Ribuan rakyat Nepal yang didominasi pemuda membakar gedung DPR federal dalam aksi menentang pemblokiran media sosial dan korupsi pemerintah. Mereka mengaku terinspirasi dari Indonesia. [X]
Pemerintahan Perdana Menteri KP Sharma Oli telah lama menuai kritik dari para oposan, karena dinilai gagal memenuhi janji-janji kampanyenya.
Langkah Nepal untuk mematikan media sosial ini sejalan dengan tren global di mana banyak pemerintah—termasuk Amerika Serikat, Uni Eropa, Brasil, India, Tiongkok, dan Australia—berupaya memperketat pengawasan terhadap raksasa teknologi.
Alasan yang dikemukakan beragam, mulai dari kekhawatiran atas misinformasi, privasi data, hingga keamanan nasional.
Namun, para kritikus khawatir langkah-langkah semacam ini berisiko membungkam kebebasan berekspresi.
Di sisi lain, para regulator berpendapat bahwa kontrol yang lebih ketat sangat diperlukan untuk melindungi pengguna dan menjaga ketertiban sosial.
Komentar
Berita Terkait
-
Emil Audero Tak Tergantikan di Timnas Indonesia saat FIFA Matchday
-
Laga Pamungkas vs Korea Selatan, Bagaimana Kans Lolos Timnas U-23 Melalui Jalur Runner-up?
-
Datangi KPK, ICW Bawa 11 Tuntutan Soal Pemberantasan KKN
-
Cara Mudah Daftar Jadi Pelaku Usaha Distribusi Pupuk Indonesia Tahun 2026
-
Miodrag Radulovic Ungkap Alasan Parkir Bus Lawan Timnas Indonesia
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
Terkini
-
Ancol Kaji Hapus Tiket Per Orang, Siapkan Skema 'Special Zone' Berbasis Parkir
-
Tok! Bos BJU Divonis 8 Tahun Penjara di Kasus Korupsi LPEI
-
Saling Dorong di Depan DPR! Polisi Paksa Padamkan Simbol 'Kematian' Pemerintah Milik Mahasiswa
-
Karangan Bunga Hitam Putih KDM di HUT Jakarta Curi Perhatian, Ketua DPRD DKI: Unik
-
DPR Bukan Tukang 'Stempel' Pemerintah! Saan Mustopa Kalim Fungsi Kontrol Parlemen Tetap Tajam
-
Parkir Cawang Tak Dilarang Total, Sudinhub: Kami Tindak yang Bandel!
-
Bukan Merendahkan, Wamenaker Ungkap Alasan Batasi Aturan Outsourcing di 4 Jenis Pekerjaan
-
Sasar 5 Provinsi, Program Lanskap Berkelanjutan Targetkan Konservasi Jutaan Hektare Kawasan
-
Muktamar PBNU dan Gertakan Cak Imin: Siapa yang Dianggap 'Main-main'?
-
Hotel Sultan Bakal Dirobohkan! Prabowo Ingin Bangun Ikon Baru Berstandar Internasional