Suara.com - Kejadian viral di The Cameng Restaurant, Sanur, pada Senin (4/8/2025) berujung saling lapor antar turis Cina di Bali.
Kejadian berdarah tersebut diketahui berawal dari obrolan soal menu makanan antara dua wisatawan wanita asal Tiongkok, Zhang Qing (28) dan Nian Yue (27), berakhir dengan pecahan gelas menempel di leher dan luka di sekujur tubuh.
Namun, drama ini justru memasuki babak baru yang membingungkan di kantor polisi.
Kedua belah pihak yang terlibat pertikaian kini saling menunjuk sebagai korban.
"Ya, infonya kedua belah pihak saling lapor ke Polisi dan sama sama mengaku sebagai korban," beber seorang sumber sebagaimana dilaporkan beritabali.com – jaringan suara.com pada Jumat (8/8/2025).
Kini, aparat Polresta Denpasar dihadapkan pada misteri siapa pelaku dan siapa korban sebenarnya.
Untuk mengungkap kebenaran, polisi tengah maraton memeriksa saksi, mulai dari karyawan restoran, tamu lain, hingga rekaman CCTV yang menjadi bukti kunci.
“Polisi masih mendalami motif pertikaian," ungkap sumber itu lagi.
Pihak berwenang juga telah berkoordinasi dengan pihak Imigrasi dan Konsulat Tiongkok di Denpasar untuk memantau status para WNA yang terlibat dalam insiden memalukan ini.
Baca Juga: CEK FAKTA: Beredar Tautan Buka Blokir Rekening PPATK, Waspada Modus Penipuan Ini!
Menanggapi situasi pelik ini, Kasi Humas Polresta Denpasar AKP Ketut Sukadi menegaskan bahwa kepolisian akan menangani kasus ini secara profesional, meskipun ia mengaku belum menerima informasi rinci mengenai laporan timbal balik tersebut.
Konflik meledak ketika pengunjung di meja sebelah merasa terganggu. Seorang perempuan bernama Moo Yon (29) melontarkan makian dan ancaman.
Tak lama, seorang pria bernama Ding Yonglong (33) datang dan langsung menyerang kedua wanita itu.
Aksi kekerasan semakin menjadi-jadi: ponsel dirampas dan dibanting, piring dihancurkan, dan ancaman pembunuhan dilontarkan.
Puncaknya, pria itu menodongkan pecahan gelas ke leher salah satu korban.
Meski berusaha melawan, kedua wanita itu tak berdaya dan menderita luka robek di tangan, sayatan di bahu, dan lebam di kaki.
Beruntung, pengunjung lain berhasil melerai pertikaian berdarah itu.
Sementara itu, kedua korban, Zhang Qing dan Nian Yue, telah dievakuasi oleh tim BPBD Kota Denpasar ke RS Sanur International Hospital.
Di lokasi kejadian, polisi mengamankan bukti bisu dari keganasan malam itu: pecahan gelas, serbet berlumuran darah, dan sampel darah yang tercecer di lantai restoran.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar
-
3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan
-
Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal
-
Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan
-
Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee
-
KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui
-
BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo
-
Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan
-
Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya
-
PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan