- Anak Terlibat Demo Karena Ajakan Menyesatkan di Aplikasi Percakapan
- Ratusan Anak Terlibat Unjuk Rasa di Berbagai Kota, Satu Pelajar Meninggal
- Mayoritas Anak yang Terlibat Demo Adalah Pelajar SMA, Ada Juga Siswa SD
Suara.com - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi menyebut keterlibatan anak.
Dalam aksi unjuk rasa di sejumlah daerah pada beberapa waktu lalu, dipicu karena ajakan menyesatkan melalui aplikasi percakapan.
Ia menjelaskan banyak anak tidak mengetahui tujuan sebenarnya saat berada di lokasi unjuk rasa.
Karena informasi yang mereka terima justru berupa ajakan menonton konser musik atau pertandingan sepak bola.
“Dari penjajakan yang kami lakukan, jadi mereka lewat WhatsApp itu informasinya mau diajak nonton konser, mau diajak nonton pertandingan sepak bola, tetapi ternyata mereka diturunkan di tempat itu (lokasi aksi),” kata Arifah di Cirebon, Jawa Barat, Selasa 9 September 2025.
Menurut dia, pola ajakan melalui pesan menyesatkan ini membuat anak-anak mudah terbujuk tanpa menyadari risiko yang dihadapi ketika berada di tengah kerumunan massa.
Kementerian PPPA yang berada di kluster tiga, lanjut dia, memiliki peran koordinatif sehingga langsung berkoordinasi dengan dinas PPPA di tingkat provinsi dan kabupaten/kota untuk melakukan penjangkauan.
Pihaknya pun bekerja sama dengan kepolisian, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), serta sejumlah instansi lain untuk melakukan pendataan agar data yang dihimpun lebih menyeluruh.
Arifah menyebutkan jumlah anak yang diduga terlibat aksi unjuk rasa cukup banyak, serta tersebar di berbagai daerah.
Baca Juga: Parfum Gak Sekadar Wangi: Ini Cara Anak Muda Ekspresikan Diri Lewat Aroma
Ia mencontohkan di Jakarta misalnya, tercatat ada 156 anak ikut demo pada 25 Agustus dan 110 anak pada 28 Agustus 2025.
Bahkan, satu pelajar bernama Andika di Tangerang pun dilaporkan meninggal dunia usai mengikuti aksi unjuk rasa.
Di daerah lain, kata dia, pelibatan anak pun tercatat cukup banyak seperti di Makassar ada satu anak, Bali 39 anak, Semarang sekitar 300 anak, Yogyakarta 25 anak dan Surabaya 56 anak.
“Sedangkan untuk di Jawa Barat, jumlah seluruhnya sekitar 293 anak,” ujarnya.
Ia menyebutkan mayoritas anak yang terlibat adalah pelajar tingkat menengah atas, namun ada pula yang masih duduk di bangku sekolah dasar.
Arifah menegaskan Kementerian PPPA bersama mitra lintas lembaga, kini memperkuat koordinasi untuk memastikan anak-anak tersebut tetap berada dalam lingkungan yang aman serta tidak lagi terlibat dalam aksi unjuk rasa.
“Tapi pokoknya, kita sama-sama menjaga supaya hal-hal ini tidak terjadi lagi. Kalau mau menyampaikan pendapat disampaikan dengan cara yang baik,” ucapnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai
-
Wamensos Apresiasi Dukungan ESQ Group untuk Pendidikan dan Karier Siswa Sekolah Rakyat
-
Sekolah Rakyat Ubah Jalan Hidup Aldo, Mantan Tukang Las Kini Punya Impian ke Negeri Sakura
-
Bupati Kediri Apresiasi Capaian Siswa Sekolah Rakyat dalam Open House 2026
-
Rano Karno Janji Tuntaskan Banjir Abadi Joglo: Jalan Ambles Aja Kita Perbaiki
-
Washington D.C. Kalah, Jakarta Masuk Peringkat 53 Kota Terbaik Dunia
-
Gaya Dasco Hadapi Aksi Mahasiswa Dipuji, Peneliti: Dobrak Eksklusivitas Senayan
-
Polisi Tangkap 4 Terduga Pelaku Terkait Tewasnya Dua Pria di Saluran Air Bekasi
-
Rano Karno Ajak Generasi Muda Rawat Sejarah dan Hidupkan Nilai Kebudayaan Bangsa
-
Rano Karno: Indonesia Saat Ini Butuh Keberanian Bung Karno