- Penyitaan 11 buku oleh Polda Jatim dari tersangka demo memicu kritik, termasuk dari jurnalis Dandhy Laksono yang menyebut tindakan itu menunjukkan aparat tidak membaca isi buku.
- Beberapa buku yang disita, seperti karya Franz Magnis-Suseno dan Emma Goldman, sebenarnya tidak mendukung ideologi yang dituduhkan, sehingga warganet menilai tuduhan aparat tidak berdasar.
- Kasus serupa juga terjadi di Jawa Barat, memperkuat kekhawatiran publik bahwa literatur dijadikan barang bukti tanpa pemahaman kontekstual terhadap isi dan tujuan penulisannya.
Suara.com - Penyitaan 11 buku oleh Polda Jawa Timur (Jatim) milik GLM, tersangka demo berujung ricuh di Surabaya dan Sidoarjo, rupanya mendapat kritik pedas. Salah satu kritik datang dari jurnalis investigasi senior Dandhy Laksono.
Melalui sebuah cuitan di akun X-nya, Dandhy Laksono mengomentari tindakan polisi menjadikan 11 buku 'kiri' sebagai barang bukti. Menurutnya, hal itu menunjukkan bahwa anggota aparat tidak membaca.
"Barang bukti bahwa polisi tidak membaca," kritik Dandhy Laksono, dikutip pada Minggu (21/9/2025).
Dalam cuitannya itu, sutradara dokumenter 'Dirty Vote' tersebut menyertakan sebuah judul berita "Polda Jatim Sita Buku 'Pemikiran Karl Marx' Karya Franz Magnis Suseno dari Tersangka Kerusuhan".
Pada deskripsi berita, diketahui bahwa Polda Jatim telah menangkap ratusan tersangka yang berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur. Polisi juga menyita sejumlah buku sebagai barang bukti.
Selain buku karya Franz Magnis-Suseno tersebut, buku yang disita Polda Jatim termasuk buku 'Anarkisme' karya Emma Goldman, 'Apa Itu Anarkisme Komunis' karya Alexander Berkman, 'Kisah Para Diktator' karya Jules Archer, dan 'Strategi Perang Gerilya' oleh Che Guevara.
Kapolda Jatim, Irjen Pol Nanang Avianto, mengatakan bahwa buku yang dinilai berisi faham soal komunis dan anarkisme itu sebenarnya boleh dibaca. Namun, tidak untuk dipraktikkan.
Dalam kolom komentar, sejumlah warganet juga turut mengkritik tindakan penyitaan buku tersebut. Pasalnya, beberapa buku tersebut tidak berisi faham marxisme seperti yang dimaksudkan oleh aparat.
"Hahaha. Franz Magnis nulis buku itu buat mengkritik marxisme. Artinya bener kata Dandhy, kalau polisi baca, mereka nggak bakal nyita buku itu, malah bikin tuduhan 'komunis' jadi lemah," kata seorang warganet.
Baca Juga: Video Gibran Tak Suka Baca Buku Viral Lagi, Netizen Bandingkan dengan Bung Hatta
"Sepertinya STF (Social Trust Fund) perlu ngasih beasiswa supaya ada polisi yg kuliah filsafat," sindir warganet lainnya.
"Lagu lama ini bang. Dulu kalau nangkap terduga teroris yang disita buku-buku agama," imbuh warganet yang lain.
Polda Jawa Barat juga Menyita Buku
Tidak hanya Polda Jatim, Polda Jawa Barat (Jabar) juga menyita ratusan buku serta artikel dari 26 tersangka perusakan dan pembakaran fasilitas umum saat demo berakhir rusuh pada 28 Agustus 2025 lalu.
Polda Jabar menunjukkan beberapa buku yang disita menjadi barang bukti, di antaranya buku 'Anak Semua Bangsa' karya Pramoedya Ananta Toer, 'Jiwa Manusia di Bawah Sosialisme' karya Oscar Wilde, 'Tiga Puisi' oleh Tsuji Jun.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
3 Emiten Lolos Pemotongan Kuota Batu Bara, Analis Prediksi Peluang Untung
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
Terkini
-
Saat Indonesia Jadi Pasar Rokok Terbesar ASEAN, Siapa Lindungi Generasi Muda?
-
OTT Beruntun di Kemenkeu, KPK Sita 3 Kg Emas dan Duit Miliaran dari Penangkapan Pejabat Bea Cukai
-
Edit Logo NU dan Disamakan dengan Simbol Yahudi, Warga Laporkan Akun X ke Polda Metro Jaya
-
Mensesneg Bocorkan Jadwal Pelantikan Hakim MK Baru Adies Kadir
-
PM Australia Anthony Albanese ke Jakarta Besok, Cek 8 Ruas Jalan yang Kena Rekayasa Lalin
-
BPJS PBI Dinonaktifkan Tanpa Pemberitahuan, Puluhan Pasien Cuci Darah Jadi Korban Ditolak RS
-
Bocah 10 Tahun di Ngada Bunuh Diri, Menteri PPPA Sentil Kerapuhan Sistem Perlindungan Anak Daerah
-
Istana Buka Suara soal Siswa SD Akhiri Hidup di NTT
-
Momen Langka di Abu Dhabi, Kala Prananda Prabowo Jadi Fotografer Dadakan Megawati
-
Haris Rusly Moti: Strategi Multi-alignment, Manuver Cerdas Prabowo untuk Palestina Merdeka