- Satu tahun pemerintahan Prabowo mendapat penilaian negatif di bidang ekonomi dengan skor -13,8 poin
- Kinerja Presiden Prabowo di panggung global, termasuk pidato di PBB dan isu Gaza, mendongkrak sektor hubungan internasional
- Sulitnya mencari kerja dan menurunnya daya beli menjadi dua faktor utama yang menyebabkan anjloknya kepercayaan publik terhadap kinerja ekonomi pemerintah
Suara.com - Setahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto diwarnai oleh rapor biru di lima bidang utama, namun mendapat sorotan tajam dengan satu rapor merah menyala di sektor ekonomi nasional. Temuan ini diungkap oleh Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, yang menyoroti tantangan terbesar pemerintahan saat ini.
Peneliti LSI Denny JA, Adjie Alfaraby, memaparkan bahwa dari enam bidang yang dievaluasi, hanya ekonomi yang dinilai kurang baik oleh publik. Sementara itu, bidang sosial budaya, keamanan nasional, hukum nasional, politik nasional, dan hubungan internasional berhasil mengantongi penilaian positif.
"Setahun pemerintahan Prabowo adalah satu momen krusial bagi pemerintahan baru karena di situlah janji kampanye akan diuji," ujar Adjie di Kantor LSI Denny JA, Jakarta, Kamis (23/10/2025).
Survei ini mengukur sentimen publik dengan mengurangkan penilaian buruk dari penilaian baik untuk menghasilkan skor akhir. Hasilnya menunjukkan jurang yang signifikan antara persepsi publik terhadap kinerja ekonomi dan bidang lainnya.
Secara rinci, bidang hubungan internasional menjadi yang paling cemerlang dengan skor tertinggi mencapai 63,5 poin, disusul oleh sosial budaya dengan 61 poin, dan keamanan nasional 48,5 poin.
Sementara itu, politik nasional dan hukum nasional mendapat skor tipis, masing-masing 9,4 poin dan 8,3 poin. Sektor ekonomi nasional menjadi satu-satunya yang terperosok ke zona negatif dengan skor minus 13,8 poin.
Menurut Adjie, tingginya skor hubungan internasional didorong oleh keaktifan Presiden Prabowo di panggung dunia. "Khususnya Presiden Prabowo mendapatkan kesan baik atas pidatonya di PBB dan juga turut hadir dalam upaya perdamaian Gaza," jelasnya.
Sebaliknya, rapor merah di bidang ekonomi disebabkan oleh dua masalah krusial yang dirasakan langsung oleh masyarakat, sulitnya lapangan kerja dan merosotnya daya beli. Publik, kata Adjie, secara aktif membandingkan ketersediaan lapangan pekerjaan dengan kondisi tahun sebelumnya.
"Penurunan daya beli juga menjadi salah satu masalah yang paling urgen," ujarnya sebagaimana dilansir Antara.
Baca Juga: Prabowo Kagum ke Presiden Brasil: Beliau Tiga Periode, Kalau Kita Nggak Boleh!
Survei ini dilakukan pada 10-19 Oktober 2025 terhadap 1.200 responden melalui wawancara tatap muka. Menggunakan metodologi multi-stage random sampling, survei ini memiliki margin of error sekitar 2,9 persen.
Berita Terkait
-
Prabowo Kagum ke Presiden Brasil: Beliau Tiga Periode, Kalau Kita Nggak Boleh!
-
Survei Mengungkap: Program MBG Tuai Kekecewaan Tinggi, Publik Desak Evaluasi
-
Prabowo dan Presiden Brasil Punya Angka Keberuntungan 8, Apa Maknanya?
-
Momen Presiden Prabowo Sambut Presiden Brazil Luiz Inacio Lula da Silva
-
Kejutan! Prabowo Jadikan Bahasa Portugis Prioritas di Sekolah: Ada Apa dengan Brasil?
Terpopuler
- Mulai Tahun Ini Warga RI Mulai Frustasi Hadapi Kondisi Ekonomi, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- 34 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Januari: Sikat TOTY 115-117 dan 20.000 Gems
- Deretan Mobil Bekas 80 Jutaan Punya Mesin Awet dan Bandel untuk Pemakaian Lama
- Jadwal M7 Mobile Legends Knockout Terbaru: AE di Upper, ONIC Cuma Punya 1 Nyawa
Pilihan
-
Rumor Panas Eks AC Milan ke Persib, Bobotoh Bersuara: Bojan Lebih Tahu Kebutuhan Tim
-
Ekonomi Tak Jelas, Gaji Rendah, Warga Jogja Berjuang untuk Hidup
-
Rebut Hadiah Berlimpah! Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel Jadi Penggerak Potensi Daerah
-
ASEAN Para Games 2025: Nurfendi Persembahkan Emas Pertama untuk Indonesia
-
Perbedaan Jaring-jaring Kubus dan Balok, Lengkap dengan Gambar
Terkini
-
Cincin Akik Hijau Jadi Sorotan, Diduga Hantam Wajah Brigadir Nurhadi Sebelum Tewas
-
28 Juta Warga Indonesia Berpotensi Alami Masalah Kesehatan Jiwa, Apa yang Terjadi?
-
Mendagri: Masa Tanggap Darurat Aceh Utara Bisa Diperpanjang
-
PDIP Tegaskan Kedekatan Megawati-Prabowo Tak Ubah Sikap Tolak Pilkada Tidak Langsung
-
Malam Ini, Banjir Jakarta Sudah Rendam Lebih dari 100 RT
-
Banjir Sebabkan Macet Parah di Jakarta, Polisi Sebut Tiga Titik Paling Krusial Ini
-
Pasutri Bandar Narkoba Dibekuk, Polda Metro Jaya Sita 1,2 Kg Sabu dan Ribuan Ekstasi
-
Banjir Sebetis di Pemukiman Belakang Kantor Wali Kota Jaksel, Selalu Datang Setiap Hujan Deras
-
Resmi Gabung Dewan Perdamaian Besutan Trump, Prabowo Ungkap Harapan dan Tujuan Indonesia
-
Keluhan Wali Murid di SD Negeri: Ketika Les Berbayar Jadi Beban Psikologis Anak