Suara.com - Penulis muda Boy Candra kembali menyuarakan pandangan kritisnya tentang arah kehidupan generasi muda Indonesia.
Menurutnya, kini semakin banyak anak muda yang mulai menaruh perhatian pada isu-isu politik.
Hal itu menandakan kesadaran baru bahwa masa depan mereka kian dipengaruhi oleh kebijakan negara.
“Makin banyak orang-orang muda mulai tertarik isu-isu politik, pertanda kesadaran akan masa depan terlihat makin berat itu nyata,” tulis Boy, disadur Senin, 8 September 2025.
Ia menilai, generasi muda yang sebelumnya lebih sering larut dalam dunia hiburan dan kesenangan, kini mulai merasa terganggu dengan dampak nyata kebijakan politik.
“Orang-orang muda yang barangkali tadinya hanya sibuk bersenang-senang, mulai terganggu dan sadar bahwa kebijakan politik mengancam masa depan mereka,” lanjutnya.
Politik yang Menyentuh Kehidupan Sehari-hari
Boy menekankan, hampir semua aspek kehidupan anak muda sejatinya tidak lepas dari politik.
Mulai dari penghasilan, ruang kreativitas, hingga kebutuhan sehari-hari.
Baca Juga: Eks Stafsus Jokowi Wafat: Ini Sepak Terjang hingga Karier Politik Arif Budimanta
“Orang-orang muda makin sadar bahwa upah kerja mereka dipengaruhi kebijakan politik, panggung seni tempat bersenang-senang dipengaruhi kebijakan politik, harga kopi dan cemilan kesukaan juga dipengaruhi kebijakan politik,” tulisnya.
Tak hanya itu, beban pendidikan dan biaya hidup pun ikut ditentukan oleh arah kebijakan pemerintah.
“Pun biaya pendidikan, biaya hidup-hidup yang lainnya, semua dipengaruhi kebijakan politik,” tambahnya.
Beban yang Kian Terasa
Boy menggarisbawahi bahwa semakin hari, semakin banyak anak muda yang benar-benar merasakan beban dari semua persoalan itu.
Kesadaran tersebut, menurutnya, bisa menjadi titik balik bagi generasi muda untuk lebih aktif dalam menyuarakan kepentingan mereka.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
Sedia Payung dan Jas, BMKG Ingatkan Jakarta Potensi Hujan Sore Ini!
-
'Takut Diamuk Massa': Alasan Klasik di Balik Tabrak Lari, Mengapa Jalanan Kita Begitu Beringas?
-
Gubernur Khofifah Apresiasi, Pemprov Jatim Borong 3 Penghargaan UB Halal Metric Award 2026
-
Ketum TP PKK Ajak Warga Sulsel Tingkatkan Imunisasi Anak Demi Generasi Sehat
-
Pastikan Bantuan Tepat Sasaran, Mendagri Tito Bersama Menteri PKP Tinjau Program BSPS di Balikpapan
-
Kemnaker Siapkan Tenaga Kerja Terampil untuk Dukung Pertumbuhan Pasar EV dan Green Jobs
-
Ironi Distribusi Air Jakarta: Apartemen Dimanjakan, Warga Kampung Pakai Pipa Usia Setengah Abad!
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Kritik Pelibatan TNI dalam Pembekalan LPDP, TB Hasanuddin: Perlu Dikaji, Tak Sesuai Tupoksi!
-
BPJS Kesehatan dan BPKP Perkuat Tata Kelola Jaga Keberlanjutan JKN