-
Kejagung berencana memeriksa WNA dalam kasus korupsi minyak Pertamina, namun jadwalnya belum ditetapkan.
-
Pemeriksaan saksi WNA memerlukan prosedur hukum yang kompleks sehingga tidak bisa dilakukan segera.
-
Tersangka utama dalam kasus ini, Riza Chalid, masih buron dan sedang diburu via Interpol.
Suara.com - Kejaksaan Agung (Kejagung) membenarkan adanya rencana pemeriksaan terhadap seorang warga negara asing atau WNA terkait kasus dugaan korupsi tata kelola minyak di PT Pertamina. Namun, hingga saat ini, jadwal pemeriksaan tersebut belum ditetapkan karena adanya prosedur hukum yang kompleks.
Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Anang Supriatna, menjelaskan bahwa pemanggilan saksi WNA memerlukan prosedur khusus dan tidak bisa dilakukan secara serta-merta.
"Memanggil warga negara asing itu tidak serta merta. Ada aturannya, dan untuk sementara penyidik belum menjadwalkan pemeriksaan tersebut," ujar Anang di kantornya, Selasa (28/10/2025).
Kasus korupsi ini telah menyeret sejumlah tersangka, salah satunya adalah pengusaha Riza Chalid. Status Riza yang masih buron dan diduga berada di luar negeri menjadi salah satu fokus utama penyidik.
Anang menambahkan, Kejagung terus berupaya memburu Riza melalui kerja sama dengan Interpol untuk menerbitkan red notice.
"Hingga saat ini, proses pengajuan red notice terkait Riza masih berjalan di markas Interpol di Lyon, Prancis," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- 5 Parfum Scarlett yang Wanginya Paling Tahan Lama, Harga Terjangkau
- Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
- Membedah 'Urat Nadi' Baru Lampung: Shortcut 37 KM dan Jalur Ganda Siap Usir Macet Akibat Babaranjang
- 5 Rekomendasi Sepeda Roadbike Rp1 Jutaan, Cocok untuk Pemula hingga Harian
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Demi Wujudkan Kesejahteraan, Wamendagri Ribka Minta Papua Dukung Asta Cita Presiden
-
Dosen Diduga Terlibat Kasus Daycare Little Aresha, Begini Respons UGM
-
Wamendagri Wiyagus: Perkuat Peran Damkar, Satpol PP dan Satlinmas untuk Lindungi Masyarakat
-
Prabowo Kumpulkan 1.500 Komandan Satuan TNI di Bogor: Kobarkan Semangat Maju Tak Gentar
-
Respons Pratikno Soal Kasus Daycare Aceh: Ada Proses Hukum, Trauma Healing hingga Penutupan
-
Ketum Posyandu Tri Tito Karnavian Dorong Pemulihan Warga Huntara Aceh Utara: Bansos dan Senam Sehat
-
Marak Kasus Kekerasan Anak, Menko PMK Instruksikan Pemda Audit Seluruh Daycare
-
Tak Ikut di Monas, Perisai dan GMNI: May Day Itu Bentuknya Harus Perlawanan, Bukan Lagi Pesta Pora
-
3 WNI Diciduk di Makkah Terkait Haji Ilegal, Ada Petugas yang Terlibat?
-
Butuh 2 Abad Samai Harta Prabowo, Perempuan Mahardika: Buruh Mustahil Sejahtera di Sistem Oligarki!