-
Projo usul solusi utang Whoosh dengan perpanjang tenor pinjaman jadi 50-60 tahun.
-
Proyek transportasi publik bertujuan mencari manfaat bagi masyarakat, bukan keuntungan finansial semata.
-
Solusi lainnya adalah menawarkan saham ke publik (IPO) untuk menyeimbangkan utang dan modal.
Suara.com - Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, menilai utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Whoosh bukanlah masalah besar dan dapat diatasi melalui restrukturisasi keuangan. Ia mengusulkan dua solusi: memperpanjang tenor pinjaman hingga 50-60 tahun dan menawarkan saham perusahaan ke publik melalui Initial Public Offering (IPO).
Menurut Budi, masalah utang ini hanya soal penataan struktur keuangan yang bisa dinegosiasikan ulang.
"Ini soal financial structure saja. Misalnya tenornya dipanjangkan jadi 50–60 tahun. Grace period-nya yang tadinya 5 tahun, kenapa tidak diperpanjang jadi 10 tahun?" ujar Budi di Kantor DPP Projo, Kamis (30/10/2025).
Ia menegaskan bahwa proyek transportasi publik seperti Whoosh wajar jika membutuhkan dukungan negara karena tujuannya bukan mencari keuntungan finansial (profit), melainkan manfaat sosial-ekonomi (benefit) bagi masyarakat.
"Yang dicari dari transportasi publik ini bukan profit, tetapi benefit," ucapnya.
Budi juga menepis perbandingan biaya pembangunan Whoosh dengan proyek serupa di luar negeri, seperti di Arab Saudi, yang dinilainya tidak sebanding (apple to apple). Menurutnya, medan di Indonesia yang menembus gunung dan menggunakan jalur layang (elevated) membuat biayanya berbeda.
Secara operasional, ia mengklaim performa Whoosh cukup positif dengan rata-rata 17 ribu penumpang per hari dan pendapatan operasional (EBITDA) yang sudah positif.
Sebagai solusi penguatan modal lainnya, Budi mendorong agar proyek ini masuk ke pasar saham. "Di-IPO-in saja, di-go-public-in. Jadi komposisi utang modalnya lebih seimbang, cicilannya lebih ringan," pungkasnya.
Baca Juga: Penyelidikan Hampir Setahun, KPK Klaim Masih Cari Peristiwa Pidana dalam Kasus Pengadaan Whoosh
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah
-
Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan
-
Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman
-
Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG
-
Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah
-
Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK
-
Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat
-
Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen
-
Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga