Suara.com - Ketenangan ibadah fajar di kota suci Madinah, Arab Saudi, terkoyak oleh sebuah dentuman dahsyat yang terdengar di dekat Masjid Nabawi pada Kamis (11/9/2025) dini hari.
Insiden yang terjadi sekitar pukul 05.43 waktu setempat itu sontak memicu kepanikan di antara ribuan jemaah yang baru saja menyelesaikan salat Subuh. Hal ini langsung mengubah suasana khusyuk menjadi penuh tanda tanya dan kekhawatiran.
Rekaman video amatir yang menyebar secepat kilat di media sosial menangkap momen dramatis. Ada sebuah kilatan cahaya melesat di langit subuh yang gelap, diikuti oleh suara ledakan yang menggelegar.
Fenomena ini langsung memicu badai spekulasi di dunia maya, dengan banyak warganet menduga kuat bahwa itu adalah jejak sistem pertahanan udara Arab Saudi yang berhasil mencegat sebuah rudal balistik.
Menanggapi kegaduhan tersebut, akun resmi Inside the Haramain, yang menjadi rujukan informasi seputar dua kota suci, segera merilis pernyataan untuk meredam spekulasi.
"Kami mengetahui adanya insiden yang terjadi di dekat Masjid Nabawi… Kami meminta semua pihak menahan diri dari spekulasi dan menunggu informasi resmi dari sumber berwenang,” tulis akun tersebut di platform X dikutip Sabtu, 13 September 2025.
Meski demikian, imbauan itu tak mampu membendung arus teori yang mengaitkan insiden ini dengan eskalasi konflik regional yang semakin memanas.
Dugaan paling kuat mengarah pada kemungkinan adanya rudal yang diluncurkan oleh kelompok Houthi dari Yaman, yang berbatasan langsung dengan Arab Saudi.
Sebagian analis menduga rudal tersebut menargetkan Israel, namun lintasannya yang melewati wilayah udara Saudi memicu respons dari sistem pertahanan kerajaan.
Baca Juga: Nekat! Fedi Nuril Blak-blakan Sindir Gerindra: Asem, Tiap Hari Ada Aja Berita Aneh dari Rezim
Konteks ini menjadi krusial, mengingat hanya sehari sebelumnya, militer Israel mengklaim telah berhasil menembak jatuh sebuah rudal yang ditembakkan dari arah Yaman.
Klaim tersebut muncul sesaat setelah Israel melancarkan serangan udara brutal ke Sanaa, ibu kota Yaman, dan Provinsi Jawf.
Serangan Israel itu dilaporkan menewaskan sedikitnya 46 orang dan melukai lebih dari 160 lainnya, yang disebut menargetkan kompleks militer Houthi.
Serangan balasan dari Yaman seolah menjadi keniscayaan setelah rentetan provokasi tersebut, termasuk serangan mematikan bulan lalu yang menewaskan Perdana Menteri Houthi, Ahmed Ghaleb Nasser al-Rahawi, beserta sembilan menterinya.
Peristiwa itu dianggap sebagai pukulan paling telak terhadap kepemimpinan Houthi dalam beberapa tahun terakhir.
Hingga berita ini diturunkan, pemerintah Arab Saudi masih memilih untuk bungkam. Tidak ada pernyataan resmi yang dikeluarkan untuk mengonfirmasi atau menyangkal laporan pencegatan rudal di atas Madinah.
Berita Terkait
-
Nekat! Fedi Nuril Blak-blakan Sindir Gerindra: Asem, Tiap Hari Ada Aja Berita Aneh dari Rezim
-
Cara Buat Foto Miniatur yang Lagi Viral Pakai Aplikasi HP Apa Saja? Tak Hanya Gemini AI!
-
Viral Detik-Detik Truk Gas Meledak: 8 Orang Tewas Terpanggang, Puluhan Kritis
-
Viral Ada Siput Terekam di Menu MBG, Netizen: Makan Bareng Gary, Escargot Mahal
-
Avishkar Raut: Ketika Suara Belia Mengguncang Kekuasaan Tua
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Jalan Rusak Parah, Warga Kulon Progo Pasang Spanduk Protes: 'Ini Jalan atau Cobaan?'
- 5 Mobil Bekas 80 Jutaan dengan Pajak Murah, Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
10 Sneakers Putih Ikonik untuk Gaya Kasual yang Tak Pernah Ketinggalan Zaman, Wajib Punya
-
Bursa Saham Indonesia Tidak Siap? BEI Klarifikasi Masalah Data yang Diminta MSCI
-
Menperin Pastikan Industri Susu Nasional Kecipratan Proyek MBG
-
MSCI Melihat 'Bandit' di Pasar Saham RI?
-
Harga Emas di Palembang Nyaris Rp17 Juta per Suku, Warga Menunda Membeli
Terkini
-
Drama London: Paspampres Klarifikasi Soal Halangi Jurnalis Saat Kawal Presiden Prabowo
-
Ketua KPK Jawab Peluang Panggil Jokowi dalam Kasus Korupsi Kuota Haji
-
Curhat Pimpinan KPK ke DPR: Alat Kurang Canggih Jadi Hambatan Utama OTT
-
Animo Tinggi, PDIP Minta Kemensos 'Gaspol' Bangun Sekolah Rakyat
-
PSI: Polri Harus Tetap di Bawah Presiden, Bukan Jadi Kementerian
-
KND Kawal Hak Atlet Disabilitas, Kontingen Indonesia Raih 135 Emas di ASEAN Para Games 2025
-
Ketua DPRD DKI Kawal Janji Pramono Lepas Saham Perusahaan Bir, Kaji Opsi Tukar Guling
-
Jadi Ipar Presiden RI, Soedradjad Djiwandono Ngaku Kudu Hati-hati Komentari Masalah Dalam Negeri
-
Kali Ciliwung Meluap, 11 RT di Jakarta Terendam Banjir
-
'Awal Tahun yang Sempurna', Daftar 4 Kritik Adian Napitupulu Terhadap Pemerintahan Prabowo