- KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak meminta keluarga prajurit tetap tenang menghadapi situasi keamanan di Lebanon yang bergejolak.
- Tiga personel TNI gugur akibat serangan di Lebanon pada akhir Maret 2026 saat menjalankan misi perdamaian UNIFIL.
- KSAD menegaskan seluruh prajurit telah terlatih sesuai prosedur keselamatan meskipun risiko bahaya selalu ada dalam tugas operasi.
Suara.com - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, memberikan pesan khusus bagi keluarga para prajurit TNI yang saat ini masih bertugas dalam misi perdamaian PBB (UNIFIL) di Lebanon.
Hal ini disampaikan Maruli menyusul rentetan insiden ledakan dan serangan yang telah memakan korban luka hingga gugurnya personel TNI di wilayah konflik tersebut.
Ia meminta para keluarga prajurit di tanah air untuk tetap tenang dan tidak terlarut dalam kekhawatiran yang berlebihan.
Ia menegaskan bahwa setiap personel yang dikirim ke daerah misi adalah prajurit terlatih yang memiliki prosedur tetap (SOP) dalam menjaga keselamatan diri.
"Ya, nggak usah risau. Sebetulnya mereka juga sebetulnya tahu apa yang harus dilakukan," ujar Maruli saat memberikan keterangan kepada media ditemui usai ikuti upacara pelepasan jenazah 3 prajurit TNI yang gugur di Lebanon, Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Sabtu (4/4/2026).
Kendati begitu, Maruli tidak menampik bahwa setiap tugas operasi militer, terutama di wilayah yang tengah bergejolak seperti Lebanon Selatan, senantiasa memiliki potensi bahaya.
Ia menekankan bahwa risiko adalah bagian yang tidak terpisahkan dari pengabdian seorang prajurit.
"Tapi apapun juga semua pasti ada risikonya di tengah-tengah kejadian tersebut," katanya.
Lebih lanjut, KSAD mengajak seluruh keluarga dan masyarakat Indonesia untuk memberikan dukungan moral dan spiritual bagi keselamatan para "Pasukan Garuda" yang tengah menjalankan mandat internasional demi perdamaian dunia.
Baca Juga: Prabowo Beri Ucapan Belasungkawa ke Keluarga dan Penghormatan ke 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon
"Yang penting doakan saja, mudah-mudahan semua berjalan dengan baik. Saya kira itu," pungkasnya.
Sebelumnya, dua personel Indonesia di bawah UNIFIL gugur pada Senin (30/3/2026) dalam serangan kedua yang terjadi di dekat Bani Hayyan, Lebanon.
Insiden maut ini terjadi hanya berselang satu hari setelah gugurnya Praka Farizal Rhomadon akibat serangan artileri tidak langsung di dekat Adchit Al Qusayr pada Minggu (29/3/2026).
Gugurnya ketiga prajurit ini menjadi catatan duka mendalam bagi misi perdamaian Indonesia, di mana pemerintah kini fokus menuntut tanggung jawab penuh atas keselamatan pasukan penjaga perdamaian di daerah konflik.
Berita Terkait
-
Lepas Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur, Menlu Sugiono Mengutuk Keras Serangan Terhadap Pasukan UNIFIL
-
SBY Hadiri Upacara Pelepasan 3 Jenazah Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Haru Saat Hampiri Keluarga
-
Prabowo Beri Ucapan Belasungkawa ke Keluarga dan Penghormatan ke 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
-
Gugur Akibat Serangan Artileri di Lebanon, Jenazah 3 Prajurit TNI Tiba di Bandara Soetta Sore Ini
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- Banyak Banget, Intip Hampers Tedak Siten Anak Erika Carlina
Pilihan
-
Hizbullah Klaim Hancurkan Kapal Militer Israel Sebelum Serang Lebanon
-
Jusuf Kalla Mau Laporkan Rismon Sianipar ke Polisi! Ini Masalahnya
-
Di Balik Lahan Hindoli, Seperti Apa Perkebunan yang Jadi Lokasi 11 Sumur Minyak Ilegal?
-
Traumatik Mendalam Jemaat POUK Tesalonika Tangerang: Kebebasan Beribadah Belum Terjamin?
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
Terkini
-
Geger! Saiful Mujani Serukan "Gulingkan Prabowo": Dinasihati Nggak Bisa, Bisanya Hanya Dijatuhkan
-
Sebut Indikasi Kecelakaan Kalideres Murni Musibah, Kadispenad Pastikan Pemeriksaan Tetap Dilakukan
-
Update Gempa M 7,6: Nyaris Seribu Gempa Susulan Guncang Maluku Utara
-
Hizbullah Klaim Hancurkan Kapal Militer Israel Sebelum Serang Lebanon
-
AS-Israel Gempur Wilayah Iran: 15 Orang Tewas, Pasukan IRGC Gugur dan Pilot F-15E Dicari
-
Spesifikasi Pesawat A-10 Thunderbolt II 'Warthog' Milik AS, Hancur Ditembak Iran
-
Gembira Dihampiri Kasatgas PRR, Asa Penyintas di Desa Sekumur Kembali Menyala
-
Polda Riau Bongkar Mafia Solar Subsidi di Pelalawan dan Inhil, Hak Rakyat Kecil Terselamatkan
-
Di momen Ramadhan, Jusuf Kalla mengadakan sejumlah pertemuan dengan beberapa pihak
-
Siasat Cegah Defisit, JK Sarankan Pemerintah Evaluasi Anggaran dan Kurangi Subsidi