Jika terbukti bahwa konten tersebut menampilkan eksploitasi terhadap anak di bawah umur, maka para pelaku perekaman, penyebaran, hingga penonton video tersebut dapat dikenai sanksi tegas sesuai Undang-Undang ITE dan Undang-Undang Perlindungan Anak.
“Banyak yang menilai konten tersebut tidak pantas dan terkesan mengeksploitasi anak di bawah umur demi popularitas,” tulis seorang pengguna X dalam komentarnya.
Sebelum viral dengan kontroversi ini, Andini Permata dikenal sebagai kreator konten TikTok yang membagikan tips kecantikan dan gaya hidup.
Namun, satu video pendek yang menunjukkan interaksinya dengan seorang anak, yang disebut-sebut sebagai “bocil”, menjadi awal dari gelombang viral yang membawanya ke pusat perhatian.
Video tersebut dianggap sebagian netizen sebagai tidak pantas. Publik pun menilai interaksi tersebut bernuansa eksploitasi anak, yang semakin memperkeruh situasi hingga dimanfaatkan oleh penyebar hoaks.
Kini, sorotan tajam publik tertuju pada langkah aparat penegak hukum. Desakan agar pihak kepolisian segera menyelidiki kebenaran video dan identitas pelaku terus bermunculan.
Polisi diharapkan memproses secara hukum jika ditemukan unsur pelanggaran, terlebih jika benar melibatkan eksploitasi anak.
Kasus video syur Andini Permata ini menjadi peringatan bagi publik tentang pentingnya bijak dalam mengakses dan menyebarkan konten digital.
Di era viral, popularitas bisa berujung petaka, terutama jika ditunggangi pihak-pihak yang mengejar keuntungan dengan cara tidak etis.
Baca Juga: 5 Fakta Video Andini Permata Bareng Bocil Diburu Netizen
Berita Terkait
-
Viral! Ibu Ini Ungkap Kelalaian RS Hasan Sadikin, Bayinya Sempat Tertukar dan Dibawa Orang Lain
-
Baru Sehari Menikah, Wanita di Malang Syok Suaminya Ternyata Perempuan
-
Suami Pertama Owner Toko di Bulukumba Bantah Selingkuh: Nona Ike Nikah Lebih Dulu!
-
Viral Lowongan ART Gaji Rp1 Juta, Netizen Murka: VOC Aja Enggak Gitu-Gitu Amat!
-
Viral Kisah Pak Untung, Guru Tanpa Tangan di Madura Jago Menulis Huruf Arab
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
KPK OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu Diamankan
-
Seskab Teddy Pastikan Indonesia Tidak Akan Tarik Pasukan dari UNIFIL
-
Lagi-lagi Singgung Iran, Ini Sesumbar Donald Trump Soal Pasokan Minyak
-
Kantor Kementerian PU Digeledah Kejati, Seskab Teddy: Silakan, Pemerintah Terbuka untuk Proses Hukum
-
Seskab Teddy: Presiden Prabowo Bakal ke Rusia Dalam Waktu Dekat
-
Pastikan Program Unggulan Presiden Berjalan, Mendagri Tinjau Program Perumahan Rakyat di Tomohon
-
Seskab Teddy Bantah Isu Indonesia Bakal 'Chaos': Itu Narasi Keliru!
-
Diversifikasi Pasar Belum Optimal, Indonesia Rentan Terseret Dampak Konflik Timur Tengah
-
Seskab Teddy Sebut Ada Fenomena Inflasi Pengamat: Beri Data Keliru, Picu Kecemasan
-
Kritik Wacana War Tiket Haji, Pakar UGM: Negara Seharusnya Beri Kesetaraan Bukan Ruang Kompetisi