Ini sejalan dengan format dakwahnya yang khas: ceramah yang diikuti sesi tanya jawab panjang, di mana ia mempersilakan siapa saja untuk mengajukan pertanyaan, sanggahan, atau keraguan.
Suasana inilah yang menjadi daya tarik utamanya. Bukan sekadar ceramah satu arah, melainkan sebuah arena dialog publik.
"Di Solo yang sudah mendaftar online sekira 5.800 orang. Menurut informasi dari pengelola gedung Edutorium UMS, yang di dalam, tengah, bisa sekitar 6.000 orang, ditambah yang tribun fasilitasnya bisa sekitar 8.000 sampai 10.000 orang," ujar Ketua Panitia Dr Zakir Naik Visit Indonesia 2025, Dondy Tan.
Ribuan peserta yang hadir, menurut laporan, tidak hanya datang untuk mendengar, tetapi juga untuk bertanya, menjadikannya sebuah forum intelektual yang hidup.
Omzet Jutaan Dolar, Tapi Hidup Rp8 Juta Sebulan
Salah satu aspek yang paling menarik dan jarang dibahas dari profil Zakir Naik adalah kehidupan finansialnya.
Di satu sisi, ia dilaporkan memiliki sejumlah bisnis yang mampu menghasilkan omzet jutaan dolar setahun.
"Rata-rata setiap bulan, aku meluangkan waktu dua hari untuk bisnis. Dengan kesederhanaanku, Allah sudah memberikanku berkat dengan banyak sekali bisnis," ucapnya.
Dr Zakir Naik tak menyebutkan di bidang apa bisnis yang diageluti namun ia mengungkapkan bahwa ada 9 hingga 10 usaha saat ini.
Namun, di sisi lain, ia berkomitmen pada prinsip yang ia pegang teguh. Tidak mengambil sepeser pun uang dari kegiatan dakwahnya.
Baca Juga: Zakir Naik Ceritakan Perjalanan Spiritual: Dari Dokter Bedah hingga Ogah Ambil Uang Dakwah
"Saya tidak pernah mengambil satu Rupee pun, satu Dolar pun, atau satu Rupiah pun dari uang dakwah," ungkapnya dalam sebuah kesempatan.
Lebih mengejutkan lagi adalah gaya hidupnya. Dilaporkan bahwa untuk kebutuhan pribadi dan keluarganya, Zakir Naik hanya menganggarkan sekitar 50.000 Rupee atau setara dengan Rp8,6 juta per bulan.
Sebuah angka yang sangat kontras dengan pendapatan bisnisnya. Ia memilih untuk hidup sederhana, jauh dari kemewahan yang mungkin bisa ia nikmati.
Paradoks antara kekayaan bisnis dan kesederhanaan pribadi ini menunjukkan sebuah dimensi lain dari karakternya, yang sering kali luput dari pemberitaan mengenai kontroversinya.
Dakwah dan Kontroversi Zakir Naik yang Tak Terpisahkan
Tidak bisa dipungkiri, nama Zakir Naik selalu diiringi dengan kontroversi.
Sejumlah pandangannya dianggap terlalu keras oleh sebagian kalangan, dan metode dakwahnya yang konfrontatif sering kali memicu perdebatan panas.
Berita Terkait
-
Zakir Naik Ceritakan Perjalanan Spiritual: Dari Dokter Bedah hingga Ogah Ambil Uang Dakwah
-
Raup Omzet Jutaan Dolar dari Bisnis, Zakir Naik Pilih Hidup Sederhana Pakai Rp8 Juta per Bulan
-
Dituduh Danai Terorisme, Intip 3 Sudut Apartemen Sederhana Zakir Naik di Malaysia
-
Zakir Naik Dikabarkan Mau ke Indonesia, Abu Janda 'Kepanasan' Desak Pemerintah Tak Terima
-
Singgung soal Piala Dunia 2022, Ini Deretan Kontroversi Zakir Naik
Terpopuler
Pilihan
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
-
Dua Kapal Tanker Pertamina Masih di Selat Hormuz, Begini Nasib Awaknya
-
Sesaat Lagi! Link Live Streaming Persija vs Borneo FC, Jaminan Laga Seru di JIS
Terkini
-
Benarkah Gaji Nakes Jakarta Mandek 10 Tahun? Ini Duduk Perkaranya
-
Analis: Iran di Atas Angin, Ini Sebabnya
-
Meski Kehilangan Istri, Haji Suryo Tanggung Penuh Biaya dan Sekolah Korban Kecelakaan
-
Jaringan Perburuan Gajah Sumatera Dibongkar, Kadiv Humas: 15 Tersangka Diamankan!
-
OTT Pekalongan: 11 Orang Termasuk Sekda Tiba di Gedung KPK, Apa Peran Bupati Fadia Arafiq?
-
JIS Kini Terhubung ke Ancol dan Stasiun KRL, Anies Baswedan: Alhamdulillah
-
Babak Baru Kasus Hasbi Hasan, KPK Laporkan Linda Susanti ke Polda Metro Jaya
-
Duduk di Tengah SBY dan Jokowi, Prabowo Pimpin Silaturahmi dan Diskusi di Istana Merdeka
-
Dua Kapal Tanker Pertamina Masih di Selat Hormuz, Begini Nasib Awaknya
-
Pramono Anung Mau Sikat Terminal Bayangan, Wajibkan 26.500 Pemudik Lewat Jalur Resmi