- Perumda PAM Jaya berinovasi memproduksi air minum dari uap atmosfer melalui kerja sama dengan mitra strategis Swiss.
- Inovasi ini akan dikembangkan pada fasilitas water hub di Sudirman-Thamrin, Jakarta Pusat, serta ada versi mobile.
- Masyarakat dapat mengakses air minum hasil teknologi penangkapan uap ini secara gratis, ditargetkan mulai terlihat pertengahan 2026.
Suara.com - Perumda PAM Jaya tengah menginisiasi terobosan mutakhir dengan memproduksi air minum yang bersumber langsung dari tangkapan uap air di atmosfer.
Inovasi jempolan ini diproyeksikan menjadi bagian dari pengembangan fasilitas water hub yang akan menghiasi sejumlah titik di kawasan Sudirman–Thamrin, Jakarta Pusat.
Direktur Utama PAM Jaya, Arief Nasrudin menyatakan bahwa pengembangan teknologi ini merupakan buah manis dari kerja sama dengan mitra strategis internasional asal Swiss.
Mekanisme kerja alat ini tergolong unik karena mampu menangkap partikel air yang berterbangan di udara untuk kemudian dikonversi menjadi air layak konsumsi.
“Berbeda dengan sumber air konvensional seperti sungai atau waduk, teknologi ini tidak membutuhkan sumber air baku,” ungkap Arief, mengutip laman resmi Pemprov DKI Jakarta, Jumat (13/3/2026).
Arief menambahkan bahwa perangkat tersebut sangat mumpuni dalam memanen air minum langsung atau drinkable water dengan memanfaatkan kelembapan atmosfer.
Teknologi penangkap uap ini bahkan diklaim bakal bekerja jauh lebih optimal saat kondisi cuaca di Jakarta sedang terik.
“Nantinya, masyarakat dapat langsung mengakses air minum secara gratis dari fasilitas tersebut,” lanjut Arief.
Secara teknis, prinsip kerja inovasi ini menyerupai proses kondensasi pada mesin pendingin ruangan, namun dirancang secara khusus dalam skala yang jauh lebih masif.
Baca Juga: Gedung Tinggi Dilarang Sedot Air Tanah, PAM Jaya Ingatkan Ancaman Sinkhole Hantui Jakarta
Rencana ini pun telah mendapatkan lampu hijau serta dukungan penuh dari Pemprov DKI dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jakarta.
“Pembangunan fasilitas dapat segera dimulai pada tahun ini. Targetnya, proses peletakan batu pertama atau groundbreaking dapat dilakukan pada pertengahan tahun 2026,” kata Arief.
Selain fasilitas statis di pusat kota, BUMD milik Pemprov DKI ini juga menyiapkan perangkat versi mobile untuk menanggulangi kondisi darurat di lokasi yang minim sumber air.
Berbeda dengan unit pengolah air biasa, versi mobile berbasis atmosfer ini benar-benar mandiri karena tidak memerlukan pasokan air sungai sebagai bahan mentahnya.
“Jika seluruh proses berjalan sesuai rencana, teknologi ini ditargetkan tiga sampai empat bulan ke depan sudah bisa kami tunjukkan kepada gubernur untuk kemudian disampaikan kepada masyarakat,” tandas Arief.
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Serial Hollywood 'Reacher' Tayang di Mana? Ini Peran Agnez Mo dan Anggun C Sasmi
-
Molor Setahun! Proyek SDN Cipete Utara 01 Paksa Orang Tua Korbankan Jam Kerja Demi Anak
-
Misteri 2 Jasad Anonim di Lampung Selatan, Ini Ciri-cirinya
-
Di Mana Tempat Beli Parfum YSL Ori? Ini 5 Toko Tepercaya dan Variannya yang Paling Wangi
-
Dari Penumpang Biasa Jadi Bagian Perubahan: Cerita Kecil Selamatkan Bumi Lewat KRL
-
Proyek 10 Kampus URI: Solusi Cetak Birokrat atau Pemborosan Dana APBN?
-
6 Saham Masuk Rekomendasi di Tengah Penurunan Tensi Perang, Ada Emiten BIPI
-
Penjaga Sekolah di Bintan Peras Uang Jajan Siswa SD Selama 3 Tahun Demi Main Judi Online
-
PSIS Kunci Raffinha, Mahesa Jenar Perkuat Misi Kembali ke Super League
-
Cashlez Kantongi Dana Rp237,2 Miliar dari Rights Issue, Siap Perluas Ekosistem Pembayaran Digital