Suara.com - Sebuah kisah penuh haru dan perjuangan seorang ayah menggetarkan jagat maya. Berjuang dengan segala keterbatasan, sang ayah rela melakukan apa saja, termasuk meminjam uang, demi bisa menyaksikan momen kelulusan putri tercintanya.
Kisah inspiratif ini pertama kali dibagikan oleh sang anak melalui akun TikTok @/RisthoPawaly. Melalui serangkaian foto, ia memperlihatkan betapa besar pengorbanan ayahnya hingga ia berhasil meraih gelar sarjana.
"Satu dunia sudah melihat kerja kerasmu, pak," tulis Ristho Pawaly pada unggahannya, sebagai bentuk apresiasi tertinggi untuk ayahnya.
Dalam unggahan tersebut, terungkap bahwa sang ayah sehari-hari bekerja keras dengan berjualan tas secara keliling.
Namun, momen paling menyentuh dan menyayat hati justru terjadi di hari wisuda, saat sebuah kalimat polos meluncur dari bibir ayahnya.
"Kayaknya bapak yang paling miskin ya dari semua orangtua yang hadir," kata sang ayah kepada putrinya kala itu.
Ucapan tersebut sontak membuat Ristho terenyuh. Bukan karena malu, ia justru melihat ketulusan dan perjuangan luar biasa dari ayahnya yang rela menempuh perjalanan jauh dari Sumatera ke Kalimantan hanya untuk hari istimewanya.
"Seminggu sebelum aku wisuda, bapak video call. Dia bilang mau datang ke wisuda ku," kenang Ristho.
Perjuangan itu semakin terasa berat saat ia mengetahui ayahnya harus mencari pinjaman demi bisa membeli tiket perjalanan antar-pulau.
Baca Juga: Dedi Mulyadi Blak-blakan Soal Larang Wisuda Sekolah, Selamatkan Warga Jabar dari Jerat Pinjol
"Ini bapak mau berangkat dengan ongkos pinjam sana sini," imbuhnya.
Yang membuat kisah ini semakin luar biasa adalah latar belakang pendidikan sang ayah.
Ristho mengungkapkan, ayahnya yang hanya lulusan Sekolah Dasar (SD) mampu membuktikan bahwa keterbatasan pendidikan tak menghalangi tekadnya untuk menyekolahkan anak setinggi mungkin.
"Bapak tamat SD tapi bisa sekolahkan aku sampai sarjana," tutur Ristho dengan bangga.
Kisah ini pertama kali diunggah pada Juni 2025, namun kembali viral dan menuai simpati publik setelah dibagikan ulang oleh akun Instagram Nasution Book pada Rabu, 6 Agustus 2025.
Warganet yang melihatnya pun tak kuasa menahan haru.
Berita Terkait
-
Ada yang Janggal, Dokter Tifa Pertanyakan Keaslian Map Wisuda Jokowi
-
Inspirasi Riasan Wisuda dari Para Artis: Simpel, Elegan, dan Memesona!
-
Hilangnya Muruah Wisuda dan Industri Kebanggaan
-
Fresh Graduate Wajib Tahu, Alasan Soft Skill Sekarang Lebih Penting dari Sekadar Nilai di Transkrip
-
Deretan Momen Viral Dedi Mulyadi, Sekolah Barak Hingga Vasektomi
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- 5 Sepeda Lipat yang Ringan Digowes dan Ngebut di Tanjakan
Pilihan
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Terkini
-
Sempat Dikira Kain Popok, Begini Cerita Fatmawati Saat Pertama Kali Terima Bahan Bendera Pusaka
-
Mensos Gus Ipul: Digitalisasi Bansos Signifikan Tekan Kesalahan Data
-
Kemensos Rehabilitasi 7 PMI Korban TPPO di Turki
-
WN China Tersangka Kasus Tambang Emas Kabur, Ditangkap Imigrasi di Entikong
-
Soroti Kematian Bocah SD di NTT, Hasto PDIP: Bangunlah Jiwanya, Tapi Anak Tak Bisa Beli Pena
-
Gus Ipul Ajak Para Kades Tindaklanjuti Arahan Presiden Kawal Data Kemiskinan
-
Wajah Ridwan Kamil Dicopot dari Underpass Depok, Ikon 'Jabar Juara' Akan Diganti Tokoh Lokal?
-
Kapolda Aceh ke Anggota: Jadilah Lilin, Walau Hancur Tetap Menerangi Sekitar
-
Dapat Restu Prabowo, Gedung Bekas Kedubes Inggris di Bundaran HI Disiapkan Jadi Pusat Lembaga Umat
-
Boni Hargens: Ide Polri di Bawah Kementerian Melemahkan Presiden