Suara.com - Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian, menyerahkan bantuan kepada penyintas bencana hidrometeorologi di Desa Sekumur, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Sabtu (4/4/2026).
Bantuan tersebut terdiri atas 276 paket perlengkapan ibadah, 276 paket sembako, 276 paket perlengkapan dapur, dan lima tempat penyimpanan air (toren) berkapasitas 2000 liter. Paket bantuan ini disalurkan untuk mendukung percepatan pemulihan sekaligus membantu pemenuhan kebutuhan dasar sosial dan ekonomi bagi penyintas bencana di Desa Sekumur.
Tito mengatakan penyaluran bantuan kepada penyintas bencana di Desa Sekumur bukan sekadar memberikan bantuan pascabencana. Namun, juga upaya untuk memahami langsung kebutuhan hidup para penyintas bencana secara berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, Tito menyerap langsung aspirasi penyintas bencana yang meminta segera dibuatkan fasilitas air bersih berupa sumur bor dan ingin segera dibuatkan hunian tetap (huntap). Ia mengatakan sebagian besar masyarakat ingin dibuatkan huntap komunal, lantaran mayoritas penyintas tinggal di daerah rawan banjir dari luapan sungai.
Tito mengungkapkan tidak ingin penyintas bencana di Desa Sekumur terlampau lama menjalani hidup getir pascabencana. Sebab, penyintas bencana di Desa Sekumur sempat mengalami keterisolasian cukup lama, karena akses jalan yang sulit dijangkau akibat longsor dan lumpur dari dampak bencana hidrometeorolgi yang menimpa Aceh Tamiang pada akhir November tahun lalu.
Sepulang dari Aceh Tamiang, Tito menegaskan akan segera berkoordinasi dengan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait untuk membahas rencana pembangunan huntap di Desa Sekumur. Selain itu, Tito juga segera berkomunikasi dengan pihak PT Perkebunan Semadam yang berlokasi dekat dengan Desa Sekumur, agar berkenan memberikan sebagian wilayah Hak Guna Usaha (HGU) untuk didirikan huntap.
"Kalau sudah clear masalah tanahnya maka tinggal dibersihkan, land clearing dari kabupaten, dan setelah itu nanti dibangunkan oleh Menteri PKP Maruarar Sirait. Beliau sudah minta terus datanya kepada saya," kata Tito usai menyalurkan bantuan, Sabtu (4/4/2026).
Tito memastikan selama huntap belum rampung dibangun penyintas bencana akan mendapat bantuan lauk pauk Rp15.000 per orang per hari selama tiga bulan. Skema ini disesuaikan dengan target pambangunan huntap yang lebih kurang memakan waktu tiga sampai empat bulan, dan sangat bergantung dari kecepatan dan kelengkapan data dari pemerintah daerah (pemda).
"Kalau sudah nanti datanya diserahkan Kementerian PKP, maka Kementerian PKP segera turun survei, dilakukan (pembangunan) dan mungkin 3 bulan 4 bulan seperti kita lihat di Tapsel (Tapanuli Selatan) 3 bulan. Tapi yang di Sibolga 4 bulan. Tapanuli Tengah juga target 4 bulan," kata Tito.
Baca Juga: Tinjau Aceh Tamiang, Tito Karnavian Pastikan Penanganan Pengungsi Dipercepat
Sebagai informasi, kunjungan Kasatgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian, ke Aceh Tamiang merupakan bagian rangkaian agenda penerjunan praja IPDN gelombang ketiga sekaligus meninjau progres rehabilitasi dan rekontruksi pascabencana di Aceh Tamiang.
Dalam kesempatan tersebut turut hadir Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri Safrizal ZA, Rektor IPDN Halilul Khairi, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi dan jajaran Forkopimda se-Kabupaten Aceh Tamiang. ***
Berita Terkait
-
Tinjau Aceh Tamiang, Tito Karnavian Pastikan Penanganan Pengungsi Dipercepat
-
Mendagri Tito Kerahkan Praja IPDN, Percepat Pemulihan Permukiman Terdampak Bencana
-
Satgas PRR Percepat Huntap dan Huntara Demi Hunian Layak Penyintas Bencana
-
Cerita Warga di Mereudu Gotong Royong Bareng Pemerintah dalam Pemulihan Pasca Bencana
-
Jejak Berdarah Pulan Wonda: Anggota OPM Penembak Jenderal Tito Karnavian Ditangkap di Puncak Jaya
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- 4 Shio Beruntung Hari ini 21 Agustus 2026 yang Diprediksi Terbebas dari Masalah Keuangan
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Indonesia Masuk 6 Negara dengan Obesitas Rendah di Dunia, Apa Rahasianya?
-
Karhutla Makin Ganas, Anggaran Pencegahan Kalah dari Belanja Rutin Daerah
-
5 Alasan Pengurusan Izin Usaha Sebaiknya Diserahkan ke Jasa Profesional
-
KAI Siapkan Stasiun Manggarai Jadi Pusat Mobilitas Jakarta
-
Sinopsis Insidious: Out of the Further, Kisah Baru Elise dengan Teror Seram
-
Menepi Sejenak di Bintan: Menikmati Pantai, Kuliner, dan Wellness dalam Satu Resor
-
Dusun Sade Terbakar Jelang MotoGP Mandalika, NTB Siapkan 4 Desa Adat Pengganti Wisatawan
-
Prabowo Perintahkan Tanpa Pandang Bulu, Raja Juli Antoni: Pembakar Hutan Kami Tindak
-
Dari Jepang, Kolombia, hingga NTT: Daftar 'Gempa Besar' Selama Agustus 2026
-
BNPB Minta Negara Tetangga Tak Saling Menyalahkan soal Asap Karhutla