- BMKG memperingatkan Indonesia berisiko mengalami kerawanan pangan serius dalam 25 tahun ke depan.
- Tahun 2024 tercatat sebagai tahun terpanas dalam sejarah.
- Tren hujan harian maksimum di Indonesia terus meningkat.
Suara.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan bahwa Indonesia berisiko mengalami kerawanan pangan serius dalam 25 tahun ke depan jika laju pemanasan global gagal ditekan. Peringatan ini disampaikan setelah tahun 2024 tercatat sebagai tahun terpanas dalam sejarah, yang berdampak langsung pada peningkatan frekuensi dan intensitas bencana hidrometeorologi di Indonesia.
Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, mengungkapkan bahwa kenaikan suhu global sebesar 1,55°C di atas periode pra-industri telah memicu cuaca ekstrem.
"Dampaknya, frekuensi dan intensitas banjir maupun kekeringan semakin ekstrem dan menimbulkan krisis air di banyak wilayah," kata Dwikorita usai pertemuan dengan Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU) Diana Kusumastuti, seperti dikutip pada Minggu (28/9/2025).
Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, menambahkan bahwa tren hujan harian maksimum di Indonesia juga terus meningkat.
"Ini bukan sekadar angka statistik, melainkan alarm nyata bahwa kita harus segera bertindak," ujarnya.
BMKG menegaskan, perencanaan infrastruktur seperti bendungan dan irigasi harus berbasis data iklim terbaru untuk menjawab ancaman krisis pangan dan ketersediaan air di masa depan.
Respons Kementerian PU
Menanggapi paparan tersebut, Wakil Menteri PU Diana Kusumastuti menyambut baik data dari BMKG dan menegaskan relevansinya untuk perencanaan infrastruktur nasional. Ia menyatakan bahwa pembangunan ke depan akan memperhitungkan perubahan pola curah hujan, potensi longsor, dan risiko kekeringan.
"Jika ancaman kekeringan meningkat, maka kita harus memastikan pembangunan irigasi dan bendungan dilakukan tepat sasaran. Demikian juga terkait banjir, perlu peningkatan operasi dan pemeliharaan," ujar Diana.
Baca Juga: Prediksi Cuaca Hari Ini 28 September 2025: Hujan di Jabodetabek & Jabar, Jatim Berawan
Wamen PU juga menyoroti pentingnya penguatan konstruksi infrastruktur agar lebih tahan terhadap bencana hidrometeorologi.
"Standar SNI, desain jembatan, serta sistem peringatan dini harus terus diperbarui agar lebih adaptif terhadap dinamika iklim," katanya.
Untuk itu, BMKG dan Kementerian PU sepakat untuk memperkuat sinergi dalam merancang infrastruktur yang lebih tahan bencana, merehabilitasi lahan kritis, menormalisasi sungai, serta membangun infrastruktur hijau seperti taman resapan dan sumur infiltrasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Penggeledahan Kasus Bea Cukai Berlanjut, KPK Amankan Kontainer Berisi Sparepart Kendaraan
-
Dari Berau hingga Mahakam Ulu, Desa-Desa Ini Jadi Bukti Model Pembangunan Hijau Berkelanjutan
-
Ambisi B50 Dinilai Berisiko bagi Ekonomi, Pangan, dan Lingkungan: Adakah Alternatifnya?
-
Nadiem Makarim Ungkap Perasaan Haru Jadi Tahanan Rumah: Bayi Saya Nangis
-
Gus Ipul Sebut Penyalahgunaan Bansos untuk Judol Turun Drastis: Diberikan pada yang Membutuhkan
-
Bela Siswa SMAN 1 Pontianak, Anggota DPR Minta Juri LCC 4 Pilar Dievaluasi Total
-
Permenhut Perdagangan Karbon Dikritik, Pemerintah Diminta Fokus Hentikan Deforestasi
-
Eksekutor Andrie Yunus Ngaku Tak Tahu Dampak Siraman Air Keras
-
Warga Palestina Dipaksa Bongkar Makam Keluarga, PBB Kecam Tindakan Israel di Tepi Barat
-
Gelombang Panas Picu Krisis Pangan, Dunia Mulai Cari Cara Bertahan