Suara.com - Amarah publik atas serangkaian kebijakan pemerintah yang dinilai tak pro-rakyat akhirnya meledak di depan Gedung DPR/MPR RI. Aksi demonstrasi yang digelar pada Senin (25/8/2025) diwarnai aksi vandalisme yang berisi surat terbuka penuh kekecewaan dari massa.
Tembok dan jembatan layang menjadi kanvas bagi para demonstran untuk menyuarakan protes mereka, mulai dari menyoroti tunjangan fantastis anggota dewan hingga mempertanyakan peran Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Salah satu coretan yang paling menyita perhatian terpampang jelas di jembatan layang Senayan. Para demonstran menulis kalimat provokatif dalam bahasa Inggris; "Who Needs Gibran" (Siapa yang Butuh Gibran).
Tulisan ini secara langsung menargetkan sosok Wakil Presiden, seolah mempertanyakan relevansi dan kebutuhan akan posisinya di tengah berbagai persoalan yang dihadapi rakyat.
Sasaran utama amarah massa lainnya adalah para anggota dewan. Buntut dari kebijakan tunjangan rumah Rp 50 juta yang membuat total pendapatan mereka bisa tembus Rp 100 juta per bulan, massa meluapkan kekecewaannya dengan sindiran yang sangat pedas.
"Gaji naik, IQ lo jongkok," tulis massa menggunakan cat semprot berwarna merah.
Coretan ini diperkuat dengan tulisan lain yang mengkalkulasi pendapatan dewan; "Rp 3 juta sehari?" Sindiran ini secara telanjang mempertontonkan kemarahan publik atas kesenjangan sosial yang tajam antara wakil rakyat dengan kondisi masyarakat kecil.
'Awas Banyak Tikus!' Korupsi Tetap Jadi Sorotan
Isu klasik soal korupsi juga tak luput dari sasaran. Massa menganalogikan para koruptor sebagai tikus dengan menuliskan peringatan "Awas banyak tikus" di beberapa titik. Ini menjadi penanda bahwa isu pemberantasan korupsi masih menjadi api dalam sekam di benak publik.
Baca Juga: Jakarta Ricuh! 9 Tuntutan Demo 25 Agustus: Desak Bubarkan DPR hingga Setop Proyek Sejarah Fadli Zon
Aksi ini dinilai sebagai puncak dari akumulasi kekecewaan masyarakat. Dalam beberapa bulan terakhir, serangkaian kebijakan pemerintah dianggap tidak berpihak pada rakyat, mulai dari kenaikan berbagai jenis pajak hingga hadiah tunjangan fantastis untuk para pejabat.
Aksi vandalisme ini menjadi cerminan nyata dari kemarahan publik yang merasa suara mereka tidak didengar melalui jalur formal. Coretan-coretan di ruang publik ini kini menjadi monumen bisu dari protes terhadap kesenjangan kebijakan dan perilaku para elite politik.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Digeruduk Yakuza Mangenes, Pengasuh Ponpes Pekalongan Ditangkap usai Diduga Cabuli 25 Santri
-
Iduladha 1447 H, Kemensos Salurkan 295 Ekor Hewan Kurban ke Berbagai Wilayah Indonesia
-
Bukan Cuma Pagar Canggih, Gang Haji Jeni Kini Punya 'Smart Geprek' Pengubah Sampah Jadi Cuan
-
Gedung Putih Bangun Arena Baku Pukul untuk Rayakan HUT ke-250 AS dan Ulang Tahun Trump
-
Alarm Bahaya! Ratusan Siswa di 26 Provinsi Terpapar Radikalisme Lewat Medsos dan Game Online
-
Ketua MUI Soal Sapi Kurban Prabowo Pakai APBN: Sah Secara Syar'i
-
DPR Murka! Skandal Riset Palsu WNI di Denmark Hancurkan Marwah Akademisi RI
-
Sapi Kurban Pak Suardi 'Ngambek' Saat Mau Dipotong, Damkar DKI Sampai Turun Tangan
-
Tipu-Tipu 'Paranormal Sakti' di Duren Sawit, Motor Korban Raib Usai Ritual Paku
-
Vila dan Homestay Wajib Punya NIB Mulai 1 Agustus, yang Ilegal Bakal Dicoret dari Aplikasi