Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengonfirmasi pemanggilan Lisa Mariana terkait kasus korupsi pada pengadaan penempatan iklan di PT Bank BJB yang melibatkan nama Ridwan Kamil, mantan Gubernur Jawa Barat.
Selain Lisa, lembaga antirasuah tersebut juga memanggil mantan Anggota V Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, Ahmadi Noor Supit.
Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto mengonfirmasi pemanggilan terhadap Selebgram Lisa Mariana yang dijadwalkan pada Jumat (22/8/2025).
"Benar," kata Fitroh kepada wartawan, Rabu (20/8/2025).
"Terkait penyidikan dugaan TPK (tindak pidana korupsi) Bank Jabar," katanya.
Terpisah, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo juga mengumumkan pemanggilan ulang terhadap mantan Anggota V BPK RI, Ahmadi Noor Supit, beserta mantan staf ahlinya, Melly Kartika Adelia, pada hari yang sama.
Ahmadi sebelumnya tidak memenuhi panggilan pada 7 Agustus 2025.
Reaksi Lisa Mariana dan Pemanggilan Eks Auditor BPK
Lisa Mariana, melalui akun media sosialnya, mengaku heran dengan pemanggilan KPK.
Baca Juga: 'Kita Ketemu di KPK': Lisa Mariana Tak Malu Hasil Tes DNA Negatif, Kini Ancam Ridwan Kamil?
Ia menerima surat panggilan tersebut di tengah perseteruannya dengan mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil terkait tes DNA anak.
“Tanggal 22 saya dipanggil ke KPK untuk menjadi saksi ya, saya juga bingung kenapa ada bersurat KPK,” kata Lisa dalam Instastory di akunnya, Rabu (20/8/2025).
Dalam unggahan yang sama, ia tetap menyinggung masalah pribadinya.
“Ini belum final, kita bongkar setuntas tuntasnya. jangan sampai ada kecurangan di sini. Gue udah bilang, kalau bukan benih dia, benih siapa? benih tuyul,” ujar Lisa.
Sementara itu, pemanggilan terhadap Ahmadi Noor Supit sebagai mantan auditor negara mengindikasikan KPK kemungkinan tengah mendalami proses audit atau temuan terkait skandal di Bank BJB.
Perkara Korupsi Iklan Bank BJB
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
Terkini
-
Mojtaba Khamenei Klaim Kemenangan Iran Atas Amerika Serikat, Siapkan Strategi Baru di Selat Hormuz
-
Imbas Konflik Timur Tengah: Harga Plastik di Jakarta Melonjak 40 Persen, Penjual Makanan Menjerit!
-
Selat Hormuz Ditutup Lagi Akibat Israel Serang Lebanon, Iran Murka Gencatan Senjata AS Dilanggar
-
Anak Urus Anak: KPI Bongkar Fakta Pahit di Balik Maraknya Pernikahan Dini di Indonesia
-
Sekutu Mulai Pecah Kongsi? Inggris Kecam Trump dan Tuntut Gencatan Senjata di Lebanon
-
TNI AL Latih UMKM Pesisir Olah Hasil Laut dan Kedelai, Dorong Kemandirian Ekonomi
-
Awan Gelap Gencatan Senjata Perang AS - Iran
-
KPI Konsolidasikan Gerakan Perempuan Jelang Kongres VI, Soroti Kepemimpinan dan Keadilan Iklim
-
Korupsi Petral Bikin Harga Premium Melejit, Kejagung Gandeng BPKP Hitung Total Kerugian Negara!
-
Nuklir Iran Panas Lagi, Ambisi Pengayaan Uranium Teheran Tak Akan Bisa Dihentikan Amerika Serikat