Namun, risikonya sangat besar:
Dunia konten berbayar mungkin tampak tertutup dan aman, namun kenyataannya tidak ada jaminan mutlak bahwa konten yang dibagikan kepada pelanggan, bahkan yang dianggap terpercaya, tidak akan bocor.
Dalam banyak kasus, video atau foto yang semula hanya dikonsumsi kalangan terbatas justru berakhir tersebar luas karena satu tangkapan layar atau unggahan ulang.
Lebih dari itu, ancaman yang lebih gelap mengintai: pemerasan digital atau sextortion.
Tak jarang, pelaku justru berasal dari lingkaran dekat atau mitra dalam pembuatan konten, yang kemudian menggunakan materi tersebut sebagai alat tekan untuk mendapatkan uang, seks, atau keuntungan lain.
Di sinilah batas antara kontrol diri dan jebakan eksploitasi menjadi semakin kabur—dan berbahaya.
Kasus ini menjadi studi kasus nyata tentang sisi gelap ekonomi kreator digital. Apakah keuntungan finansial sepadan dengan risiko kehancuran reputasi, trauma psikologis, dan potensi jerat hukum?
Pernahkah kamu mempertimbangkan untuk membuat atau membeli konten eksklusif?
Apa pendapatmu tentang risiko di baliknya?
Mari berdiskusi secara sehat.
Baca Juga: Dari Laporan ke Viral: Ini Kronologi Lengkap Kasus Video Syur Lisa Mariana
Berita Terkait
-
Dari Laporan ke Viral: Ini Kronologi Lengkap Kasus Video Syur Lisa Mariana
-
Lisa Mariana Korban? Pengacara Sebut Video Direkam Saat Tak Sadar, Ini Faktanya
-
Korban Iming-iming, Lisa Mariana Dipaksa Berhubungan Badan di Video Syur
-
Ingat Lagi Analisis Roy Suryo Sebelum Lisa Mariana Akui Jadi Pemeran Video Syur
-
Pemeriksaan Lisa Mariana Terkait Kasus Video Syur Ada Kendala, Kenapa?
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- 5 Sampo Penghitam Rambut yang Tahan Lama, Solusi Praktis Tutupi Uban
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- 4 Bedak Wardah Terbaik untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Bantu Samarkan Kerutan
- Bukan Sekadar Wacana, Bupati Bogor Siapkan Anggaran Pembebasan Jalur Khusus Tambang Tahun Ini
Pilihan
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
-
Tanpa Bintang Eropa, Inilah Wajah Baru Timnas Indonesia Era John Herdman di Piala AFF 2026
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
Terkini
-
Malam-malam Mendiktisaintek Brian Yuliarto Datangi Istana, Dibonceng Patwal
-
Suara.com Bersama LMC Gelar 'AI Tools Training for Journalists' di Yogyakarta
-
Pengaduan Pelanggaran Hak Anak ke KPAI Melonjak, Identitas 66 Persen Pelaku Tidak Diungkap
-
Antisipasi Banjir, Pemprov DKI Perpanjang Operasi Modifikasi Cuaca Hingga 22 Januari
-
Hirup Udara Bebas, Laras Faizati Ingin Ziarah ke Makam Ayah Hingga Main ke Mal
-
Pakar Hukum Sebut Pilkada Lewat DPRD Suburkan Oligarki dan Renggut Kedaulatan Rakyat
-
Mendagri Pimpin Rakor Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatra
-
DPRD DKI Pastikan Tiang Monorel Rasuna Said Kembali ke Adhi Karya usai Dibongkar Pemprov
-
Laras Faizati Divonis Bersalah Tapi Bebas, Bivitri: Ini Bukan Putusan Demokratis
-
Prabowo Diprediksi Reshuffle Usai Evaluasi saat Retret, Siapa saja Menteri Layak Diganti?