- Reshuffle Kabinet Masih Jadi Sentimen Buruk Bagi IHSG
- IHSG Melemah Juga Karena Penjualan Mobil Turun pada Juli
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tajam pada perdagangan Selasa (9/9/2025). IHSG terkoreksi 1,78 persen ke level 7.628, tertekan oleh kekhawatiran investor terkait ketidakpastian ekonomi akibat isu reshuffle kabinet yang melibatkan menteri dengan pengaruh besar terhadap sektor ekonomi.
Mengutip riset Phintraco Sekuritas, sentimen negatif juga menekan pergerakan rupiah. Saham sektor teknologi tercatat mengalami pelemahan terbesar, sementara sektor transportasi justru membukukan penguatan tertinggi.
Selain faktor politik, pelemahan IHSG juga dibayangi data penjualan mobil domestik. Pada Agustus 2025, penjualan mobil turun 19 persen YoY, setelah sebelumnya pada Juli turun 18 persen YoY.
"Ini menandai penurunan empat bulan berturut-turut di tengah daya beli masyarakat yang melemah," tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya, Selasa (9/9/2025).
Meski begitu, secara bulanan, penjualan Agustus sedikit membaik dengan kenaikan 1,5 persen MoM dibanding Juli. Investor kini menanti rilis Indeks Keyakinan Konsumen Agustus 2025 pada Rabu (10/9), yang diperkirakan naik menjadi 119,3 dari 118,1 di bulan sebelumnya.
Secara teknikal, analis Phintraco mencatat adanya pelebaran negative slope MACD serta Death Cross pada Stochastic RSI. IHSG juga menjauhi level MA20 di sekitar 7.845 dan ditutup di bawah level support 7.630.
Dari luar negeri, investor juga akan mencermati data inflasi China bulan Agustus 2025 yang diperkirakan kembali mengalami deflasi 0,2 persen YoY, setelah stagnan pada bulan sebelumnya.
Sementara itu, di Amerika Serikat, data inflasi produsen (PPI) akan menjadi perhatian. PPI Agustus diperkirakan melambat ke 0,3 persen MoM, dari 0,9 persen MoM pada Juli yang merupakan kenaikan tertinggi sejak Juni 2022. Secara tahunan, PPI AS diperkirakan stabil di 3,3 persen YoY.
Baca Juga: Daftar Pemegang Saham Terbesar PT Merdeka Gold Resource Tbk
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Rupiah Ambruk Karena Kondisi Fiskal, Panda Bond dan Swap Currency Tak Selesaikan Masalah
-
Fundamental Terjaga, Tugu Insurance Bukukan Laba Rp265,62 Miliar di Kuartal I-2026
-
Investor Masih Kabur saat IHSG Menguat? Rupiah Kuncinya
-
Bahlil Mau Terapkan Skema Bagi Hasil Migas di Sektor Pertambangan
-
Ada Pejabat Baru di Lingkungan Kementerian ESDM, Ini Daftarnya
-
Pengamat Ingatkan Efek Pelemahan Rupiah Bikin APBN Berdarah-darah
-
Bahlil Fokus Ganti LPG 3 Kg ke CNG, Berapa Harga Jualnya?
-
Dirikan Learning Center di Fakultas Pertanian UGM, Wujud Kepedulian BRI terhadap Pendidikan
-
Rupiah Turun Terus, Purbaya Siapkan Dana Stabilisasi Obligasi
-
Pengamat: Aturan Soal Migas Jadi Biang Kerok Rupiah Terus Jeblok