Kecewa Atas Penanganan Kasus
Berbekal pengakuan putrinya dan kondisi Ijul yang memprihatinkan, Siti Suhana segera membuat laporan di Kantor Polisi Taman Universiti pada 26 Maret.
Namun, respons yang didapat justru membuatnya kecewa berat. Ia mendapat informasi bahwa kasus tersebut dianggap tidak sesuai untuk dibuka kertas penyelidikan.
"Meskipun anak saya mengalami gegar otak dan menyebabkan keluarga kami menghadapi berbagai kesulitan, pelaku tidak diproses secara hukum dengan alasan ia masih di bawah umur dan mungkin telah bertindak dengan pikiran yang tidak rasional," keluhnya.
Satu-satunya tindak lanjut yang dilakukan hanyalah pertemuan antara kedua keluarga.
Rasa ketidakadilan begitu mendalam dirasakan Siti Suhana. Dampak jangka panjang pada putranya sangat signifikan.
"Sampai saat ini saya belum puas karena dampaknya terhadap anak saya sangat besar. Dia mengalami gegar otak hingga tidak dapat berkonsentrasi pada pelajaran atau berolahraga," jelasnya.
Menurut keterangan dokter, proses penyembuhan Ijul bisa memakan waktu hingga tiga tahun dan ia harus bergantung pada obat-obatan.
Dokter mengatakan masa penyembuhannya bisa memakan waktu hingga tiga tahun dan akan bergantung pada pengobatan. Dokter mengatakan anak tersebut berisiko kejang jika terjatuh atau pingsan, tambahnya.
Baca Juga: Ramadhan Sananta Bikin Merinding Legenda Timnas Malaysia, Kenapa?
Perundungan Terulang Kembali
Penderitaan Ijul ternyata belum berakhir. Pada 7 Agustus lalu, sekitar pukul 10 pagi, ia kembali menjadi korban perundungan untuk kedua kalinya, kali ini di sebuah sekolah kebangsaan di Skudai dengan pelaku yang berbeda.
Akibatnya, ia kembali harus dilarikan ke rumah sakit.
Siti Suhana pun kembali melaporkan kejadian ini pada 15 Agustus, berharap anaknya tidak terus menjadi sasaran empuk yang dapat mengancam nyawanya.
"Anak saya mengeluh bahwa pelaku lain memukul kepalanya dengan tangannya saat ia bersekolah di sekolah nasional. Saya tidak yakin mengapa anak saya menjadi korban dan apakah ia dianggap lemah karena sakit dan diperlakukan seperti itu," ujarnya sedih.
Ia menambahkan bahwa kondisi kanker hidung putranya sebenarnya sudah membaik.
Tag
Berita Terkait
-
Ramadhan Sananta Bikin Merinding Legenda Timnas Malaysia, Kenapa?
-
Sindiran Media Malaysia ke Liga Kevin Diks, Netizen Balik Sindir 'Liga JDT'
-
Tragedi di Cilacap: Balita Tewas di Tangan Ibu Kandung dan Pasangannya, Terancam Hukuman Mati
-
Media Malaysia Soroti Market Value Calon Penyerang Baru Timnas Indonesia
-
Media Malaysia Akhirnya Akui Kehebatan Jay Idzes: Pecahkan 2 Rekor Besar di Serie A
Terpopuler
- 5 Sepatu Jalan Kaki untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Bantalan Nyaman Bisa Cegah Nyeri Sendi
- 5 Mobil Bekas Blue Bird yang Banyak Dilirik: Service Record Jelas, Harga Mulai Rp60 Jutaan
- 7 Sepatu Sandal Skechers Diskon hingga 50% di Sports Station, Empuk Banget!
- Evaluasi Target Harga BUMI Usai Investor China Ramai Lego Saham Akhir 2025
- Sheila Marcia Akui Pakai Narkoba Karena Cinta, Nama Roger Danuarta Terseret
Pilihan
-
Petani Tembakau dan Rokok Lintingan: Siasat Bertahan di Tengah Macetnya Serapan Pabrik
-
Bos Bursa Mau Diganti, Purbaya: Tangkap Pelaku Goreng Saham, Nanti Saya Kasih Insentif!
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
Terkini
-
Mendagri Minta Praja IPDN Terapkan Ilmu Pemerintahan Selama Bantu Daerah Bencana
-
Mendagri Lepas Praja IPDN, Bantu Percepat Pemulihan Pemerintahan dan Layanan Publik di Aceh Tamiang
-
Hina Penumpang dengan Kata Kasar, Sopir Jaklingko di Jaktim Dipecat
-
Pasal Penghinaan Pemerintah di KUHP Digugat ke MK, Mahasiswa Nilai Berpotensi Kriminalisasi Kritik
-
KUHP Baru Resmi Berlaku, Ini 5 Fakta Penting Pasal Kumpul Kebo yang Wajib Diketahui
-
UU Darurat Amnesti - Abolisi Digugat ke MK, Dinilai Beri Celah Kekuasaan Berlebih ke Presiden
-
Ancol Donasikan 10 Persen Penjualan Tiket Malam Tahun Baru ke Korban Bencana Sumatra
-
5 RT di Kepulauan Seribu Masih Terendam Banjir Rob Setinggi 20 Cm
-
Dinilai Multitafsir, Pasal Larangan Menghasut Tak Beragama Digugat Mahasiswa ke MK
-
Arus Balik Nataru di Daop 1 Jakarta Masih Padat, Puluhan Ribu Penumpang Tiba di Stasiun Vital