- Taman Margasatwa Ragunan akan memulai uji coba operasional malam hari atau Ragunan Zoo Malam mulai malam ini.
- Akses akan dibatasi pada hewan-hewan yang aktif di malam hari (nokturnal) untuk menjaga kesejahteraan satwa lainnya.
- Kenyamanan dan keamanan satwa tetap menjadi prioritas utama dalam program Ragunan Zoo Malam.
Suara.com - Taman Margasatwa Ragunan akan memulai uji coba operasional malam hari atau Ragunan Zoo Malam pada Sabtu (11/10/2025). Namun, pengunjung perlu mengetahui bahwa tidak semua satwa dapat dilihat.
Pihak pengelola menegaskan akses akan dibatasi pada hewan-hewan yang aktif di malam hari (nokturnal) untuk menjaga kesejahteraan satwa lainnya.
Kepala Humas Taman Margasatwa Ragunan, Wahyudi Bambang, menjelaskan bahwa ada empat jenis satwa utama yang dapat dinikmati pengunjung selama sesi malam:
- Harimau Sumatra
- Kuda Nil
- Mamalia Kecil
- Reptil (di area terarium)
"Selain keempat jenis satwa tersebut, seluruh area satwa diurnal akan ditutup jalurnya selama Zoo Malam berlangsung," kata Wahyudi.
Alasan Pembatasan: Jaga Waktu Istirahat Satwa
Wahyudi menegaskan bahwa pembatasan ini dilakukan demi menjaga waktu istirahat satwa yang bersifat diurnal atau aktif pada siang hari. Menurutnya, kenyamanan dan keamanan satwa tetap menjadi prioritas utama dalam program ini.
"Untuk satwa yang tidak boleh dikunjungi adalah satwa yang bersifat diurnal. Satwa jenis ini harus beristirahat malam hari, sehingga area mereka ditutup saat Zoo Malam," ujar Bambang kepada Suara.com, Jumat (10/10/2025).
Bagi masyarakat yang tertarik, berikut adalah beberapa aturan penting untuk program Night at Ragunan Zoo:
- Waktu: Dibuka mulai pukul 18.00 WIB.
- Akses Masuk: Hanya melalui Pintu Utara (Pintu Barat ditutup).
- Pembayaran: Wajib menggunakan JakCard.
- Transportasi Internal: Pengunjung dapat berjalan kaki atau menyewa electric car (buggy car) dengan tarif Rp 250.000 per jam.
Baca Juga: Ragunan Uji Coba Buka Malam Hari Ini: Simak Jadwal 'Feeding Time' Harimau hingga Kuda Nil
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Gus Ipul: Guru Sekolah Rakyat Harus Profesional, SKP Jadi Kompas Perubahan Siswa
-
KPK Periksa 14 Saksi Terkait Kasus Pemerasan Jabatan Perangkat Desa di Pati
-
Peringatan Keras PDIP Soal Perjanjian Tarif AS: Hati-hati, Jangan Ulangi Sejarah Freeport!
-
6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
-
Sisi Hangat John Tobing Pencipta Lagu 'Darah Juang', Begini Sosoknya di Mata Keluarga!
-
Ngeri! Sopir Calya Ugal-Ugalan di Gunung Sahari Ternyata Bawa 4 Pelat Palsu, Sajam, dan Senpi Mainan
-
Hotman Paris Dampingi Keluarga Fandi Ramadhan ke DPR, Protes Tuntutan Mati Kasus 2 Ton Sabu
-
Kronologi Pemobil Calya Hitam Ugal-ugalan Lawan Arah di Gunung Sahari, Ternyata Pelatnya Palsu
-
Terima Hotman Paris dan Keluarga ABK Sea Dragon, Ketua Komisi III Singgung Rasa Keadilan Masyarakat
-
KPK akan Periksa Eks Menhub Budi Karya Pekan Depan Terkait Kasus DJKA