Sri Mulyani juga sempat terpilih menjadi Direktur Eksekutif Dana Moneter Internasional, mewakili 12 negara di Asia Tenggara pada tahun 2002 lalu.
Kemudian di tahun 2004, amanat dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono diberikan untuk menjadi Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, tepatnya pada 21 Oktober 2004.
Hanya berselang satu tahun, Sri Mulyani dipindahkan menjadi Menteri Keuangan untuk menggantikan Jusuf Anwar, karena terjadi perombakan kabinet oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Jabatan ini bertahan hingga Mei 2010.
Dengan semua capaian yang diberikan selama menjabat, Presiden SBY kala itu kemudian memberikan mandat baru pada Sri Mulyani sebagai Pelaksana Tugas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, mengisi kekosongan jabatan yang ditinggalkan Boediono yang dipercaya sebagai Gubernur BI.
Dirinya sempat berkarir di dunia internasional, sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia. Namun ketika pemerintahan Presiden Jokowi memasuki tahun ketiga, ia ditarik kembali ke Indonesia dan dipercaya menjadi Menteri Keuangan.
Selama menjabat Menteri Keuangan di kabinet ini beliau juga menerima banyak penghargaan, dan kembali diberikan kepercayaan untuk menduduki jabatan tersebut pada periode kedua pemerintahan Presiden Jokowi hingga tahun 2023 lalu.
Berhasil melewati masa pandemi dengan cukup stabil, membuatnya kembali diberikan kepercayaan sebagai Menteri Keuangan di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sebelum kemudian digantikan oleh Menkeu Purbaya.
Kontributor : I Made Rendika Ardian
Baca Juga: Menkeu Purbaya Minta Maaf Usai Sebut Demo 'Suara Sebagian Kecil Rakyat'
Berita Terkait
-
IHSG Merosot 1,78 Persen, Reshuffle Kabinet Bikin Investor Waspada
-
LIVE: Geger Reshuffle Sri Mulyani Lengser, Anak Menteri Keuangan Baru Hilang Jejak di Instagram!
-
Menkeu Purbaya Minta Maaf Usai Sebut Demo 'Suara Sebagian Kecil Rakyat'
-
Budi Arie Terima Dicopot dari Jabatan Menteri: Saya Hormati Keputusan Presiden
-
Sibuk Cari Kerja daripada Demo? Pernyataan Menkeu Baru Picu Reaksi Keras, Ini Kata Purbaya Soal Permintaan Maaf
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Ade Armando Resmi Keluar dari PSI, Pengamat Sebut Demi Selamatkan Citra Partai
-
Mensos Gus Ipul Sambangi KPK Besok, Minta Nasihat Terkait Pengadaan Sekolah Rakyat yang Disorot
-
Gelandang Botafogo Danilo Incar Satu Slot Timnas Brasil di Piala Dunia 2026: Banyak Pemain Top
-
Sidang Kasus Andrie Yunus, Eks Kepala BAIS: Intelijen Itu Alat Negara, Bukan Alat Emosi
-
Menkes Budi Waspadai Hantavirus Masuk Indonesia, Rapid Test hingga PCR Disiapkan
-
Akan Disampaikan di Forum Dunia, 3 Poin tentang Kekerasan Anak yang Tak Bisa Lagi Diabaikan
-
Militer AS Punya Program Lumba-Lumba Militer, Isu di Selat Hormuz Jadi Sorotan
-
Prabowo Bertolak ke Filipina Hadiri KTT Ke-48 ASEAN, Menteri Bahlil dan Seskab Teddy Ikut
-
Soal Masa Depan Wisata RI, Triawan Munaf: Tak Ada Lagi Sistem Pemesanan yang Terfragmentasi
-
Siap-Siap Ganti Gas Melon ke CNG, Apakah Bisa Pakai Kompor LPG Biasa?