- Gubernur DKI Jakarta berkomitmen menertibkan terminal bayangan demi keamanan transportasi jelang mudik 2026.
- Pemprov DKI mengimbau pemudik memanfaatkan terminal resmi, diperkirakan 26.500 orang akan berangkat.
- Penertiban terminal ilegal bertujuan memastikan kelaikan kendaraan dan mengurangi potensi kemacetan lalu lintas.
Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan komitmennya untuk menertibkan keberadaan terminal bayangan yang kian menjamur di berbagai sudut ibu kota.
Langkah tegas ini diambil demi menjamin ketertiban serta keamanan sistem transportasi menjelang musim mudik tahun 2026 yang semakin dekat.
"Untuk terminal-terminal bayangan yang lebih ramai, maka itu adalah hal yang akan kami tertibkan," ujar Pramono di kawasan Glodok, Jakarta Barat, Selasa (3/3/2026).
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kini tengah memfokuskan pengawasan pada titik-titik transportasi ilegal yang sering memicu kesemrawutan lalu lintas.
Mantan Sekretaris Kabinet itu meminta agar seluruh calon pemudik bersikap kooperatif dengan memanfaatkan fasilitas terminal resmi yang telah disediakan.
"Kami meminta semuanya menggunakan terminal secara resmi, termasuk nanti yang akan mudik," tambah Pramono.
Kebijakan ini juga berkaitan dengan kesiapan armada transportasi untuk mengakomodasi puluhan ribu warga yang berencana pulang ke kampung halaman.
Pemprov DKI Jakarta memprediksi jumlah pemudik yang akan diberangkatkan melalui jalur koordinasi resmi mencapai angka yang cukup signifikan.
"Jakarta yang sudah memutuskan yang akan mudik 26.500 orang, kami akan menggunakan transportasi ataupun terminal yang resmi," tegas Pramono.
Baca Juga: Di Depan Anies Baswedan, Pramono Anung Pastikan Jembatan Penghubung JIS-Ancol Diresmikan Mei
Pemanfaatan lokasi ikonik seperti Monas sebagai terminal bayangan merupakan bentuk pengecualian khusus yang tetap berada di bawah pengawasan ketat otoritas terkait.
"Kecuali yang mendapatkan persetujuan atau izin dari Pemerintah DKI Jakarta seperti Monas begitu, itu bisa digunakan," terang Pramono.
Selain untuk menjaga ketertiban, penggunaan terminal resmi juga bertujuan untuk memastikan kelaikan kendaraan yang akan mengangkut para penumpang.
Penertiban ini diharapkan dapat mengurai potensi kemacetan parah yang seringkali disebabkan oleh aktivitas naik-turun penumpang di lokasi yang tidak semestinya.
Upaya sterilisasi terminal liar juga menjadi bagian dari strategi besar Pemprov DKI Jakarta dalam menyambut lonjakan arus mudik tahun ini agar tetap kondusif.
Berita Terkait
-
Titip Pesan ke Ahok Lewat Veronica Tan, Pramono Anung: Urusan Sumber Waras Sudah Beres
-
Di Depan Anies Baswedan, Pramono Anung Pastikan Jembatan Penghubung JIS-Ancol Diresmikan Mei
-
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Diprediksi Jadi 'Matahari Baru' di Pilpres 2029, Ini Pemicunya
-
Disebut Mandek 10 Tahun, Pramono Anung Heran Soal Gaji Nakes Jakarta: Masa Sih Nggak Naik?
-
Konflik AS-Israel dan Iran Memanas, Pemprov DKI Jamin Stok Pangan Jakarta Aman Jelang Lebaran
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Siapa yang Menentukan Audit BPK di 3 Daerah Sumsel? Ini yang Kini Didalami KPK
-
Minta Praperadilan Febrie Ditolak, Kejagung: Tak Ada Duplikasi Penetapan Tersangka
-
Yuk Nonton Maestro Tenor Andrea Bocelli di Borobudur, Pertemuan Mahakarya Dunia dan Warisan Budaya
-
PDIP Kirim Kapal Rumah Sakit ke Flores, Hasto: Bantu Korban Tanpa Lihat Pilihan Politik
-
Bantu Korban Gempa NTT, Pemprov DKI Kumpulkan Donasi Rp5,8 Miliar
-
Beredar Kabar OTT di Kabupaten Bogor, KPK: Kami Akan Sampaikan Kepada Publik Secara Transparan
-
Mengenal Karakter Zodiak Bulan September, Si Detail Virgo dan Si Harmonis Libra
-
Keluarga Ungkap Fakta di Balik Tewasnya Kakek 80 Tahun Terserempet KRL di Cawang-Tebet
-
Banggar Tagih Profil Utang Pemerintah, Purbaya Janji Serahkan Dalam 10 Hari
-
Timeless Project Live Ajak Generasi 2000-an Bernostalgia Lewat Lima Warna Musik