- Sejumlah WNA menjadi korban penjambretan ponsel di kawasan Bundaran HI dan sekitarnya sepanjang April hingga Mei 2026.
- Polisi menyatakan pelaku menyasar korban secara acak yang terlihat lengah tanpa keterkaitan jaringan kejahatan yang terorganisir.
- Polsek Menteng meningkatkan pengamanan melalui patroli rutin serta kerja sama dengan pihak gedung untuk mencegah kejahatan berulang.
Suara.com - Kasus viral penjambretan terhadap warga negara asing (WNA) asal Italia di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat pada Kamis (14/5/2026) kemarin ternyata bukan yang pertama.
WNA asal Polandia sudah lebih dulu bernasib sial akibat tindak kejahatan serupa yang ia alami di wilayah tersebut.
"Benar, ada beberapa kejadian pencurian HP modus jambret khususnya di wilayah Menteng yang dialami oleh WNI dan WNA," ujar Kapolsek Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu, Jumat (15/5/2026).
Ia menjelaskan, para pelaku tidak menyasar korban secara spesifik. Melainkan mengincar siapa saja yang tampak tidak waspada.
"Pelaku modusnya random, terhadap korban yang terlihat lengah di pinggir jalan," papar Braiel.
Hingga kini, polisi belum menemukan indikasi bahwa para pelaku tergabung dalam satu jaringan terorganisir.
"Keterkaitan antara pelaku sampai saat ini belum kami temukan modus komplotan jambret," kata Braiel.
Namun guna menekan angka kejadian serupa, Polsek Menteng menggandeng berbagai pihak untuk memperketat pengamanan di kawasan tersebut.
"Pencegahan dengan bekerja sama dengan sekuriti gedung perkantoran dan hotel, serta pengamanan halte Transjakarta," terang Braiel.
Baca Juga: Bundaran HI Tak Lagi Aman usai Turis Italia Jadi Korban Jambret? Legislator PSI Bereaksi Keras
Giat patroli di jam-jam rawan juga mulai digencarkan Polsek Menteng guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan seperti yang belakangan terjadi.
Sebelum ramai kasus jambret di Bundaran HI, satu WNA sudah lebih dulu jadi korban di depan Sekolah Santa Ursula, kawasan Pasar Baru, Sawah Besar.
Robin, WNA asal Jerman, harus menelan pil pahit saat ponselnya disambar jambret di pinggir jalan medio April 2026 lalu.
Berita Terkait
-
Bundaran HI Tak Lagi Aman usai Turis Italia Jadi Korban Jambret? Legislator PSI Bereaksi Keras
-
Pembangunan MRT Bundaran HI-Kota Tua Hampir 60 Persen Rampung
-
Dompet Kosong Guru Honorer dan Nurani yang Ikut Terkoyak
-
Revitalisasi MRT Bundaran HI, Lalu Lintas Thamrin Direkayasa hingga Akhir Mei 2026
-
Ironi Jakarta: WNA Jerman Dijambret di Tengah Status Kota Teraman ASEAN
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
Terkini
-
Tak Punya Utang, Total Harta Kekayaan Wapres Gibran di LHKPN Tembus Rp27,9 Miliar
-
Laporan UNICEF: Satu Anak Palestina Meninggal Tiap Pekan, 85 Persen Ulah Israel
-
PSI Siap Kawal Jokowi Safari ke Penjuru Nusantara, Bestari Barus: Sudah Agenda Sejak Awal
-
Nasib Anggota DPRD Jember yang Kepergok Main Game Saat Rapat Akan Diputuskan Hari Ini
-
Hujan Lebat Disertai Petir Intai Langit Jabodetabek Hari Ini
-
Bestari Barus Tegaskan Jokowi Bagian dari PSI: Akan Turun ke Masyarakat pada Saatnya
-
Tegakkan Kedaulatan Digital, Polri Ringkus 321 WNA Mafia Judol Lintas Negara
-
Jangan Biarkan Anak Asyik Sendiri dengan Gadget! KPAI Ingatkan Bahaya Tersembunyi di Kamar
-
Kemlu China Peringatkan AS, Sebut Perang Iran Tak Seharusnya Terjadi
-
Mungkinkah Ibu Kota Pindah IKN pada Masa Prabowo-Gibran? Begini Kata Pakar UMY