Suara.com - Calon Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) nomor urut 2, Kaesang Pangarep hampir dipastikan memenangkan Pemilu Raya PSI.
Sebab, perolehan suara Kaesang selaku calon petahana sudah unggul jauh dibandingkan dua lawannya, Ronald Sinaga dan Agus Mulyono Herlambang.
Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Steering Committee (SC) Pemilu Raya PSI, Beny Papa.
Meski memastikan Kaesang unggul signifikan, Beny enggan mengungkap berapa perolehan suara tiap calon.
"Jadi per hari ini, tadi jam 8 (pagi) saya cek, kita sudah di angka 71 persen suara masuk, itu 132.400 (suara), nah posisinya adalah Sekarang Mas Kaesang sudah di atas memang, sudah unggul dari kedua kandidat yang lain," ujar Beny kepada Suara.com, Jumat (18/7/2025).
"Tapi kalau kita lihat sih, untuk posisi kita umum sudah sangat signifikan untuk selisihnya," lanjut Beny.
Sementara, perolehan suara Ronald alias Bro Ron selaku calon ketum nomor urut 1 dan calon nomor urut 3 Agus Mulyono memiliki selisih yang tak jauh.
"Kemudian Bro Agus sama Bro Ron hampir dipastikan bahwa mereka di angka yang saya kira bisa dikatakan sama ya. Karena selisih ini cuma ratusan suara, kalau kita lihat sangat tipis, yang mungkin kita akan lihat nanti di malam nanti, kira-kira seperti apa," ungkapnya.
Saat ini, Beny menyebut masih ada sekitar 50 ribu kader PSI yang belum menentukan pilihan.
Baca Juga: PSI Ganti Logo Jadi Gajah, Tak Jaminan Tingkatkan Elektabilitasnya
Meski demikian, kemungkinan menyusul Kaesang cukup sulit mengingat suara yang tersisa akan terbagi.
"Presentasenya cukup jauh, tapi kan kita lihat kalau, karena ini kan ada dua kandidat lain juga yang akan berbagi suara 50.000 itu, kita lihat lah," pungkasnya.
Efek Jokowi yang Membuat Pemilu Raya PSI Terasa Formalitas?
Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep, menunjukkan rasa percaya diri yang tinggi untuk kembali menduduki kursi pimpinan partai.
Menjelang Kongres Perdana PSI di Solo, ia menyatakan keyakinannya untuk menang dalam mekanisme "Pemilu Raya" yang akan digelar untuk memilih ketua umum periode 2025-2030.
Dasar dari optimisme tersebut, kata Kaesang, adalah hasil polling internal partai yang menunjukkan keunggulan untuk dirinya.
Berita Terkait
-
Keliling Jateng Jelang Pemilu Raya PSI, Kaesang Banyak Dapat Wejangan dari Jokowi
-
Kaesang Umumkan Transformasi PSI: Ketua Umum Dipilih Langsung Anggota
-
Ceritakan soal Jokowi Batal Daftar Calon Ketum PSI, Kaesang Minta Doa: Saya Ingin Sekali Lagi
-
Bro Ron Bisa Kalahkan Kaesang? Senjata Rahasia Ini Jadi Kunci Kemenangan di Pemilu Raya PSI
-
Peluang Kaesang di Ujung Tanduk? Sistem 'One Member, One Vote' PSI Bisa Jadi Batu Sandungan
Terpopuler
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
- Rekam Jejak Muhammad Suryo: Pebisnis dari Nol hingga Jadi Bos Rokok HS
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
Aset PT MASI Rp 14,5 Triliun Dibekukan, Korban Ilegal Akses Desak Kepastian Uang Kembali
-
Ahmad Muzani: Indonesia Bisa Kapan Saja Keluar BoP, Tapi Butuh Hal Ini
-
Turkiye Tangkis Rudal Iran, Kirim Peringatan ke Teheran
-
Timur Tengah Memanas, DPR Segera Panggil Kementerian Haji Bahas Nasib Jemaah Umrah
-
Ketegangan Memuncak: Korban Jiwa di Iran Tembus 1.145 Orang
-
Pengamat: BHR untuk Mitra Ojol Bentuk Kebijakan Perusahaan Berbasis Produktivitas
-
Gaji Guru PPPK Paruh Waktu Sering Telat, DPR Desak Pemerintah Pusat Turun Tangan
-
Kubu Yaqut Pertanyakan Keabsahan Kerugian Negara Rp622 M: Nilainya Berubah-ubah
-
Hak Korban Kekerasan Seksual Terabaikan, LBH APIK Kritik Penerapan RJ dan Pemotongan Anggaran
-
Kerugian Korupsi Kuota Haji Rp622 Miliar, KPK Beberkan Bukti Audit BPK di Praperadilan Yaqut