- Menko Yusril pamer saat membesuk para pendemo yang ditahan Polda Metro Jaya
- Salah satu tahanan yang dibesuk oleh Yusril adalah Direktur Lokataru Foundation, Delpedro Marhaen
- Alih-alih mendapat pujian, Yusril justru ditantang netizen untuk menjebloskan Silfester Matutina yang kini masih berkeliaran meski berstatu narapidana kasus fitnah terhadap JK.
Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra mengaku telah membesuk 68 orang yang ditahan Polda Metro Jaya terkait demonstrasi pada Agustus lalu yang berujung rusuh di berapa lokasi di Jakarta.
Salah satu tahanan yang dibesuk oleh Yusril adalah Direktur Lokataru Foundation, Delpedro Marhaen. Agenda besukan terhadap para tahanan itu juga dibagikan oleh Yusril ke akun X pribadinya pada Selasa (9/9/2025).
Dalam unggahanya, Yusril menyebut alasannya membesuk orang-orang yang ditahan terkait demonstrasi rusuh itu karena untuk memastikan apakah kepolisian mengedepankan soal perlindungan HAM terhadap para tahanan.
"Saya dan Wamenko Kumham Imipas Otto Hasibuan pagi tadi mengunjungi 68 tahanan terkait demo di Jakarta akhir Agustus untuk memastikan ketentuan Hukum Acara Pidana dan Perlindungan HAM dipenuhi oleh aparat
Penegak Hukum di Polda Metro Jaya," tulis Yusril dikutip pada Selasa.
Yusril juga mengaku sempat berdialog dengan Delpedro yang kini mendekam di rumah tahanan Polda Metro Jaya atas tudingan memprovokasi pelajar dan anak-anak untuk melakukan kerusuhan di Jakarta saat demonstrasi meletus pada Agustus lalu.
"Kami juga menyempatkan untuk berdialog dengan Delperdo Marhaen, Ketua Yayasan Lokataru yang menjadi salah satu tahanan di Rutan Polda tersebut," ujarnya.
Dia pun mengeklaim jika tidak ada perlakuan spesial terhadap para tahanan. Alasannya, agar tak memicu kecemburuan sosial dari para tahanan lainnya.
"Semua tahanan diperlakukan sama tanpa pengistimewaan. Ini dilakukan untuk menjaga jangan sampai terjadi diskriminasi yang potensial menimbulkan masalah HAM," ujarnya.
Sontak unggahan Yusril kala membesuk tahanan kasus demo rusuh di Jakarta itu menuai atensi dan dibanjiri beragam komentar dari kalangan netizen. Alih-alih menuai pujian, Yusril justru banjir kritikan usai mengunggah soal besukannya kepada para tahanan di Polda Metro Jaya.
Baca Juga: Terkuak! Brigjen Juinta Omboh Ternyata Mau Polisikan Ferry Irwandi tapi Gagal, Apa Alasannya?
Banyak netizen yang meminta agar pemerintah membebaskan orang-orang yang ditangkap polisi saat demonstrasi meletus di Jakarta. Bahkan, ada netizen yang mengungkit kasus Silfester Matutina yang diketahui belum dieksekusi meski sudah berstatus sebagai narapidana kasus pencemaran nama baik terhadap mantan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla alias JK.
"Kapan ngunjungin yg ini Prof," tulis salah satu netizen sembari membagikan foto Silfester Matutina.
Terkait nama Silfester yang kembali diungkit, Yusril justru membalas netizen dengan guyonan.
"Kabarnya, anda sudah duluan ngunjungi beliau ini. Makanya sekarang anda nanya kapan saya bakal ngunjungi," timpal Yusril.
"Lepasin lah pak... Ngapain ditahan2, memang masih ada subversif-subversifan? (Silfester) Matutina tuh tahan. Lembek!" cibir netizen.
Tag
Berita Terkait
-
Terkuak! Brigjen Juinta Omboh Ternyata Mau Polisikan Ferry Irwandi tapi Gagal, Apa Alasannya?
-
Tepergok Follow Lagi Akun IG Prabowo, Aksi Budi Arie Bikin Netizen Ngakak: Labil Kayak Bocah!
-
Jenderal TNI Ancam Pidanakan Ferry Irwandi, Ketua YLBHI Ungkit Putusan MK: Cerdas Dikit Dong Ah
-
Pandji Pragiwaksono Blak-blakan Skakmat Menkeu Baru Purbaya: Yang Gini-gini Bikin Orang Demo!
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Motor Gigi Tanpa Kopling: Praktis, Irit, dan Tetap Bertenaga
- 5 Rekomendasi HP Layar Lengkung Murah 2026 dengan Desain Premium
- 5 Lipstik Ringan dan Tahan Lama untuk Usia 55 Tahun, Warna Natural Anti Menor
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 5 Sunscreen Jepang untuk Hempaskan Flek Hitam dan Garis Penuaan
Pilihan
-
5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
-
Promo Suuegeerr Alfamart Jelang Ramadan: Tebus Minuman Segar Cuma Rp2.500
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
Terkini
-
Terbongkar! Penyebab Utama Banjir Jakarta yang Tak Teratasi: 'Catchment Area' Sudah Mati?
-
Mengapa RJ Kasus Suami Bela Istri Baru Berhasil di Kejaksaan? Pengacara Beberkan Hambatannya
-
Kapolri Listyo Tolak Jadi Menteri Kepolisian, Pilih Jadi Petani Saja
-
Tata Cara Upacara Bendera di Sekolah Menurut SE Mendikdasmen No 4 Tahun 2026
-
Viral WNI Jadi Tentara AS dan Rusia, Pemerintah Telusuri Status Kewarganegaraannya
-
Kapolri Tegas Tolak Polri di Bawah Kementerian: Bisa Melemahkan Negara dan Presiden
-
Sesuai Mandat Reformasi, Kapolri Nilai Posisi Polri Langsung di Bawah Presiden Sudah Ideal
-
Tiga Tahun Nihil Serangan Teror, Kapolri Waspadai Perekrutan 110 Anak Lewat Ruang Digital
-
Kapolri Dorong Perpol 10/2025 Masuk Revisi UU Polri, Tegaskan Tak Melawan Putusan MK
-
Saut Situmorang: Demokrasi Mahal Jadi Akar Korupsi, OTT KPK Hanya Puncak Gunung Es