- Obi meluapkan kekesalannya setelah mengalami kesulitan saat mengurus KTP yang hilang.
- Obi memprotes kebijakan yang membatasi layanan penanganan KTP hanya untuk 10 orang per hari.
- Ia meminta agar Wali Kota Bekasi untuk memperbaiki sistem pelayanan publiknya.
Suara.com - Komika Obi Mesakh Nubatonis mengeluhkan sistem pelayanan publik di Kota Bekasi, Jawa Barat.
Obi meluapkan kekesalannya setelah mengalami kesulitan saat mengurus Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang hilang.
Keluhan ini disampaikan dalam video yang dibagikan akun Instagramnya @obimesak.nubatonis.
Ia juga menyoroti adanya penerapan kuota harian yang ia nilai tidak masuk akal.
Lebih lanjut, Obi memprotes kebijakan yang membatasi layanan penanganan KTP hanya untuk 10 orang per hari.
“Masa ngurus KTP hilang pakai kuota sehari 10 sih. Kalau bisa, jangan dibikin kuota-kuota sehari 10,” ujarnya dikutip, Kamis (23/10/2025).
Lebih lanjut, pria yang mengenakan kaos hitam dalam video unggahan itu menceritakan apa yang ia alami secara rinci.
Ia mengaku datang ke kantor kecamatan Bekasi Timur sebelum jam 12 siang, namun karena jam istirahat dia memutuskan untuk menunggu di sebuah minimarket yang ada di seberang kantor.
Setelahnya, sekitar pukul 13.50, ia kembali ke kantor kecamatan, mengambil nomor antrian, dan akhirnya dipanggil oleh petugas.
Baca Juga: Pelajar Tagih Janji Perbaikan Sekolah ke Walkot Bekasi saat Banjir, Panen Dukungan Publik
Namun, alih-alih dilayani, sang petugas justru mengatakan bahwa kuota layanan pada hari itu telah habis.
“Ternyata kuota urus KTP di Bekasi itu sehari batas cuma 10. Lewat dari itu tunggu besok, lusa, dan seterusnya,” ungkapnya dengan nada kecewa.
Padahal berdasarkan pengamatannya saat itu, pada sekitar pukul 1 siang, hanya ada dua orang yang sedang dilayani pegawai. Dengan kuota yang tidak banyak, ia merasa para pegawai menjadi tidak produktif.
“Maksudnya masih jam kerja, kenapa harus dipakai kuota? Sedangkan di jam 1 itu yang urus ke situ cuma 2 orang, berarti pegawainya nganggur,” ucapnya.
Adapun kritik dan keluhan ini, secara terbuka ia ditujukan kepada Wali Kota Bekasi.
“Mohon atensinya untuk Wali Kota Bekasi. Wali Kota Bekasi tolong sistem pelayanan publiknya diperbaiki dulu, Pak,” tegasnya.
Berita Terkait
-
Akhir Cerita Anak Pemulung Bantargebang Ditolak Masuk SMP Negeri Kota Bekasi
-
Permintaan Flyover dan Rusun dari Pemkot Bekasi, Pemprov DKI Masih Lakukan Pendalaman
-
Bekasi - Dukuh Atas Cuma 60 Menit! Rute Transjabodetabek B25 Resmi Beroperasi
-
Selain Lucky Hakim, Istri Wali Kota Bekasi Juga Jadi Korban Amukan Dedi Mulyadi
-
Pelajar Tagih Janji Perbaikan Sekolah ke Walkot Bekasi saat Banjir, Panen Dukungan Publik
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
Pilihan
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
Terkini
-
'Bapak dan Anak Saya Juga Prajurit!' Isak Warga Diusir Paksa dari Asrama Eks Yon Zikon Lenteng Agung
-
Aksi Koboi Kades: Panjat Pagar dan Todong Pistol ke Warga Bekasi, Kini Disidik Polisi
-
Menenun Harapan Perempuan Penenun di Timur Indonesia Bersama Giro Kartini
-
Khofifah Bangga Program ADEM Cetak Generasi Papua Berprestasi, 51 Murid Lolos PTN
-
Lagi Ujian Diciduk Polisi! 2 Pelajar Palmerah Ditangkap usai Bacok Siswa SMK secara Acak
-
Satgas PRR Minta Optimalisasi TKD dan Hibah Antardaerah Tak Terhambat Birokrasi
-
Buntut Kasus Hanania, Menteri Haji: Sekarang Semua Travel Wajib Akreditasi!
-
Minta Anggaran Rp3,9 T Cuma Dikasih Rp728 M, Pigai: Kami Berprestasi Tapi Tak Pernah Diapresiasi DPR
-
Polri Rekrut Disabilitas: Bukan Cuma Staf, Berpeluang Duduki Jabatan Struktural!
-
Kapolri Jamin Takkan Serobot Kursi ASN: Polisi Masuk Kementerian Hanya Jika Diminta!