- Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menilai hasil survei Index Politica yang mencatat 83,5% kepuasan publik terhadap pemerintahan Prabowo sebagai bukti keberhasilan program pro-rakyat.
- Ia menyebut kebijakan seperti Makan Bergizi, Sekolah Rakyat, hingga pemberdayaan UMKM menjadi faktor utama meningkatnya kepercayaan publik.
- Meski mengakui masih ada kekurangan, Bahlil optimis pemerintah terus berbenah demi kesejahteraan rakyat.
Suara.com - Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menyambut positif hasil survei terbaru dari Index Politica yang menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mencapai 83,5%.
Ia menilai, angka tersebut merupakan cerminan dari kinerja pemerintah yang fokus pada program-program pro-rakyat.
"Terkait dengan survei yang 83% tingkat kepuasan publik kepada kinerja pemerintah, harus kita apresiasi hasil survei tersebut sebagai bagian daripada akumulasi tentang kinerja pemerintahan di bawah Presiden Pak Prabowo," ujar Bahlil ditemui di TMP Kalibata, Jakarta Selatan, Senin (20/10/2025).
Bahlil menjelaskan bahwa tingginya angka kepuasan publik ini tidak lepas dari berbagai inisiatif dan kebijakan yang telah digulirkan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Ia menyoroti beberapa program unggulan yang dianggap langsung menyentuh masyarakat, seperti program Makan Bergizi, Sekolah Rakyat, Kooperasi Merah Putih, serta upaya peningkatan ketahanan pangan dan energi.
Secara spesifik, Bahlil mencontohkan terobosan di sektor energi dan UMKM.
"Bahkan sekarang untuk di bidang energi, sumur-sumur masyarakat, ada 45 ribu sumur yang sejak Indonesia Merdeka nggak pernah ada dasar aturan untuk kita memberikan izin kepada mereka, sekarang sudah kita berikan izinnya," ungkapnya.
Tidak hanya itu, perhatian terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga menjadi fokus.
"UMKM yang selama ini nggak pernah mendapat prioritas dalam pemberian IUP, kita kasih," tambah Bahlil.
Baca Juga: Soroti Satu Tahun Rezim Prabowo-Gibran, Demo BEM SI Dijaga Ketat Ribuan Aparat
Menurutnya, semua langkah ini adalah upaya untuk menerjemahkan arahan Presiden serta mengimplementasikan amanat Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 33, sekaligus melakukan retribusi kekayaan sumber daya alam untuk kesejahteraan rakyat.
"Semua ini apa? Ini dalam rangka menerjemahkan arahan Bapak Presiden, dan menerjemahkan apa yang menjadi perintah Undang-Undang Dasar 45 Pasal 33, dan sekaligus untuk melakukan retribusi terhadap kekayaan sumber daya alam kita," jelas Bahlil.
Meskipun pemerintahan Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka baru berjalan sekitar satu tahun, Bahlil optimis hasil survei ini adalah potret kinerja yang baik. Ia mengakui bahwa dalam setiap pemerintahan pasti ada kekurangan dan kelebihan.
"Yang berikut kami tahu bahwa dalam satu tahun ini pasti ada plus minus lah, pasti ada kekurangan dan kelebihan. Yang sudah bagus kita pertahankan, yang belum bagus saya yakin dan percaya atas arahan Bapak Presiden, seluruh menterinya akan memperbaiki," katanya.
Bahlil menutup pernyataannya dengan menekankan bahwa kesempurnaan bukanlah tujuan akhir, melainkan perbaikan berkelanjutan demi kesejahteraan rakyat.
"Tidak ada manusia sempurna di dunia ini. Semua akan kita menuju kepada sesuatu yang baik demi kesejahteraan rakyat bangsa negara," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Pembiayaan UMKM, Dukung Target 100.000 Sultan Muda Sumsel
-
Intimidasi Satpam MRT Usai Terobos Lampu Merah, 3 Polisi Arogan Polda Jabar Di Patsus 21 Hari
-
Polres Tangsel Buka-bukaan Soal Kasat Narkoba dan 6 Anggotanya Diringkus Bareskrim Polri
-
Cegah Ledakan Sampah Saat Kemarau, DLH dan Damkar Tangsel Kolaborasi Semprot TPA Cipeucang
-
Hattrick Mewah Mitchell Baker Bawa Indonesia Bantai Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026
-
Pendaki Gunung Dempo yang Bikin Geger karena Senapan Angin Berhasil Dievakuasi
-
Hasil Akhir: Awal Sempurna Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Gasak Kamboja 5-1
-
Akademisi Binus: Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Bernilai Besar, Penanganannya Tak Boleh Istimewa
-
Tren Belanja Parfum Berubah, Pengalaman Mencoba Aroma Kini Jadi Daya Tarik
-
Bukan Sekadar Cantik, Makeup Kini Dituntut Praktis dan Nyaman Dipakai Seharian