- Pengunjung yang sudah berada di area kebun binatang sejak siang hari tetap diwajibkan membeli tiket baru jika ingin menikmati program "Night at Ragunan Zoo".
- Tiket masuk sesi siang tidak berlaku untuk kunjungan sesi malam karena adanya perbedaan harga dan sesi kunjungan.
- Sebelum sesi malam dibuka, akan ada jeda waktu atau clear time untuk persiapan operasional dan keamanan.
Suara.com - Taman Margasatwa Ragunan menegaskan bahwa pengunjung yang sudah berada di area kebun binatang sejak siang hari tetap diwajibkan membeli tiket baru jika ingin menikmati program "Night at Ragunan Zoo" atau Ragunan Malam. Kebijakan ini berlaku untuk semua pengunjung tanpa terkecuali.
Kepala Humas Taman Margasatwa Ragunan, Wahyudi Bambang, menjelaskan bahwa tiket masuk sesi siang tidak berlaku untuk kunjungan sesi malam karena adanya perbedaan harga dan sesi kunjungan.
"Bagi pengunjung yang sudah datang sejak pagi hingga sore dan ingin melanjutkan kunjungan ke Zoo Malam tetap diwajibkan membeli tiket malam, karena harga tiket malam berbeda dengan tiket siang," jelasnya.
Aturan Kunjungan Malam
Program "Night at Ragunan Zoo" memiliki beberapa aturan khusus:
- Waktu: Dibuka mulai pukul 18.00 WIB.
- Akses Masuk: Hanya dapat diakses melalui Pintu Utara.
- Pembayaran: Seluruh pengunjung diwajibkan menggunakan JakCard karena sistem tiket tidak melayani pembayaran tunai.
- Satwa Terbatas: Akses kunjungan pada malam hari juga terbatas pada satwa-satwa tertentu, seperti harimau sumatra, mamalia kecil, kuda nil, dan reptil di terarium. Satwa lain yang aktif di siang hari (diurnal) tidak dapat dikunjungi untuk menjaga waktu istirahat mereka.
Wahyudi menambahkan, sebelum sesi malam dibuka, akan ada jeda waktu atau clear time untuk persiapan operasional dan keamanan.
"Selama clear time... persiapan yang kami lakukan adalah persiapan jalur-jalur, kemudian penempatan petugas, petugas security, dan petugas loket," ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 5 Rekomendasi Sepeda Lipat di Bawah 5 Juta yang Ringan dan Stylish, Mobilitas Semakin Nyaman
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Lingkaran Setan Kekerasan di Balik Seragam: Mengapa Polisi Junior Terus Jadi Korban Senior?
-
Bareskrim Ambil Alih Pengejaran Ko Erwin, Bandar Narkoba Terkait Kasus AKBP Didik
-
WNA Australia Terinfeksi Campak Usai Kunjungi RI, Kemenkes Percepat Imunisasi MR untuk Anak PAUDTK
-
Pramono Anung Instruksikan Perluasan Akses Jalan Guna Urai Kemacetan Flyover Latumenten
-
KPK Telusuri Pemilik Lima Koper Berisi Uang Rp5 Miliar dalam Kasus Bea Cukai
-
DPRD DKI Kritik Impor 3.100 Sapi oleh Pramono Anung, Dinilai Tak Sejalan UU Pangan
-
Habib Jafar: Ramadan Momentum Jadi Muslim Kaya Hati, Bukan Sekadar Kaya Materi
-
Hakim Tetapkan Kerugian Negara Kasus Korupsi Minyak Pertamina Sebesar Rp9,4 Triliun
-
Divonis 9 Tahun Penjara, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Sebut Fakta Sidang Diabaikan
-
Ancaman Nyata dari AS hingga AI: Bagaimana RI Menjaga 'Benteng' Pembangunan Nasional di 2026?