Suara.com - Sebuah detail kecil di panggung politik nasional memicu perbincangan hangat. Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tertangkap kamera mengganti warna dasinya dari merah menyala menjadi biru kalem di tengah Sidang Tahunan MPR RI.
Apakah ini sekadar pilihan mode sesaat, atau sebuah pesan politik tersembunyi yang sengaja dikirimkan?
Pengamat Mikroekspresi dan Komunikasi dari Narapatih Institute, Kirdi Putra, meyakini insiden ini jauh dari kata kebetulan. Menurutnya, manuver Gibran ini adalah cerminan dari gaya politik sang ayah, Joko Widodo, yang kerap menggunakan simbol dan strategi tak terduga.
"Kalau engkau mau menyerang ke barat, bergeraklah ke timur. Ini cocok sekali (dengan gaya berpolitik yang) dilakukan oleh Pak Jokowi, dan sepertinya oleh keluarganya," kata Kirdi dilansir Antara, Sabtu (17/8/2025).
Kirdi menjelaskan bahwa dalam tradisi komunikasi politik Jawa, khususnya yang berasal dari Solo, pesan seringkali tidak disampaikan secara gamblang. Ada tiga elemen kunci yang digunakan, simbol, sanepan (perkataan tidak langsung), dan pergerakan senyap.
Mengganti dasi di tengah acara kenegaraan sepenting Sidang Tahunan MPR, menurutnya, adalah sebuah simbol yang sarat makna.
Pergantian warna dari merah ke biru ini bisa dibaca dalam dua tafsiran yang sangat berbeda, bahkan bertolak belakang. Tafsiran pertama, Gibran ingin menunjukkan rasa hormat dan loyalitasnya kepada Presiden Prabowo Subianto, sekaligus menegaskan dirinya adalah bagian tak terpisahkan dari pemerintahan saat ini. Warna biru identik dengan warna kebesaran partai Prabowo.
Namun, ada arti kedua yang jauh lebih dalam dan strategis. Menurut Kirdi, langkah ini bisa diartikan sebagai cara mantan Wali Kota Solo itu untuk memposisikan dirinya sejajar dengan Presiden.
"Bisa jadi diartikan bahwa saya juga layak mendampingi. Kalau ada apa-apa dengan Pak Prabowo, saya layak jadi Presiden, bisa juga dilihat dengan sudut pandang seperti itu, simbolnya. Jadi, kita mau mengartikan yang mana, ya terserah dan sah-sah saja," ujar dia.
Baca Juga: Gibran Gagah Berbaju Hitam Gayo, Selvi Ananda Anggun Khas Palembang di HUT RI
Kontras dengan Bahasa Tubuh
Menariknya, di balik manuver simbolik yang kuat ini, Kirdi Putra justru menangkap sinyal lain dari sorot mata dan bahasa tubuh Gibran. Ia menilai Wakil Presiden ke-14 RI itu masih sering terlihat canggung dan gugup, terutama dalam acara-acara resmi kenegaraan yang dihadiri para pejabat tinggi.
Perasaan gugup itu, menurut Kirdi, juga kerap tampak ketika Gibran menjalankan tugas kenegaraan seorang diri, terpisah dari Presiden Prabowo. Misalnya, saat ia mendapat mandat untuk melakukan kunjungan kerja ke suatu daerah.
"Jadi tidak harus selalu disandingkan dengan Pak Prabowo, apalagi disandingkan dengan Pak Prabowo dalam acara kenegaraan, dimana hampir seluruh pejabat tinggi negara, bukan pejabat negara saja, tapi pejabat tinggi dan tertinggi negara hadir di situ," ujar Kirdi.
Insiden dasi ini terjadi pada Jumat (15/8) di Kompleks Parlemen, Jakarta. Saat tiba di Gedung Nusantara, Gibran terlihat gagah mengenakan setelan jas hitam berdasi merah.
Namun, saat acara Sidang Tahunan MPR RI dimulai, dasi yang terpasang di lehernya sudah berganti menjadi warna biru.
Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2025 ini merupakan acara penting menjelang peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI yang bertema "Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju".
Dalam acara ini, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato kenegaraan mengenai laporan kinerja lembaga negara.
Berita Terkait
-
Gibran Gagah Berbaju Hitam Gayo, Selvi Ananda Anggun Khas Palembang di HUT RI
-
4 Makna Tersembunyi di Balik Dasi Biru Gibran yang Bikin Heboh di Sidang Tahunan MPR
-
Manuver Dasi Gibran: Pengamat Ungkap Pesan Tersembunyi di Balik Warna Biru
-
Soal Pemakzulan Gibran, Rocky Gerung Yakin 100 Persen Pasti Mungkin
-
Refly Harun : Orang Seperti Gibran Ini Sebenarnya Tak Punya Karier Politik
Terpopuler
- 5 Motor Listrik Terbaik Buat Ojol: Jarak Tempuh Jauh, Harga Terjangkau, Mesin Bandel
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- 5 Motor Listrik Fast Charging, Bebas Risau dari Kehabisan Baterai di Jalan
- 6 Bedak Padat untuk Makeup Natural dan Anti Kusam, Harga Terjangkau
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
Pilihan
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
-
Tragedi Gas Maut di TB Simatupang: 4 Nyawa Melayang dalam Toren, Proyek 8 Lantai Kini Senyap
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
Terkini
-
KSAD Minta Keluarga Prajurit TNI yang Bertugas di Lebanon Tak Risau: Doakan Saja
-
Menjangkau Area Terisolir, Tito Pastikan Bantuan Tersalurkan dan Kebutuhan Warga Terpenuhi
-
Lepas Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur, Menlu Sugiono Mengutuk Keras Serangan Terhadap Pasukan UNIFIL
-
Tinjau Aceh Tamiang, Tito Karnavian Pastikan Penanganan Pengungsi Dipercepat
-
SBY Hadiri Upacara Pelepasan 3 Jenazah Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Haru Saat Hampiri Keluarga
-
Prabowo Beri Ucapan Belasungkawa ke Keluarga dan Penghormatan ke 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
-
Puluhan Siswa di Duren Sawit Diduga Keracunan Makanan, BGN Minta Maaf dan Tanggung Biaya Pengobatan
-
Gugur Akibat Serangan Artileri di Lebanon, Jenazah 3 Prajurit TNI Tiba di Bandara Soetta Sore Ini
-
Jangan Tergiur Jalur Cepat! Ini Risiko Fatal Berhaji Pakai Visa Ziarah