Suara.com - Aksi unjuk rasa menentang kebijakan pemerintahan di berbagai daerah masih menjadi kabar panas dalam sepekan.
Salah satu tuntutan utama yang disuarakan adalah pembubaran DPR yang dianggap tidak lagi mewakili suara rakyat.
Di tengah ramainya aksi demo yang tersebar di banyak daerah, sebuah momen menarik sekaligus haru terekam beberapa saat sebelum demo dimulai.
Video yang diunggah oleh akun Instagram @lambegosiip memperlihatkan sekelompok pelajar STM yang diduga akan turut serta dalam aksi demonstrasi.
Puluhan hingga ratusan pelajar STM terlihat berjalan menuju titik aksi dengan pakaian khas anak sekolah.
Sebagian besar dari mereka masih mengenakan seragam, meski tertutup oleh jaket dan hoodie.
Yang tak kalah mencolok adalah ransel yang mereka bawa, tas-tas yang biasa digunakan ke sekolah tetap melekat di punggung mereka.
Namun yang membuat momen ini begitu menarik adalah interaksi antara para pelajar dengan aparat kepolisian.
Dalam suasana yang seharusnya tegang, para pelajar justru terlihat menghampiri petugas polisi dengan sikap santun.
Baca Juga: Ojol Tewas Dilindas Mobil Barracuda, dr. Tirta: Sopir Brimobnya Waras Gak Sih?
Tanpa diduga, satu per satu dari mereka mencium tangan para polisi yang berjaga, seolah meminta restu atau izin sebelum ikut serta dalam aksi protes.
Respons para polisi pun tak kalah mengharukan. Mereka menyambut niat baik para pelajar dengan ramah dan penuh pengertian.
Salah satu polisi bahkan terlihat mengusap-usap pundak salah satu pelajar yang mencium tangannya.
Setelah melewati polisi tersebut, para pelajar STM itu kembali melanjutkan perjalanan mereka ke lokasi demo.
Aksi para pelajar tersebut bahkan menyedot para perhatian para pengedara yang sedang berada di lokasi.
Video anak STM yang cium tangan polisi saat berangkat demo itu kini viral dan mendapatkan respons beragam dari warganet.
Banyak yang merasa haru sekaligus bangga melihat sikap para pelajar yang masih menjunjung tinggi adab sopan santun di tengah gelombang aksi protes.
“Gue yakin polisi yang ‘bener’ mah juga pasti mendukung demo ini, cuma mereka gak bisa ikut bergerak karena tugas mereka untuk mengamankan,” kata akun @rani***.
“Bapak polisi itu juga punya anak sebesar kamu nak,” komentar akun @diah***.
“Tuh lihat, manis-manis kan kelakuan rakyatmu pak,” imbuh akun @felly***.
“Mereka yang ikut demo pada gak terima gurunya disebut beban negara,” tulis akun @ndayy***.
“Adab murid lebih tinggi ketimbang oknum wakil rakyat,” ujar akun @winn***.
Aksi demonstrasi yang marak belakangan ini melibatkan berbagai kalangan, mulai dari pelajar STM hingga mahasiswa.
Mereka turun ke jalan dengan satu suara: menuntut pemerintah untuk membubarkan DPR yang dinilai tidak lagi mewakili aspirasi rakyat.
Di tengah keramaian aksi tersebut, muncul momen yang mencuri perhatian publik, yakni pernyataan seorang siswa STM yang mengungkapkan alasannya ikut serta dalam demonstrasi.
Ia merasa terpanggil karena tidak bisa menerima ketika guru, sosok yang selama ini mendidik dan membimbing, disebut sebagai beban negara.
Ucapan guru beban negara sebelumnya viral usai disebut oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani.
Namun belakangan Sri Mulyani mengatakan bahwa video tersebut adalah hasil rekayasa AI deepfake.
Kontributor : Rizka Utami
Berita Terkait
-
Soroti Insiden Rantis Brimob Tabrak Ojol, Gofar Hilman Pertanyakan Hal Krusial
-
Sambangi Keluarga Ojol yang Ditabrak Brimob, Denny Sumargo: Saya Akan Ada di Depan untuk Keadilan
-
Driver Gojek Tewas Dilindas Mobil Rantis Polisi, GoTo Lakukan Investigasi Menyeluruh
-
Pasha Ungu Datangi Rumah Duka Affan Kurniawan, Ojol yang Meninggal Dilindas Rantis Brimob
-
Baim Wong 'Andai Itu Keluarga Saya' Sentilan Keras Usai Ojol Tewas Dilindas Rantis
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 5 Rekomendasi Sepeda Lipat di Bawah 5 Juta yang Ringan dan Stylish, Mobilitas Semakin Nyaman
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Lingkaran Setan Kekerasan di Balik Seragam: Mengapa Polisi Junior Terus Jadi Korban Senior?
-
Bareskrim Ambil Alih Pengejaran Ko Erwin, Bandar Narkoba Terkait Kasus AKBP Didik
-
WNA Australia Terinfeksi Campak Usai Kunjungi RI, Kemenkes Percepat Imunisasi MR untuk Anak PAUDTK
-
Pramono Anung Instruksikan Perluasan Akses Jalan Guna Urai Kemacetan Flyover Latumenten
-
KPK Telusuri Pemilik Lima Koper Berisi Uang Rp5 Miliar dalam Kasus Bea Cukai
-
DPRD DKI Kritik Impor 3.100 Sapi oleh Pramono Anung, Dinilai Tak Sejalan UU Pangan
-
Habib Jafar: Ramadan Momentum Jadi Muslim Kaya Hati, Bukan Sekadar Kaya Materi
-
Hakim Tetapkan Kerugian Negara Kasus Korupsi Minyak Pertamina Sebesar Rp9,4 Triliun
-
Divonis 9 Tahun Penjara, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Sebut Fakta Sidang Diabaikan
-
Ancaman Nyata dari AS hingga AI: Bagaimana RI Menjaga 'Benteng' Pembangunan Nasional di 2026?