-
Sekitar 942 ribu orang diprediksi naik Commuter Line saat HUT TNI ke-80.
-
KAI Commuter siapkan 1.063 perjalanan dan antisipasi kepadatan di stasiun.
-
Pengguna diimbau tertib, jaga keselamatan, dan cek saldo kartu sebelum naik.
Suara.com - Sekitar 942 ribu penumpang diperkirakan akan memadati layanan Commuter Line Jabodetabek pada puncak peringatan HUT TNI ke-80 di kawasan Monas, Minggu (5/10/2025) besok.
Hal itu disampaikan Manager Public Relations KAI Commuter Leza Arlan. Menurutnya berbagai langkah antisipasi telah disiapkan di sejumlah stasiun yang berpotensi padat.
“Kami perkirakan sekitar 942 ribu orang akan menggunakan Commuter Line pada peringatan HUT TNI besok,” ungkap Leza, kepada wartawan, Sabtu (4/10/2025).
Kepadatan diprediksi terjadi di Stasiun Juanda dan Stasiun Gondangdia.
Untuk menghindari antrean panjang, masyarakat diimbau menggunakan Stasiun Tanah Abang yang berjarak sekitar 2,2 kilometer dari Monas atau Stasiun Sawah Besar yang berjarak 2,4 kilometer sebagai alternatif.
KAI Commuter juga akan mengoperasikan layanan mengacu pada jadwal hari kerja dengan total 1.063 perjalanan Commuter Line Jabodetabek guna menjaga kelancaran mobilitas masyarakat.
“Dua mobil ambulans dan 29 tenaga medis juga disiapkan untuk mendukung layanan kesehatan pengguna,” jelas Leza.
Sementara untuk mengatur arus penumpang, sistem buka-tutup antrean akan diberlakukan di area peron bila situasi mulai padat.
KAI Commuter juga mengimbau pengguna mengikuti arahan petugas, menjaga keamanan, dan mengutamakan keselamatan selama berada di area stasiun.
Baca Juga: HUT ke-80 TNI di Monas, Keluarga Pahlawan Nasional Akan Hadir Meriahkan Perayaan
Bagi pengguna yang membawa anak, diminta memastikan anak selalu dalam pengawasan selama perjalanan.
Leza juga meningkatkan para pengguna untuk mengecek saldo KMT atau kartu uang elektronik minimal Rp 5.000 agar transaksi tiket berjalan lancar.
“Kami mengimbau seluruh pengguna mendahulukan penumpang yang keluar, tidak berdiri di depan garis aman, dan tetap tertib selama berada di peron,” pungkasnya.
Berita Terkait
-
10 Link Twibbon HUT TNI Terbaru, Download Langsung Pasang di Foto
-
Panglima Minta Maaf, HUT TNI ke-80 di Monas Bakal Bikin Macet? Ini Skenario Pengalihan Arusnya
-
Jadi Streamer Twitch Top 2025, Berapa Penghasilan Kai Cenat?
-
Profil dan Kekayaan Kai Cenat, Streamer Twitch dengan Subscriber Terbanyak di Dunia 2025
-
CFD Tetap Asyik! HUT TNI ke-80 Jamin Tak Ganggu Car Free Day Jakarta, Ini Rutenya
Terpopuler
- Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama
- 4 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Sesuai Review Pembeli
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran
- Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
Terkini
-
Gunung Karangetang Erupsi, Lontarkan Material Bikin Langit Siau Membara
-
Tragedi Pantura Indramayu, Korban Tewas Kecelakaan Beruntun Bertambah Jadi 10 Orang
-
Pikap Warkidi Dihantam Truk di Pantura Indramayu: 3 Penumpang Tewas, Belasan Orang Luka-Luka
-
Prabowo Kritik Teori Neolib: Katanya Kakayaan Menetes ke Bawah, Kalian Percaya?
-
Ketua Umum FKDT Apresiasi Langkah Presiden Redakan Polemik Kasus Febrie Adriansyah
-
Kebakaran Maut di Pulogadung, 3 Orang Tewas Saat Tidur Lelap
-
Prabowo Kecam Pemimpin Provokator Ajak Bakar-bakar: Saya Percaya Hukum Karma
-
Amnesty Kritik Pemekaran Papua: Negara Hanya Dengar Mereka yang Setuju Saja
-
Bukan Cuma Peluru, Pengungsi Papua Terancam Putus Sekolah dan Minim Medis
-
Sebut Tanggung Jawab Wapres, Bambang Pacul Dinilai 'Main-main' dengan Isu Papua