- Purbaya Yudhi Sadewa mengaku hampir menyerah kuliah di AS karena sulitnya materi ekonomi.
- Ancaman cerai dari sang istri justru memotivasi Purbaya untuk bertahan dan menyelesaikan studi.
- Kisah perjuangannya kembali viral dan mengubah pandangan publik terhadap dirinya sebagai Menteri Keuangan.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kembali jadi bahan perbincangan warganet usai potongan video podcast lamanya beredar di media sosial.
Video tersebut diunggah akun Instagram @pembasmi.kehaluan.reall pada Kamis, 18 September 2025, menampilkan kisah Purbaya saat nyaris menyerah kuliah di luar negeri.
Dalam rekaman tersebut, pria 61 tahun ini blak-blakan mengaku sempat kewalahan menempuh pendidikan ekonomi di Universitas Purdue, Indiana, Amerika Serikat tempat dirinya meraih gelar master dan doktor.
Awalnya, Purbaya mengira ekonomi mudah dipelajari, namun anggapan tersebut runtuh begitu menghadapi kenyataan.
"Saya sekolah saya pikir paling gampang ekonomi kan. Karena orang Indonesia berpikir ekonomi adalah hafalan. Saya salah. Setelah saya sekolah di sana, itu susah sekali rupanya," kata Purbaya.
Bahkan, di bulan-bulan pertama, dia sempat putus asa karena tidak memahami materi meski belajar setiap hari.
"Satu bulan sekolah, saya hampir menyerah. Karena saya baca tiap hari, enggak ngerti-ngerti," ujarnya.
Rasa frustasi itu membuat Purbaya berencana pulang ke Indonesia. Namun, ketika menyampaikan niatnya kepada sang istri, Ida Yulidina, dia justru mendapat jawaban mengejutkan.
"Saya bilang 'ini susah, akhir semester ini kita pulang ya'. Dia (Ida) bilang 'iya, kita pulang ke Indonesia. Sampai Indonesia kamu saya cerai'," ungkap Purbaya.
Baca Juga: DPR 'Sentil' Menkeu Purbaya, Sebut Kebijakan Rp200 Triliun Cuma Jadi Beban Bank & Rugikan Rakyat!
Ancaman tersebut menjadi titik balik. Purbaya yang semula ingin menyerah akhirnya memutuskan bertahan.
"Ya kalau saya dicerai kan saya rugi, sudah keluar kerja, duit sudah kepakai, istri hilang pula, habislah saya," tuturnya sambil mengenang masa itu.
Sejak saat itu, Ida sepenuhnya mendukung sang suami menuntaskan pendidikan.
"Jadi saya belajar lagi, saya bilang ke dia 'kamu dukung saya belajar terus, saya akan belajar, sampai selesai'. Dia bilang 'oke saya dukung'. Ya itulah, ternyata kita butuh dukungan, kita enggak bisa jalan sendiri, harus ada pendukung," tambahnya.
Kisah ini kembali viral seiring sorotan publik terhadap sosok Purbaya sebagai Menkeu baru.
Publik yang semula skeptis, kini mulai menyukai Purbaya karena prinsip dan cerita hidupnya.
Berita Terkait
-
Profil dan Pendidikan Tutut Soeharto, Gugat Menteri Keuangan di PTUN
-
Punya Utang Rp700-an Miliar ke Negara, Seberapa Kaya Tutut Soeharto?
-
Dana Rp200 Triliun Mengalir ke Himbara: Banggar DPR Wanti-Wanti, Awas Salah Sasaran!
-
Reshuffle Kabinet Prabowo: Murni Evaluasi Kinerja atau Sekadar Drama Politik?
-
Geger Keluarga Cendana! Tutut Soeharto Gugat Menkeu Purbaya ke PTUN, Misteri Apa di Baliknya?
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
Ironi Galian Maut Manggarai: Proyek Cegah Tawuran, Tapi Renggut Nyawa Anak
-
Aktivis 98 Kritik Manajemen Politik Prabowo: Lamban, Bikin Rumit Situasi
-
Dudung Takziah ke Rumah Peserta SPPI yang Meninggal, Pastikan Pelatihan Fisik Dihapus!
-
Amankan 10 Orang dalam OTT, KPK Minta Bupati dan Sekda Kuansing Serahkan Diri
-
7 Alasan Hakim Andi Nilai Nadiem Makarim Seharusnya Divonis Bebas
-
Bekerja di Pub Belum Tentu Korban TPPO, Polisi Buru Pelaku Lain Kasus Eltras
-
Belajar dari Jepang hingga Belanda, Calon Manajer KDMP Butuh Skill Bisnis, Bukan Retret Fisik
-
Sasar Anak Main HP Depan Rumah, Penjambret di Kalideres Jual Curian Buat Beli Sabu!
-
Tak Terima Kliennya Divonis 10 Tahun Penjara, Kuasa Hukum Nadiem Akan Laporkan Majelis Hakim ke KY
-
BUMN Jadi Penampungan Tim Sukses? Berisiko Jadikan Perusahaan Pelat Merah Bebani Negara