Suara.com - Meski Badan Penyelenggara Haji (BP Haji) resmi menjadi Kementerian Haji dan Umrah, nasib sang kepala, Irfan Yusuf atau Gus Irfan, justru belum ada kepastian. Istana Kepresidenan menyatakan, tidak ada jaminan bahwa Gus Irfan akan otomatis dilantik menjadi menteri.
Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) Hasan Nasbi menyebut bahwa posisi menteri baru tersebut sepenuhnya berada di tangan Presiden Prabowo Subianto.
"Apakah kepala yang sekarang akan otomatis menjadi (menteri)? Itu biar presiden yang menentukan," kata Hasan di kantor PCO, Jakarta, Selasa (26/8/2025).
Pernyataan ini seolah menjadi sinyal bahwa bursa calon Menteri Haji pertama kini terbuka lebar, dan Gus Irfan harus bersaing dengan kandidat-kandidat lain yang mungkin sudah ada di kantong presiden.
Perpres Sedang Dikebut, Anggaran Juga Disiapkan
Hasan memastikan bahwa Presiden Prabowo akan segera menindaklanjuti pengesahan UU baru ini dengan menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) untuk membentuk kementerian secara resmi.
"Presiden akan membuat Perpres yang baru untuk menjalankan Undang-Undang membentuk Kementerian Haji," katanya.
Ia juga menepis kekhawatiran soal anggaran. Menurutnya, seperti halnya pembentukan lembaga baru lainnya, anggaran untuk Kementerian Haji pasti akan disiapkan oleh negara.
"Kalau bikin lembaga baru kan? Harus disiapkan nanti. Sama kayak bikin PCO kan? Harus disiapkan juga," ujar Hasan.
Baca Juga: Kasus Pemerasan Eks Wamenaker: Prabowo Ambil Alih, Ada Kejutan Pengganti
Sebelumnya, DPR RI secara resmi telah mengetok palu pengesahan RUU Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah, yang sekaligus menjadi akhir dari era BP Haji.
Transformasi menjadi kementerian ini merupakan inisiatif langsung dari Presiden Prabowo, yang bertujuan untuk merombak total sistem pelayanan haji agar lebih modern, transparan, dan akuntabel.
Dengan kewenangan setingkat menteri, pemerintah berharap koordinasi dan lobi dengan pemerintah Arab Saudi akan menjadi lebih kuat dan efektif, sehingga bisa memberikan pelayanan yang lebih baik bagi jutaan jemaah Indonesia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
Terkini
-
4 Poin Utama Rapat Terbatas Prabowo di Hambalang: Dari Industri Tekstil hingga Chip Masa Depan
-
Kecupan Hangat Puan dan Prananda untuk Megawati: Sisi Lain Kekeluargaan di Balik Rakernas PDIP 2026
-
Logika KPK: Staf Tak Mungkin Punya Rp4 M, Direksi Wanatiara Otak Suap Pajak?
-
KPK Aminkan Teori 'Kebocoran Negara' Prabowo, Kasus Pajak Tambang Jadi Bukti Nyata
-
Sinyal Tarif Transjakarta Naik Menguat? Anggaran Subsidi Dipangkas, Gubernur Buka Suara
-
KPK: Wajib Pajak Boleh Lawan Oknum Pemeras, Catat Satu Syarat Penting Ini
-
Kena OTT KPK, Pegawai Pajak Langsung Diberhentikan Sementara Kemenkeu
-
Antisipasi Risiko Perluasan, Tanah Ambles di Panggang Gunungkidul Segera Diuji Geolistrik
-
KPK Ungkap Akal Bulus Korupsi Pajak PT Wanatiara Persada, Negara Dibobol Rp59 M
-
5 Fakta OTT Kepala Pajak Jakut: Suap Rp6 Miliar Lenyapkan Pajak Rp59 Miliar