-
PDIP melalui Hasto Kristiyanto menyerukan penghentian konversi lahan pertanian subur, sejalan dengan visi Presiden Prabowo menjaga kedaulatan pangan.
-
Megawati mengingatkan pentingnya lahan subur sebagai fondasi produksi pangan dan investasi jangka panjang bagi bangsa.
-
Petani Bekasi sampaikan keluhan soal harga beras, irigasi, dan solar, yang direspons pemerintah daerah dengan janji normalisasi dan perlindungan lahan.
Suara.com - Dalam peringatan Hari Tani Nasional, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan (PDIP) menyuarakan komitmen kuatnya terhadap kedaulatan pangan dan kesejahteraan petani, sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto. Poin krusial yang menjadi perhatian utama adalah pesan tegas Ketua Umum Megawati Soekarnoputri untuk menghentikan konversi lahan pertanian subur.
Pesan itu disampaikan langsung oleh Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto saat berdialog dengan kelompok petani di Desa Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Rabu (24/9/2025).
Hasto melakukan dialog bersama Ketua DPP PDIP yang juga anggota Komisi IV DPR, Rokhmin Dahuri.
Hasto menggarisbawahi pentingnya pesan Megawati Soekarnoputri kepada seluruh keluarga besar petani.
"Arahan Ibu Megawati jelas, lahan subur harus dipertahankan," tegas Hasto dikutip dalam keterangannya, Rabu.
Ia menegaskan kalau pesan tersebut diabaikan maka akan berimplikasi pada pangan kota yang akan berancam.
Megawati memandang bahwa konversi lahan pertanian yang produktif menjadi kawasan industri atau pembangunan lainnya merupakan ancaman serius terhadap ketahanan pangan nasional.
Pesan Megawati ini bukan sekadar imbauan, melainkan sebuah peringatan strategis. Ia mengingatkan bahwa keberadaan lahan subur adalah fondasi utama produksi pangan. Tanpa lahan yang memadai, upaya untuk mencapai kedaulatan pangan akan sia-sia.
Hal ini sejalan dengan filosofi Bung Karno yang menyatakan "pangan ini mati hidupnya negeri," yang diulang kembali oleh Rokhmin Dahuri.
Baca Juga: PDIP Bongkar Strategi Jokowi: Komando 2 Periode Prabowo-Gibran untuk Lindungi Diri dari Badai Hukum?
Megawati menekankan bahwa mempertahankan lahan subur adalah investasi jangka panjang untuk memastikan bangsa ini tidak akan gagal dalam menyediakan kebutuhan pokok rakyatnya.
Dalam dialog tersebut, Rokhmin Dahuri menegaskan bahwa pandangan PDIP sejalan dengan Presiden Prabowo Subianto, yang juga menempatkan pangan sebagai isu hidup-mati bangsa.
"Kalau pertanian gagal dan petani tidak sejahtera, negara bisa gagal," ujarnya.
Sementara Hasto juga menyoroti pentingnya kepemilikan lahan bagi petani, dengan target minimal 1,5 hektare per petani. Ia mendesak pemerintah pusat, daerah, dan DPR untuk melakukan redistribusi lahan negara agar petani penggarap memiliki tanah sendiri, bukan sekadar menjadi buruh.
Dalam momen dialog, para petani di Bekasi menyampaikan sejumlah keluhan mendasar, harga beras yang perlu distabilkan minimal Rp12 ribu per liter, kerusakan pintu air, saluran irigasi yang belum dinormalisasi, kesulitan mendapatkan solar untuk traktor, dan harapan akan dukungan program benih IR64.
Menanggapi hal ini, Bupati Bekasi Ade Kuswara menyatakan komitmen pemerintah daerah untuk menjadikan Bekasi sebagai lumbung pangan berkelanjutan. Ia menyebutkan telah menyiapkan Peraturan Daerah (Perda) tentang perlindungan lahan pertanian, serta rencana penertiban bangunan liar untuk normalisasi sungai.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- Sepeda Gunung Apa yang Bagus dan Murah? Ini 7 Rekomendasi Terbaik untuk Pemula
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus
-
Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah
-
30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?
-
Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!
-
Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027
-
Gudang Sekolah di Penjaringan Terbakar, 70 Petugas Dikerahkan
-
Review Almarhum: Sinematografi Thriller Misteri Bernyawa Kearifan Lokal
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
IHH Healthcare Malaysia Terus Perluas Kehadiran di Indonesia
-
Fakta Mengerikan di Balik Penembakan Thailand: Pelaku Sudah Belajar Senjata 2 Tahun