Suara.com - Di tengah isak tangis dan teriakan putus asa keluarga korban, sebuah pemandangan tak terduga seketika menggegerkan ruang sidang Pengadilan Militer I-02 Medan, Kamis (7/8/2025).
Saat vonis 2,5 tahun dijatuhkan kepada dua anggota TNI penembak mati seorang siswa SMP, selembar bendera hitam bergambar tengkorak dengan topi jerami terbentang.
Itu bukan sembarang bendera; itu adalah Jolly Roger dari "One Piece", dan aksinya viral, menjadi simbol perlawanan generasi baru terhadap sistem keadilan yang mereka anggap tumpul.
Aksi nekat ini dilakukan oleh Bonaerges Marbun, seorang aktivis mahasiswa dari Politeknik Medan.
Tepat setelah majelis hakim mengetuk palu, Bona berdiri bersama kakak kandung korban, M. Ilham.
Di saat Ilham meneriakkan protesnya, Bona membentangkan bendera kelompok Bajak Laut Topi Jerami, mengirimkan pesan yang jauh lebih dalam dari sekadar teriakan.
Di Balik Aksi Nekat Sang Aktivis
Bagi mereka yang tidak mengikuti budaya pop, aksi ini mungkin terlihat aneh. Namun bagi jutaan Gen Z dan milenial, pesannya sangat jelas dan kuat. Bona tidak memilih bendera biasa; ia memilih simbol perlawanan terhadap tirani.
"Pelaku sudah membunuh, ini tidak adil," teriak Bona di tengah ruang sidang, sesaat sebelum petugas TNI dengan sigap mengamankannya dan menyeretnya keluar.
Baca Juga: Satire Andovi da Lopez untuk Indonesia: Gak Perlu Rajin Baca Buku untuk Jadi Pemimpin
Aksi heroik di ruang sidang itu harus dibayar mahal.
Untuk memahami kekuatan aksi ini, kita harus menyelami dunia "One Piece". Serial manga dan anime terpopuler di dunia ini bukan hanya kisah petualangan.
Inti ceritanya adalah perjuangan kelompok kecil yang dipimpin Monkey D. Luffy melawan hegemoni Pemerintah Dunia (World Government), sebuah entitas penguasa absolut yang melindungi kaum elite korup (Naga Langit) dan seringkali mengabaikan keadilan bagi rakyat biasa.
Dengan membentangkan bendera itu, Bona dan kawan-kawan menggunakan bahasa yang paling mereka kuasai, bahasa budaya pop, untuk meneriakkan "Kami melihat ketidakadilan ini, dan kami tidak akan diam."
Aksi protes ini bukanlah tanpa sebab. Kemarahan publik meledak karena vonis yang dianggap tidak sepadan dengan hilangnya nyawa MAF, seorang pelajar berusia 13 tahun.
Vonis 2,5 tahun penjara dan pemecatan untuk Serka Darmen Hutabarat dan Serda Hendra Francisco Manalu terasa seperti lelucon pahit.
Berita Terkait
-
Satire Andovi da Lopez untuk Indonesia: Gak Perlu Rajin Baca Buku untuk Jadi Pemimpin
-
Polsekta Nganjuk Sibuk Razia Penjual Bendera One Piece, Netizen: Mending Kejar Koruptor
-
Larang Pengibaran Bendera One Piece, Indonesia Dapat Warning Internasional
-
Oknum Aparat Tampar Fans One Piece, Berdalih Patroli Bendera Bajak Laut di Bulan Kemerdekaan
-
Benarkah Film Merah Putih One for All Buru-buru Dirilis Demi Lawan Viral Bendera One Piece?
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Motif Sakit Hati Anggota BAIS ke Andrie Yunus Diragukan, Hakim: Apa Urusan Prajurit dengan RUU TNI?
-
Gibran dan Teddy Indra Wijaya Jadi Magnet Pilres 2029, Hensa: Semua Bergantung Keputusan Prabowo
-
Rusia Minta Evakuasi Diplomat dari Ibu Kota Ukraina, Eropa Memanas
-
Gaza Kembali Membara! Serangan Israel Tewaskan Kolonel Polisi dan Lukai 17 Orang
-
Tulisan Tangan Terakhir Jeffrey Epstein Dipublikasikan, Isi Pesannya Bikin Geger
-
Ancaman Baru Setelah COVID? Argentina Dituding Jadi Sumber Wabah Hantavirus
-
Kelicikan Zionis Israel, Beirut Selatan Dibombardir Saat Gencatan Senjata
-
Warga Perumahan Taman Mangu Indah Bantah Isu Banyak Rumah Dijual Akibat Banjir
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru