“Kalian beri satu, kami juga beri satu,” kata akun @zxcv***.
Aksi ini pun menimbulkan berbagai tanggapan dari masyarakat Indonesia sendiri.
Banyak yang menganggap tindakan ini sebagai bentuk solidaritas untuk membalas perlakuan warga Brasil.
“Indonesia hanya boleh dihujat oleh rakyatnya sendiri,” komen akun @salma***.
“Perang ulasan aja, lebih aman daripada perang rudal,” ujar akun @mita***.
“Gpp kita rating aja Sungai Amazon, banyak anaconda tidak kids friendly,” kata akun @mift***.
“Lawan yang sangat sepadan, tidak ada yang mau mengalah,” ujar akun @syif***.
Sulitnya Proses Evakuasi Juliana Marins
Tim SAR dan para relawan menemukan kesulitan saat mengevakuasi jasad Juliana Marins yang terjatuh di kedalaman 600 dari titik jatuh.
Baca Juga: Anggota Tim SAR Tak Terima Agam Rinjani Dicap Pahlawan Tunggal Proses Evakuasi Juliana Marins
Berbagai upaya sudah dilakukan semaksimal mungkin untuk menemukan jasad wanita asal Brasil itu.
Agam Rinjani menjadi salah satu relawan yang berjasa mengangkat jasad Juliana menuju puncak meski dengan medan yang sangat sulit.
Mereka bahkan sempat dihujani batu saat menuju ke atas. Tak sampai di situ, Agam bersama beberapa orang lainnya, harus tidur di jurang berbatu dengan kondisi diikat dengan tali panjang.
Sebelumnya kepala Basarnas juga telah menjelaskan bagaimana sulitnya medan yang harus ditempuh untuk bisa mengevakuasi Juliana Marins.
“Saya sampaikan bahwa posisi lokasi jatuhnya korban ada di ketinggian 9000 feet di mana kondisi oksigen sudah sangat terbatas, sehingga pergerakan juga tidak bisa dengan mudah para rekan-rekan rescuerer untuk melaksanakan kegiatan,” ujar Kepala Basarnas Mohammad Syafii saat konferensi pers.
Juliana Marins berhasil ditemukan pada Selasa, 24 Juni 2025. Jasadnya lalu berhail dievakuasi dan tiba di Resort Sembalun dan langsung dibawa ke RS Bhayangkara Polda NTB.
Kontributor : Rizka Utami
Berita Terkait
-
Pengakuan Agam Rinjani Soal Evakuasi Juliana Marins dari Gunung Rinjani: Ini Paling Sulit
-
Usai Diautopsi Atas Kemauan Keluarga, Kemlu RI Siap Pulangkan Jenazah Juliana Marins ke Brasil
-
Terpeleset Saat Turun dari Puncak Rinjani, Begini Kronologi Lengkap Jatuhnya Pendaki Malaysia
-
Open Donasi Agam Rinjani dari Warganet Brasil Capai Rp1,5 Miliar?
-
Horor Rinjani Berlanjut, Pendaki Malaysia Jatuh 200 Meter Dekat Lokasi Tewasnya WN Brasil
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?