
-
Mahasiswa Pengkritik Gibran di Blitar Dipiting Paspampres, Guntur Romli PDIP: Berlebihan...
-
Demokrasi Omon-Omon? Momen Paspampres Piting Leher Mahasiswa PMII Pengkritik Gibran di Blitar Viral
-
Senasib Gibran Marten, Nadhira Hill Alami Kejadian Horor di Lokasi Syuting Film Lorong Kost
-
Bawa Poster 'Omon-Omon' Saat Kunjungan Wapres Gibran, 3 Mahasiswa Diringkus Paspampres
-
Bola Panas Pemakzulan Gibran, Ujian Loyalitas Prabowo atau Sekadar Politik Sandera?
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 Pilihan Sepatu Running Lokal Rp100 Ribuan, Murah tapi Kualitas Bukan Kaleng-Kaleng
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Mencerahkan Wajah, Cukup 3 Langkah Praktis Murah Meriah!
Pilihan
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
Terkini
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kronologi Waketum PSI Bro Ron Dipukul Orang Tak Dikenal, Pelaku Kini Mendekam di Polsek
-
Bela Nasib Karyawan Malah Dipukul, Polisi Ciduk 2 Pelaku Penganiaya Waketum PSI Bro Ron
-
Bantah Jadi Pembisik Prabowo Soal Yaman, Dudung Beri Pesan Menohok ke Habib Rizieq: Jaga Mulut
-
Putus Rantai Tawuran, Pemkot Jaksel Bangun Gelanggang Olahraga di Manggarai
-
Iran: Kroco Donald Trump Serang Kapal Sipil di Selat Hormuz, 5 Orang Tewas
-
Nekat! Meski Ada Aparat, Pria Tak Dikenal Tetap Hajar Waketum PSI Bro Ron, Ini Kronologinya
-
KPK Bongkar Aliran Dana CSR BI ke Yayasan Milik Heri Gunawan dan Satori, Dua Eks Pejabat Diperiksa
-
Apakah Hukum Kurban Online Sah? Ini Panduan Berkurban via Digital Sesuai Syariat
-
Neraka di Sinaloa: 3.180 Orang Tewas, Ribuan Diculik dalam Perang Kartel