Suara.com - Sosok Nurmala Kartini Sjahrir kembali menyita perhatian publik setelah namanya diajukan sebagai calon Duta Besar Republik Indonesia untuk Jepang.
Sosok yang dikenal dengan rekam jejak panjang di bidang antropologi, perempuan, hingga diplomasi ini bukan hanya adik dari tokoh penting nasional, tapi juga pribadi yang berdiri atas prestasinya sendiri.
Berikut lima fakta menarik tentang Kartini Sjahrir:
1. Latar Belakang Keluarga: Adik Luhut, Ibu dari Pandu Sjahrir
Lahir dari keluarga Panjaitan, Kartini adalah adik dari Luhut Binsar Pandjaitan, tokoh juga pernah menjabat Menko Kemaritiman dan Investasi.
Ia juga merupakan ibu dari Pandu Patria Sjahrir, tokoh muda dunia bisnis dan investasi yang menjabat CIO Danantara. Kartini tumbuh dalam lingkungan yang sarat dengan nilai kepemimpinan.
2. Akademisi UI hingga Doktor Boston University
Kartini menamatkan pendidikan sarjana di bidang Antropologi di Universitas Indonesia tahun 1976.
Ia melanjutkan studi pascasarjana di Boston University, Amerika Serikat, hingga meraih gelar doktor.
Baca Juga: Kwon Eunbi Kembali Tampil Panas di Panggung Waterbomb Seoul 2025
Ia juga pernah mengajar di UI dan menjadi peneliti di lembaga yang bekerja sama dengan Harvard University dan Kemenkeu RI.
3. Pernah Menjabat Dubes RI untuk Tiga Negara
Kartini telah mengemban tugas sebagai Duta Besar RI untuk Argentina, Paraguay, dan Uruguay.
Selama masa tugasnya, ia mendapatkan penghargaan kehormatan “Order de Mayo el Merito en el Grado Gran Cruz” dari Pemerintah Argentina pada tahun 2014.
Penghargaan ini menunjukkan pengakuan atas kontribusi diplomatik dan kerja kerasnya dalam memperkuat hubungan bilateral Indonesia di kawasan Amerika Latin.
4. Aktivis Sosial dan Lingkungan Sejak Lama
Tag
Berita Terkait
-
Dari Jenderal hingga Mantan Menteri: Ini Daftar Lengkap 24 Calon Dubes RI yang Lolos Uji DPR
-
Siapa Nurmala Kartini? Adik Luhut yang Jadi Kandidat Dubes Jepang, Ini Profil Lengkapnya!
-
Calon Dubes RI untuk Jepang, Mantan Ketua Mahasiswa Pencinta Alam
-
Adik Luhut Ikut Fit And Proper Test Calon Dubes Tokyo, Sederet Masalah Ini Diungkap di DPR
-
Fit and Proper Test di Komisi I DPR RI, Ada Nama Adik Luhut hingga Eks Menko Jadi Calon Dubes
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM