Suara.com - Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Selatan mengintensifkan penyidikan skandal korupsi dalam pengelolaan dana investasi untuk TaniHub dengan memanggil serangkaian saksi dari lingkaran investor.
Langkah ini diambil untuk mendalami peran para tersangka yang telah ditahan.
Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasipidsus) Kejari Jakarta Selatan, Suyanto Reksa Sumarta, mengatakan bahwa pihaknya telah melayangkan surat panggilan dan pemeriksaan akan menargetkan figur-figur sentral di lingkaran investor.
"Pemeriksaan dilakukan untuk tersangka IAS," kata Reksa, kepada wartawan, Senin (11/8/2025), merujuk pada tersangka Ivan Arie Setiawan.
Beberapa di antara mereka yang dipanggil adalah nama-nama penting dari MDI Ventures dan BRI Ventures, yakni Muhammad Fajri Rasyid (MFR), Pres Com MDI Ventures; RANR, OVP Group Digital Strategi Telkom; DH, Sekretaris Komite Investasi MDI; EY, VP Finance MDI; ASE, VP Bisnis Development MDI; AN, Strategic Investment Telkom.
Selain itu, HS dan INSY; YS; ADN, Istri tersangka Ivan Arie Setiawan.
Aset Terus Diburu
Sejalan dengan pemeriksaan saksi, Reksa menegaskan bahwa tim penyidik terus bekerja untuk memulihkan kerugian negara dengan melakukan perburuan aset (asset tracing).
Upaya ini dilakukan bersamaan dengan pencarian barang bukti elektronik.
Baca Juga: MDI Ventures Anak Usaha Telkom Bidik Investasi ke AI dan Cyber Security
"Tim terus melaksanakan pelacakan aset," ucap Reksa.
Sejauh ini, penyidik telah berhasil mengamankan dan menyita aset berupa sebidang tanah milik salah satu tersangka.
Tiga Tersangka Telah Ditahan
Pemeriksaan para saksi ini merupakan pengembangan dari penetapan tiga tersangka utama yang sebelumnya telah dilakukan oleh Kejari Jakarta Selatan.
Ketiga tersangka yang telah ditahan dan juga dijerat dengan pasal Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) adalah, Donald Wihardja, selaku Direktur MDI Ventures; Ivan Arie Sustiawan, mantan Direktur TaniHub; dan Edison Tobing, eks Direktur Utama TaniHub.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Didampingi Haris Azhar, Anggota Ombudsman Yeka Hendra Fatika Diperiksa Kejagung Soal Skandal Migor
-
Kucurkan Rp100,1 Triliun untuk Rehab-Rekon Sumatera Pasca Bencana, Mendagri: Target Rampung 2028
-
Mafia Proyek Dapur MBG Gentayangan di Jabar, Duit Rp1,9 Miliar Melayang
-
Gagal Massal di SNBT 2026: 600 Ribu Peserta Gugur, UI dan UNS Masih Tak Terkalahkan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Mencetak 3 Presiden dan 3 Wapres, Rahasia di Balik Museum Seskoad yang Diresmikan Prabowo
-
Kasus Penipuan Dapur MBG Makin Banyak! Modus Catut Pejabat hingga Jual Titik SPPG
-
Jemaat Dibubarkan Saat Ibadah, Bantul Telusuri Legalitas Gedung Sewa Gereja Misi Sejahtera
-
Cuma Jeda 24 Menit! Dua KRL Rangkasbitung Diteror Pelemparan Batu, Pelaku Masih Misterius
-
Guru dan Kaposyandu Kini Jadi 'Mata-mata' BGN, Pantau Langsung Kualitas MBG